Review Dwilogi Padang Bulan


Bekesong City, 8 Agustus 2010 (19:10)

Ayo siapa disini pecinta Andrea Hirata tunjuk tangan…(^_^)ho…ho..ho..akhir minggu ini saya habiskan dengan membaca novel terbaru Andrea Hirata dwilogi PADANG BULAN…

Honestly awalnya saya gak tertarik sama novel terbaru Andrea kali ini, saya cukup kecewa dengan novel keempat dari tetralogi Maryamah Karpov, yang terlalu hiperbola, dan rada-rada bertolak belakang dengan laskar pelangi, sang pemimpi dan endensor, ternyata bukan hanya saya aja yang kecewa dengan Maryamah Karpov, banyak review di blog-blog yang ngereview dan berpendapat sama…

ternyata semua pandangan saya terhadap Maryamah Karpov berubah total 180 derajat..ternyata…Andrea nyata-nyata adalah jenius sastrawan dari melayu yang dilahirkan dengan karya-karya hebatnya, mungkin harusnya Maryamah Karpov menjadi trilogi dengan Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas .

Karya Andrea Hirata berbeda dari para penulis lainnya, dia tidak hanya membahas tentang kehidupan tokoh utama, tapi juga satu kelompok,satu komunitas Melayu Udik, membaca karya-karya Andrea membuat saya berimajinasi ada diantara kaum Melayu Udik,membayangkan bagaimana hebohnya mereka jika membual, atau membayangkan indahnya suasana di warung kopi yang selalu di ceritakan Andrea, kadang saya berpikir apakah suasana warung kopi di perkampungan Melayu Udik yang di ceritakan Andrea, seperti kalau kita minum kopi dan nongkrong di kafe-kafe jakarta, atau sama seperti duduk di warteg-warteg..

Andai suatu hari nanti saya punya rezeki berlebih dan punya kesempatan untuk traveling tempat pertama yang ingin saya kunjungi adalah kampung Andrea Hirata, Belitong, saya ingin melihat Pantai,Sungai Linggang, dan merasakan minum di warung kopi.

Saya juga minta maaf karena telah berpikiran bahwa Maryamah Karpov adalah suatu hal yang buruk dan gak nyambung dari tetralogi Laskar Pelangi, Maryamah Karpov bagi saya adalah Trilogi dari Maryamah Karpov,Padang Bulan Dan Cinta dalam Gelas,

review ini akan saya bagi menjadi dua postingan, sesuai dengan judulnya Dwilogi, guys inilah the review

Part I (Dwilogi Padang Bulan…)

Novel ini dibuka dengan cerita Syalimah yang mendapat kejutan dari Zamzami suaminya, Sepeda baru Sim King made in RRC, Tak terkira bahagianya Syalimah karena suaminya sang lelaki penyayang  hanya orang miskin biasa yang bekerja sebagai pendulang timah, dan ternyata hari dimana Syalimah merasakan kejutan terindah dalam hidupnya, juga adalah hari dimana Syalimah kehilangan cinta sejatinya, Zamzami meninggal tertimbun longsor, meninggalkan Syalimah dan empat orang anak perempuannya, yang menjadi yatim dan kehilangan pegangan hidup ,

Enong si sulung yang masih kelas 6 SD, 14 tahun, adalah anak perempuan yang sangat menyukai bahasa inggris, enong bercita-cita menjadi guru bahasa inggris, cita-cita yang mulia, dan tragedi itu telah memupus cita-citanya, membuat Enong harus menggantikan posisi Ayahnya, gadis kecil itu harus memikul tanggung jawab,menjadi kepala keluarga demi kelangsungan hidup keluarganya,

Tapi Enong bukanlah pribadi yang gampang menyerah, Enong bukanlah gadis kecil 14 tahun biasa, kalau saya punya 20 jempol…maka semua jempol akan saya dedikasikan untuk perjuangan enong..berjuang untuk keluarganya, dia rela mengorbankan sekolah,cita-cita,demi ibu dan ketiga adiknya..

Enong memiliki warisan berharga dalam hidup nya, kamus Bahasa Inggris 1 Miliar kata, jilid 1 hadiah dari sang ayah sebelum meninggal dan tiga kata sakti pemberi semangat “Honesty,Sacrifice,Freedom” tiga kata yang selalu menjadi penyemangatnya,

Enong adalah wanita pertama pendulang timah di umurnya yang 14 tahun, mendulang timah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh lelaki dewasa dan tentu kuat pastinya.

kisah Enong bukan sekedar kisah keluarga sederhanau yang hidup dalam kemiskinannya, namun tentang impian seorang anak, tentang keberanian menjalani hidup,tentang arti tanggung jawab,walau hidup selalu mempermainkannya, dia jatuh…kemudian berusaha tertatih untuk bangun lagi, belum sempat kaki berdiri tegak,dia kembali tersungkur,.tapi semangatnya tak pernah padam.

selain kisah Enong yang menggebu, kita juga akan menemukan kembali Ikal sang pecinta, tentu semuaya ingat,bagaimana Ayah Ikal menolak untuk menikahkan Ikal dengan Aling, karena alasan perbedaan.

Ikal merajuk dan memilih mengungsi kerumah Marpangi saudara jauhnya, dengan pemikirannya yang ajaib, Ikal berencana untuk membawa lari Aling menikah di Jakarta.

ada tokoh baru lain dalam cerita kali ini Detektif M Nur dan Jose rizal duo jagoan yang berhasil membuat Ikal patah hati dalam kecemburuannya,.

ya ada kecemburuan yang membabi buta di cerita ini , kecemburuan yang membutakan dan membuat Ikal kehilangan akal sehatnya, cemburu adalah perahu nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam, lalu naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan, perasaan tak berdaya ingin mengalahkan,rencana jahat, penyesalan, kesedihan-gengsi…cemburu membuat Ikal membatalkan rencana nya kejakarta,melanjutkan hidup nya sesuai nasihat ibunya…

ah kawan ada banyak kisah yang seru dan mungkin akan membuat cerita ini tidak akan ada habisnya untuk saya ceritakan…Ikal dan Enong dua kisah yang saling bertolak belakang, Enong sang pejuang.dan Ikal pria pesimis yang terpuruk karena cinta pertamanya.

love walks on two feets just like human being it stands up on tiptoes on insanity and misery

About these ads

20 thoughts on “Review Dwilogi Padang Bulan

  1. Adek gw dah beli dan dah tamatin nech buku, gw ntar aja bacanya, nyolong bukunya dulu… Hahahahaha

    usagi says
    ha…ha…ha..ha..ayo curi buku itu..keren..apalagi puisi-puisinya..

  2. sama, saya juga kecewa banget sama maryamah karpov…
    trus waktu liat2 isi buku padang bulan itu sekilas, saya kembali menemukan banyak aling… saya pikir waktu itu, “wah, jangan2 ini buku bakal tentang cinta ikal ke aling yg ceritanya rada lebay kaya di maryamah karpov” jadilah saya ga tertarik membelinya… :D

    tapi habis baca review ini saya jadi sedikit tertarik dengan enong yg mengingatkan saya pada lintang….

    usagi says…

    he….he…he..awalnya saya juga begitu..waktu pertama kali baca pdang bulan juga males banget…aling..lagi..aling lagi..(^_^)tapi ternyata gak seburuk yang dipikir…seru….ayo..ayo..beli..semua hal yang menyebalkan dari maryamah karpov di jawab oleh dwilogi ini….

  3. Aku punya novelnya iz, tapi malah belum sempat kubaca, heheh,, minggu ini kuharus selesaikan baca 2 buku,, :), dari review mu, sedikit banyak tau lah,, nice note girl..!!

    usagi says..
    iya..ayo baca..aku awalnya juga males mbak..pas baca webnya andrea aku penasaran..ternyata awalnya membosankan..akhirnya..sumpah…keren banget…(^_^)

  4. btw, saya udah baca juga dwiloagi ini. kebetulan penggemar om ikal untuk sastrawan. tetap keren meski tidak sehebat tetralogi sebelumnya. tapi tetap, saya sangat berharap agar om ikal tetap menulis buku (novel). karena pasti, saya akan membanya.

    usagi says
    iya bener banget…tapi menurut saya…feel yang kita dapet waktu baca novel ini..hampir sama kaya feel waktu baca laskar pelangi ama sang pemimpi..

  5. wah jangan ngespoilerin dong mbak hehe :p

    jadi padang bulan itu sambungannya Maryamah Karpov ya? wah mesti baca nih :) saya rada kecewa sama endingnya MK yg ngegantung soalnya

    makasi mbak infonyaa :)

    usagi says
    iya..sambungannya MK,yup dan Andrea Hirata juga mengakui kalau di MK tuch membuat banyak orang garuk-garuk kepala

  6. Yang jelas saya ngakak …
    membaca bagian akhir …

    ORTOCERIA …

    tekat meninggikan badan 4 centi

    hahaha

    usagi says
    he..he…he…he..pas baca bagian menggunakan octoria, malah disangka bunuh diri..ha…ha….h…ha..

  7. BTW …

    Put Moon …
    Mohon Maaf Lahir Bathin ya …
    Mari sambut Ramadhan dengan gembira

    Salam saya

    usagi says
    sama-sama inyiak..maaf lahir bathin ya..
    salam hangat dari bulan..

  8. hmmm novel andrea hirata belum pernah baca…tapi film-nya yang berbasis novel itu sih pernah. Laskar Pelangi keren…entah abdrea hirata atau riri riza, sang sutradara yang keren abiz.
    maaf baru sempat berkunjung sekarang…

    usagi says
    yup…filmnya bagus..tpi novelnya lebih bagus dari filmnya….makasih ya udah sempet2in berkunjung..apa kabar..

  9. ini saya baru mau baca dwiloginya. yang dibaca duluan itu Padang Bulan kan ya mbak baru Cinta di Dalam Gelas nya? sippo :)

    usagi say..

    betul..betul..betul..tapi cinta dalam gelas aku malah belum review.. :D

  10. Pingback: [review] Maryamah Karpov dan Cinta di Dalam Gelas « THE DEVIL'S ADVOCATE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s