Review Film Perahu Kertas


Bekesong City 22 Agustus 2012

Perahu kertas ku kan melaju,, Membawa surat cinta bagi mu,,,

Kata-kata yang sedikit gila,, tapi ini adanya,,

Perahu kertas mengingatkan ku,betapa ajaib hidup ini ,,

Mencari-cari tambatan hati ku,, kau sahabat ku sendiri,,

Hidupkan lagi mimip-mimpi (cinta cinta ) cita cita (cinta-cinta)

Yang lama ku pendam sendiri,,

Berdua ku bisa percaya…

Ku bahagia,, kau telah terlahir di dunia,,

dan kau ada diantara milyaran manusia,,

dan ku bisa dengan radar mu menemukanmu….

tiada lagi yang mampu berdiri

halangi rasaku , cintaku pada mu,,

(*Ost Perahu Kertas )

Saat sebuah novel diangkat menjadi film, maka tantangan terbesar adalah bagaimana memindahkan bab demi bab yang ada di novel tersebut menjadi potongan demi potongan adengan yang tersusun sempurna dalam sebuah film,

Saat kamu membaca sebuah novel ,maka setiap orang akan memiliki imajinasi demi imajinasi yang berbeda , tentang cerita demi cerita yang ada di novel tersebut , maka hal tersulit bagi sutradara atau siapapun itu pihak pembuat film adalah menerjemahkan imajinasi pembaca kedalam film tersebut.

Novel dan film adalah dua media yang berbeda, novel adalah dunia tulisan, dunia dimana pembaca bebas membangun imajinasi tentang apa yang mereka baca dan setiap orang memiliki imajjinasina masing-masing , sedangkan film adalah sebuah dunia visual, dunia dimana imajinasi tersebut di sajikan secara nyata, melalui gambar, gerak , dan visual lainnya, dan dalam dunia film, setiap orang dipaksa menerima imajinasi yang diterjemahkan oleh sang sutradara,

Maka rasanya tidak akan pernah adil, jika kita selalu menghakimi sebuah film yang diadaptasi dari novel, dengan kalimat ..” Kok beda dari novelnya, kok gak sama.. “,karena novel dan film adalah dua dunia yang berbeda, nah kawan jika kamu ingin menonton sebuah film yang diadaptasi dari novel  maka sebelum menonton film tersebut lepaskanlah imajinasi kamu tentang novel yang kamu baca, nikmatilah dan resapilah setiap visualisasi yang di sajikan dalam film tersebut , mengenai sama atau tidak , yang penting bukan bagian per bagian nya tapi esensi dari novel tersebut,,

Perahu kertas, adalah salah satu dari sekian banyak novel yang diadaptasi menjadi flm ,berkisah tentang perjalanan hati mencari cinta sejati ,bahwa cinta itu adalah memilih bukan untuk dipilih

Jika pertanyaannya adalah apakah film perahu kertas sama persis 100% dengan novelnya, maka kalian sudah tahu jawabnya,, semua orang punya intrepretasi sendiri-sendiri mengenai definisi sama atau tidak,,namun film perahu kertas mampu menerjemahkan setiap bagian demi bagian dari novel tersebut menjadi satu cerita utuh mengenai perjalanan hati,, kugy dan keenan ,

Film ini terbagi menjadi dua bagian , part 1 adalah kisah perjalanan hati kugy dan keenan pertarungan antara mimpi dan realitas, dan part 2 adalah kisah mereka berdua dalam mencari cinta sejati,,

Kugy adalah seorang gadis pecinta dongeng cita-citanya adalah menjadi juru dongen menuliskan kisah kisah dongeng untuk anak-anak, kugy hanya pandai bercerita namun tak pandai menerjemahkan ceritanya kedalam bentuk gambar,

Keenan adalah seorang yang mencintai dunia lukis, baginya melukis adalah nyawanya cita-citanya adalah menjadi pelukis terkenal, keenan pandai melukis namun tak pandai bercerita,

Kugy dan Keenan hidup dalam dunia dimana mereka sadar bahwa mimpi-mimpi mereka bertentangan dengan realitas yang ada, kugy sadar bahwa menjadi juru dongeng bukan profesi yang menjanjikan juru dongeng tak pernah menghasilkan uang, sedangkan Keenan harus bertentangan dengan ayah nya, ya ayah Keenan tak pernah merestui cita-cita keenan untuk menjadi pelukis,

Kugy mempunyai hobi yang unik, menulis surat untuk neptunus, ya kugy kerap curhat kepada neptunus melalui surat-suratnya, surat surat yang dilipat menjadi perahu kertas, kemudian di hanyutkan melalui aliran air, entah itu selokan, empang, sungai ataupun laut,, pada akhirnya perahu-perahu kertas itu akan bermuara di laut,,

Perahu kertas part 1, perjalanan hati dalam menjalani hidup , sebuah proses menjadi dewasa, ya kita akan diajak untuk merasakan proses demi proses pendewasaan diri Kugy dan Keenan dalam menjalani kehidupan mereka,, perjalanan hati kugy dari Mahasiswa sastra menjadi seorang copy writer di dunia periklanan, dan juga perjalanan hati keenan dari mahasiswa ekonomi yang drop out karena mimpi untuk menjadi pelukis menjadi seorang laki-laki dewasa yang rela mengorbankan mimpi nya demi keluarganya..

Ada banyak hal menarik yang gak ada di novel atau mungkin mendapat porsi yang sedikit di novel nya menjadi point penting dalam film ini .

  1. Adengan Ojos berantem sama kugy dan liburan yang gagal

    Di novel bagian ini hanya sepintas lalu, tidak di sajikan secara detail, sedangkan di film bagian ini lumayan ditonjolkan bagian Ojos dan Kugy yang cekcok , saat dimana Ojos mulai protes tentang Kugy yang semakin lama semakin berubah , dan pengorbanan cintanya yang selama ini dilakukan untuk kugy,

    Serta adengan dimana Ojos menunggu Kugy di bandara berharap Kugy tetap datang dan mereka bisa liburan ke bali berdua , adengan ojos yang galau menunggu kugy gak ada di novel , tapi dengan adanya adegan ini, serta bagian dimana mereka berdua berantem, dan lagu pengiring yang pas banget, melengkapi kisah perjalanan hati dalam film ini

  2. Adengan akad nikah Eko dan Nony

    Eko dan Nony adalah sahabat dari Kugy dan Keenan, bagian Eko dan Nony melaksanakan akad nikah mereka gak ada di novel, tapi di film bagian ini menjadi bagian dimana penonton bisa tertawa lepas, karena pada saat mengucapkan akad nikah Eko harus mengulang sampai 3 kali, karena salah dalam melafazkan akad nikah mereka,,

    Bagian ini selain membuat penonton tertawa juga menyimpan kisah haru dan gereget abis,, karena di bagian ini Kugy dan Keenan bertemu kembali setelah terpisah selama 3 tahun,, dan di bagian ini adalah akhir dari Part 1, pertemuan kembali Kugy dan Keenan hanya melalui proses tatap-tatapan, dan narasi dari kugy .. tentang kisahnya yang belum selesai , tentang kisah mencari cinta sejati yang akan hadir di Part 2

  3. Hanungbramantyo yang hadir sebagai cameo

    Adengan ini juga gak ada di novel, Adengan dimana keenan berinteraksi dengan sesama seniman pada saat lukisannya di gelar dalam pameran,, Hanung bramantyo sang sutradara hadir sebagai cameo , berperan sebagai laki –laki yang rada melambai,, kocak asli , gak kebayang kan hanung yang gagah dan cool gitu, harus berperan sebagai laki –laki yang melambai , walaupun adegan ini hanya hadir dalam hitungan detik tapi lumayan lah untuk membuat kamu tersenyum..

Perahu kertas hadir sebagai salah satu film Indonesia menjadi penyengar diantara maraknya film-film horor dan komedi berbau esek-esek, kawan mari dukung film Indonesia kalau bukan kita siapa lagi yang akan mencintai hasil karya anak negeri,,

Hari ini aku bermimpi,

Aku bermimpi menuliskan buku dongeng pertamaku,

Sejak kamu membuatkan ku ilustrasi –ilustrasi ini

Aku merasa mimpiku semakin dekat.

Belum pernah sedekat ini

Hari ini aku juga bermimpi

Aku bermimpi bisa selamanya menulis dongeng

Aku bermimpi bisa berbagi dunia itu bersama kamu dan ilustrasi mu

Bersama kamu aku tidak takut lagi menjadi pemimpi

Bersama kamu aku ingin memberi judul bagi buku ini

Karena hanya bersama kamu segalanya terasa dekat,

Segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar

Dan bumi hanyalah sebutir debu dibawah telapak kaki kita.

Selamat ulang tahun

(novel perahu kertas hal 312, puisi kugy untuk keenan)

About these ads

15 thoughts on “Review Film Perahu Kertas

  1. Saya setuju sama kamu put …
    jangan pernah membandingkan antara Novel dan Film …
    dua-duanya media yang berbeda…
    yang tentu saja masing-masing punya keterbatasa … (disamping kelebihannya)

    salam saya Put

  2. aku sudah baca novelnya. suka banget. tapi pas tahu ada filmnya, aku masih ragu2 loh. takutnya kecewa aja sih hehe. soalnya yg ada di kepalaku isinya masih plek dengan novelnya. dan ngebayangin keenan tuh ganteng banget. hahaha. kalau yg memerankan dia nggak seganteng bayanganku kecewa kan? *segitunya aku ya? hahahaha*

  3. “…. cinta itu adalah memilih bukan untuk dipilih………” suka kata2 itu, memilih cinta aah entah lah cinta2an mulu, hahahah :D

    Eeh beneran tah akad nikah ucap 3 kali, wah gag serius itu, hehehehe, ada hanungbramantyo jadi melambai, rasanya perlu di tonton ini :D

  4. Semoga masih sempat nonton film ini sebelum habis masa tayangnya.. Lagi di daerah terpencil soalnya, hehe.. :)

    Inon, mau koreksi dikit boleh ya..
    Di paragraf keempat tertulis kayak gini:
    “…nah kawan jika kamu ingin menonton sebuah film yang diadaptasi dari film maka…”
    Sepertinya ada yang perlu diperbaiki deh di situ, hehe.. :)

  5. Setuju, tak akan pernah adil he he makanya saya gak pernah melihat lagi film yang sudah kubaca novelnya, biar imajinasiku gak rusak wkwkwkwk.
    Lebih suka lihat filmnya dulu, baru baca novelnya.
    Tapi dasarnya memang gak pernah keranjingan film hihihi
    Tks.

  6. Pingback: Sultan pun Suntikkan Semangat | lazionews.info

  7. Awal nontonnya kecewa coz gak seseru novelnya. Tapi setuju sama posting ini, kita gak boleh membanding-bandingkan keduanya secara medianya pun berbeda. Tapi bisa kok menikmati, apalagi menikmati wajah Kuggy yang cantik tapi tomboy itu :P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s