20

Susah Senyum Susah, Senang Senyum Senang


Malam ini jari-jari mengarah ke situs andriewongso.com, diantara banyak judul yang menarik, pointer menunjuk ke judul “Indonesia, Negara Yang Paling Murah Senyum”, hmm…judul yang menarik untuk dibaca malam ini.

Pada artikel tersebut disampaikah bahwa berdasarkan hasil survei The Smiling Report tahun 2008 yang di rilis di tahun 2009, Indonesia merupakan Negara yang penduduknya paling murah senyum dan paling sering mengucapkan salam di dunia ini.

Sungguh berita yang membahagiakan diantara hiruk pikuk berita negatif.

Kemudian Saya mencoba searching lagi di google. Berdasarkan press release dari The Smiling Report 2011, Negara paling murah senyum di tahun 2010 adalah Portugal (94%), ke dua Austria (93%) dan diikuti oleh Paraguay (92%).

Hah… Indonesia sudah tidak ada lagi di urutan pertama, ini jadi berita yang menyedihkan..

Tapi…   sudahlah..

Let us to  Positive thingking first..

Berita ini bisa jadi “lampu kuning”  yang menjadi peringatan bagi kita untuk kembali meluangkan waktu tersenyum bagi keluarga, sahabat,  rekan kerja, pelanggan,  dan siapa saja di sekitar kita.

Seperti hadist Nabi Muhammad SAW “senyum itu adalah ibadah”. Yang namanya ibadah pasti dapat pahala, meski terkadang kita tidak tahu seperti apa balasannya untuk kita, tapi yakin saja dulu.

Saya sendiri punya pengalaman mengenai senyum.
Tahun lalu Saya pulang kampuang, di Pasar Atas Bukit Tinggi Saya membeli cincang untuk nenek Saya.
 
Sebelum masuk ke restoran Saya berpikir panjang, ehmm… nanti kalau Saya beli dimahalin gak ya? maklum pengalaman di Jakarta selama ini, sering kalau orang yang kelihatan “orang baru” akan diberi “harga lebih”.
Atau.. mungkin diberi porsi yang agak “minimalis” dibanding yang umumnya?.
 
Di sisi lain Saya harus membeli cincang ini karena nenek Saya suka cincang, di restoran ini cincangnya terkenal enak, apalagi Saya jarang pulang kampung.
 
Saya memberanikan diri masuk ke dalam restoran tersebut sambil tersenyum lebar dan tertawa, “Da Cincang Ciek..”, si Uda reflek tersenyum lebar dan berkata “Oi..ba’a kaba (bagaimana kabar).. ?, lamo ndak nampak ha (lama tidak kelihatan).., kama sajo (kemana saja)..?, ba’a kaba anak rumah..?” (anak rumah bisa diartikan dengan istri)”.
 
Saya terkejut dengan serangan balik sekaligus “hatrick”nya, karena Saya sendiri merasa tidak kenal dengan si uda ini, kenapa dia seakan-akan kenal Saya ya? Apalagi menanyakan kabar istri segala (fyi,…Saya belum menikah).
 
Saya tersenyum kembali, “ha..kaba baiak Da., anak rumah di rumah amaknyo” (menurut Saya kalau istri orang ya di rumah orangtuanya, karena umumnya dalam budaya minang, seorang wanita yang telah menikah akan tinggal di rumah orangtuanya).
 
Tak terasa tangan lincah si Uda sudah selesai membungkus cincang dalam plastik bening besar, sambil berkata  “salam untuk anak rumah jo mintou (mertua), makan nan banyak yo…, tu.. acok-acok ka siko..(sering-sering ke sini)” ,
“aman tu Da….beko awak sampaikan, wa’alaikum salam sajo dulu yo da, pesan terkirim.. ha…ha..ha.ha..” timpal saya.
 
Si uda kemudian mengarahkan saya untuk membayar di kasir, dan  Sayapun dikenakan  tarif seperti sama seperti orang lain umumnya (sst…Saya sengaja mendahulukan orang lain membayar sambil mengintip pembayarannya untuk memastikan harga yang sama).
 
Sesampai di rumah dengan cincang yang wanginya menusuk hidung penumpang se-angkot dan panasnya masih terasa di paha, Nenek Saya kaget, karena tidak biasanya membeli cincang dapat porsi sebanyak itu, “bara ba bali ko..?, banyak bana..(berapa ini dibeli, banyak benar) “. itulah interogasi yang berulang kali dilontarkan nenek karena mungkin menurutnya ini tidak mungkin untuk ukuran  satu  porsi.
 
“ciek nyo mak.., picayolah…, ma (mana) mungkin ko duo..” jawab Saya.
 
Aha.. Saya berpikir, ini mungkin manfaat senyum tadi.
 
Saya membayangkan kalau tadi Saya belanja sambil pasang muka masam lagi pedas, mungkin Saya akan dapat menu minimalis.
 

Kembali ke lapetope..

“Senang Senyum akan menyenangkan, Susah Senyum akan menyusahkan”

Mari kita tersenyum, karena senyum adalah ibadah, senyum merupakan hal yang mudah dan senyum tidak mengeluarkan biaya.

Semoga di tahun 2012, hasil The Smiling Report akan menempatkan Indonesia di peringkat satu kembali untuk Negara yang murah senyum.

Selamat Hari Kartini untuk semua wanita Indonesia, khususnya wanita tiga generasi (umak, mama & inon), “lanjutkan perjuanganmu untuk menerangi dunia”

aiko at Patriot City, on Kartini’s Day, 2011

note :

Data-data (The Smilling Report) yang disampaikan dihimpun dari para Mystery Shopper, yaitu orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan.

Mystery Shopper ini berpura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.

Pustaka:

http://www.andriewongso.com/awartikel-2865-AW_Corner-Indonesia,_Negara_yang_Paling_Murah_Senyum

http://www.detiknews.com/read/2009/05/17/141027/1132809/10/indonesia-masih-paling-murah-senyum

http://www.smilingreport.com/press/2011/Smiling_PRESS_RELEASE_2011-03-14.pdf

21

Ilmu kepemimpinan sederhana dalam perspektif Islam dan Budaya Minang


Banyak ilmu maupun teori yang diperkenalkan oleh peneliti dari luar negeri yang sering jadi acuan oleh para pemimpin di Indonesia.

Bila di tilik dari sisi yang lebih dekat sebenarnya kita punya ilmu yang sangat sederhana yang bila dihayati dan di amalkan mungkin jauh lebih hebat manfaatnya dibandingkan teori dari barat.

  1. Ilmu Kepemimpinan dalam perspektif budaya Minang.

Pemimpin dalam minang merupakan orang yang dipilih secara mufakat oleh anggota persukuan (misal dalam pemilihan datuk-ketua suku).

Orang minang mengistilahkan seorang pemimpin sebagai orang yang ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah”, ini maksudnya pemimpin ditinggikan kedudukannya dipatuhi perintahnya, karena telah dipilih secara mufakat bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat.”

Anggota harus mengikuti perintah dan aturan yang ditetapkan oleh pemimpin.

Satu hal yang patut di catat, meskipun anggota patuh pada pemimpin, ini bukan berarti pemimpin bisa semena-mena, karena ada istilahraja alim disembah, raja lalim disanggah”.

Oleh karena itu si Pemimpin yang telah dipercaya harus adil dan bijaksana dalam bertindak.

Si pemimpin juga harus pandai mengolah sumber daya manusia yang ada di sekitarnya, tidak ada yang dihilangkan perannya meskipun si anggota ada yang memiliki kekurangan sebagaimana pepatah yang buta penghembus lesung, yang tuli penembak meriam, yang lumpuh penjaga rumah”, ini mengisaratkan semua anggota bisa memberikan peran dalam kemajuan organisasi meskipun memiliki kekurangan dalam hal ini misalnya cacat.

Inti dari hal yang penulis utarakan diatas adalah

ð Jauh sebelum dunia barat mengutarakan ilmu kepemimpinannya serta teori demokrasinya, budaya demokrasi telah tertanam dan tercipta pada Masyarakat Minangkabau selama ratusan tahun yang lalu,

ð Pemimpin harus adil dan bijaksana

ð Semua orang tanpa terkecuali bisa memberikan sumbangsih nya, karena orang yang merasa diperhatikan dan sumbangsihnya dapat dirasakan dan dihargai oleh atasannya akan semakin giat dalam bekerja, ini akan berpengaruh akan kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuannya.

  1. Ilmu kepemimpinan dalam perspekif Islam

Ini merupakan ilmu yang sangat sederhana, yang sebenarnya banyak dipraktekkan oleh semua umat Islam.

Contoh sederhana yang dimaksudkan disini adalah Sholat.

Hanya ada satu orang pemimpin dalam sholat yaitu imam, Imam dipilih karena kemampuan dan ilmunya dalam bidang agama yang lebih tinggi dibandingkan daripada yang lain (anggota-makmum),

Meskipun dianggap memimiliki kemampuan yang tinggi, bukan berarti menjadi imam itu mudah, satu hal yang patut diingat, bila imam salah ia akan berdosa besar, pertanggungjawabannya langsung kepada Allah S.W.T.

Setiap gerakan maupun ayat yang dibaca oleh imam harus sesuai dengan tuntunan agama, harus berurtan mulai dari takbiratul ihram sampai dengan salam, tidak boleh asal semaunya imam.

Satu hal yang menarik, bila imam salah (misal salah dalam gerakan dan hal ini masih dalam toleransi misal lupa jumlah rakaat) ia harus mengakui kesalahannya dengan melakukan sujud sahwi (sujud diakhir shalat) dan meminta maaf kepada jamaahnya sesudah shalat usai.

Sedankan bila kesalahan itu tidak dapat ditoleransi, yaitu hal yang membatalkan shalat si imam, dan hal ini tidak bisa di toleransi (misal kentut), ia harus membatalkan shalatnya, ini berhubungan dengan hati nurani, saya maksudkan disini hati nurani, karena bisa jadi kentutnya tidak mengeluarkan “aroma” dan hanya dia sendiri dan Allah S.W.T yang tahu, maka si imam harus berani mengundurkan diri sebagai imam dan segera digantikan oleh salah seorang makmum.

Dalam budaya Asia Timur ada istilah harakiri, yaitu pemimpin yang merasa gagal, biasanya dia akan melakukan bunuh diri.

Dalam Agama Islam, bunuh diri merupakah hal yang diharamkan, yang dituntut dalam Islam, bila pempimpin salah dan gagal, dia harus mempertanggunjawabkan kesalahannya dengan sujud sahwi maupun mengundurkan diri.

Dilihat dari sisi Makmum, bila seorang imam telah ditunjuk, maka para makmum harus mengikuti setiap gerakan dan ayat yang dibaca oleh imam, makmum tidak boleh mendahului imam, ini mengindikasikan bahwa anggota organisasi harus mematuhi atasannya.

Makmumpun memiliki tanggung jawab dalam mengingatkan imam bila imam melakukan kesalahan, misal imam salah dalam membaca ayat, maka makmum akan mengeraskan suaranya membimbing imam agar tidak salah, ini mengindikasikan makmum juga harus membimbing imam agar salat tidak salah.

Meskipun makmumnya perempuan, tapi ia harus mengingatkan imam agar tidak salah dengan menempuk punggung telapak tanggannya. Ini membuktikan bahwa dalam islam perempuan juga memiliki peran penting dalam shalat, (apalagi dalam kehidupan).

Inti dari hal yang penulis utarakan diatas ,

ð pemimpin harus orang yang memiliki pemahaman akan kepemimpinannya (ilmu yang tinggi),

ð pemimpin harus berada di jalur yang telah ditetapkan,

ð pemimpin harus memiliki berani mengakui kesalahan, dan bila ia telah keluar dari aturan yang ditetapkan ia harus mengundurkan diri,

ð Anggota organisasi wajib mengigatkan pemimpin bila telah keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

Semoga tulisan diatas bermanfaat dalam kehidupan kita, dan membuat kita bangga akan Agama dan kebudayaan kita

Bekasi, 15 April 2010.

pasti bingung baca tulisannya,,sejak kapan tulisan saya lurus gini..he…he..he..anda benar,,ini bukan tulisan saya,,tadi lagi beberes folder di laptop nemu tulisan si Abang,, mungkin ini bahan buat ngajar kuliah kali ya,,karena si Abang kan ngajar leadership,,tapi di publish aja,,lumayan buat ilmu..

18

Satu Komando..Satu Perjuangan


Assalamualaikum Kawan….

Ini pertama kalinya saya menulis di tempat ini, sebenarnya saya sudah lama ingin menulis sesuatu yang bermanfaat, tapi itu selalu tersandung oleh kesibukan, malas dan lebihnya lagi tidak mau mencoba dan berbuat, mungkin ini sering juga dialami oleh kawan-kawan sekalian, yang mana kita SERING banyak IMPIAN tapi hanya sebatas angan-angan…

Sekarang saya semakin sadar, Impian besar tidak mungkin tercapai tanpa adanya TINDAKAN KECIL.., jangan anggap REMEH sebuah tindakan meskipun KECIL… karena takkan ada gedung pencakar langit tanpa ada KERIKIL…, apalagi tanpa adanya KULI tua yang hitam, kurus lagi keringetan….,

Karena dari sususan material yang kecil dan dari orang-orang yang kita anggap kecil itulah maka tercipta SESUATU YANG BESAR….

Kembali ke laptop kawan..

Tujuan saya mulai menulis ini semoga hal kecil yang saya kemukakan ada manfaatnya bagi kawan-kawan saya, karena saya pernah dengar “sebaik-baik manusia adalah manusia yang memberi manfaat bagi sekitarnya”

Kalau kelak ada penulisan saya yang tidak sesuai dengan hati nurani kawan.. mohon saya diingatkan agar saya kembali ke “rel yang benar ” yang sudah saya tetapkan “menjadi bermanfaat bagi lingkungan”.

Okelah kawan.., saya akan mulai topik pertama dengan yang barusan kepikir di BENAK TERHEBAT DAN TERSAYANG SAYA (sorry nih, agak narsIs…, tapi tuk informasi aje, saya pernah baca tulisan yang kurang lebihnya bilang,

“SIAPA LAGI YANG AKAN MEMBANGGAKAN DIRI ANDA, KALAU BUKAN DIMULAI DARI ANDA SENDIRI YANG MEMBANGGAKANNYA..!!!”,

benak diibaratkan sebagai “driver alias sopir” dalam diri kita, klo kawan mau pergi ke tempat yang jauh dan penuh dengan kelok yang berliku yang curam, seperti kelok 44nya di Maninjau, atau kelok 9 di 50Kota,Payakumbuh, tentunya kawan sekalian akan memilih sopir yang dibanggakan dan dianggap paling bagus bukan???).

Continue reading