45

,surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini,,,,,,,,


Kemacetan Jakarta 8 Oktober 2010, 19:40

surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini

gila..gila dan semakin gila…kemacetan kota ini kian hari kian menggila…

gak tahu siapa yang harus disalahkan..gak tahu siapa yang harus di komplain…

inilah jakarta, kota kecil yang menawarkan sejuta mimpi bagi setiap umat manusia.

inilah jakarta, kota kecil dimana saya, dan juga jutaan manusia menggantungkan hidupnya, berjuang meraih mimpi-mimpinya…

inilah jakarta, kota kecil yang orang orang bilang..lebih kejam dari ibu tiri, setiap pagi kami harus memulai hidup ini dengan perjuangan, menjalani rutinitas hidup yang semakin lama semakin menggila…

inilah jakarta, kota yang tak pernah berhenti bernafas, kota kami.. apapun itu kami harus belajar bersyukur dan mencintai kota kami…

tapi..saya sungguh ..sungguh tidak tahu kepada siapa lagi saya harus protes untuk semua hal gila..yang semakin hari semakin menggila..ini bukan cerita lebay, tapi ini fakta, silakan bapak cek berapa banyak diantara kami yang berubah menjadi semakin temperamen, sering sakit, dan darah tinggi karena kegilaan ini…

Saya tahu, bapak pasti akan berkata “coba cari alternatif lain dong, jangan hanya protes,” saya sudah mencoba nya pak…bahkan tanpa bapak suruh, karena saya juga sadar, tidak mungkin menyerahkan semua tanggung jawab ini kepada bapak…

BUSWAY

ya Busway awalnya mungkin menjadi alternatif untuk semua kegilaan ini, tapi tahukah bapak , busway tidak seperti yang kita bayangkan,space langkah antara shelter dan busway , terlalu luas, sehingga banyak ibu-ibu yang hampir terpleset disana,       antrian panjang,..karena ternyata jalur busway yang seharusnya untuk dirinya sendri, ternyata harus berbagi tempat dengan kendaraan lain, bukan pak bukan hanya itu pelecehan seksual, pencopetan dan supir yang suka ngerem mendadak, busway tidak menjanjikan kenyamanan seperti yang selalu bapak ceritakan, bahkan terkadang busway tetap sama dengan metro mini malaikat pencabut nyawa yang bisa menabrak pejalan kaki, kapan saja…

KERETA API…

Kereta Api mungkin terdengar sedikit lebih baik, saya telah mencoba nya pak,

Kereta Ekonomi harga tiket Rp 1.500 murah meriah untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, tapi pak tahukah bapak…murah selalu berarti tidak nyaman, lagi..lagi saya harus protes, kereta ekonomi itu, amat rawan pelecehan seksual, pencopetan yang semakin menggila,pedagang asongan hingga pengamen, semuanya mewarnai perjalanan kereta ekonomi, pasti bapak sekarang mau bilang..”mau enak, naik yang mahal dong, mau enak kok bayar murah”  iya,saya tahu kalau bapak benar, tapi surat ini belum selesai jadi bapak jangan potong dulu ya…

Kereta Ekspress, harga ticket Rp 10.000, dingin, kursi busa,, dan waktu tempuh menjadi lebih cepat…prinsip ekonomi, ada harga ada nyaman….

“terus udah ketemu dong solusinya, kenapa masih komplain”

tidak pak, cerita saya lagi..lagi belum selesai….

tahukah bapak apapun jenis kereta itu, mereka hobi sekali datang terlambat, terutama kereta ekpress hingga kami menjadi terbiasa dengan keterlambatan itu…15 menit,30 menit, bahkan satu jam..kami masih setia menunggu sang kereta besi, asalkan kami tidak harus berteman dengan kemacetan jakarta…
“so what’s the problem…”
belum pak, cerita ini belum selesai,bisakah bapak berhenti memotong cerita saya,

kereta itu tidak hanya hobi terlambat, tapi kereta-kereta itu amat teramat egois, dengan seenaknya membatalkan keberangkatan nya, dengan seribu satu alasan mulai dari pohon tumbang, gangguan signal , listrik mati,dan seribu satu alasan lainnya, bahkan kereta itu membatalkan kedatangannya tanpa meminta maaf terlebih dahulu….

apalagi yang harus saya lakukan sekarang pak…semua cara sudah saya coba untuk mengatasi semua kegilaan ini, tapi kalian tidak pernah memperbaiki diri , masih saya yang salah sekarang?????

bisakah bapak memberikan kami kenyamanan, hingga kami bisa menggantungkan hidup kami di kota kecil ini, atau kami harus pergi dari kota ini…

andai saja desa dan kota..kota lain nya mampu mengakomodir semua mimpi-mimpi kami, mampu menjadi kota semegerlap jakarta,desa dan kota kecil lainnya, tempat yang nyaman bagi kami untuk beristirahat tapi bukan tempat yang tepat untuk menggapai mimpi…semua kisah tentang mimpi kami ada di jakarta , kota kecil yang semakin menggila..

saya tidak berharap banyak ,bapak bisa menyelesaikan semua kegilaan ini, tapi tolonglah..sekali lagi saya minta tolong, berikan lah kami fasilitas dan solusi yang lebih baik, kami akan terus berjuang mencari alternatif lain…tapi..tolong bapak perbaiki kualitas dari alternatif ..alternatif itu…

salam saya untuk bapak…

Dari

Penduduk kota ini yang amat sangat mencintai jakarta

ps : gila..jakrta bener2 macet..dari tadi di mobil gak sampe-sampe sudah dua jam lebih, mobil..mobil bergerak bagai keong…kereta api di batalkan, nekat buka laptop dan nulis postingan ini, gak tahu dech berapa jam lagi harus sampe dirumah,,,

dan akhirnya sampai di rumah jam setengah sepuluh malam 3 jam perjalanan ..lumayan untuk mebuat punggung sakit, yang lebih sedih lagi saat mau online…modemnya belum di isi ulang…

51

Ran- Jadi Gila


jadi gila

Ran – Jadi GILA

Sejak pertama ku jumpa kamu
Tahukah kamu ku suka kamu
Namun bukan berarti ku tak tahu
Bahwa kau juga suka padaku
Cintamu itu tlah membutakan mata hatiku
Kini ku tak sanggup bila hidup tanpamu

Kau buat ku jadi GILA
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa ku menahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Pesonamu bagai bulan purnama
Cinta pada pandangan pertama
Aku tak sanggup
Menahan gejolak cinta didalam diriku
Dan takkan ada yang

Sanggup memisahkan kita
Karna kan ku jaga cinta kita berdua

Kau buat ku jadi GILA
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa ku menahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Kau buatku jadi  GILA
Saat kau juga bilang cinta padaku
Tak kuasa ku menahan rasa bahagia
Saat kau ucapkan cinta

Baby girl you’re so beautiful
From you’re head to your toe
I just gotta let you know that
You’re the 1 and 2, 3, 4 kiss
That i wanna have you

You want more
Okay me too
As long as you happy girl i’m with you

Till the rest of my life
Now please say yes
When i asked You to be my wife

Foto ini diikutsertakan pada kontes  Lagak dan Lagu di BlogCamp

 

29

UGD cukup satu kali…..Buruknya pelayanan kesehatan kita..


jakarta 24 Agustus 2010

dear all

maaf ya udah lama gak posting, dan belum sempat jawab comment yang masuk,mungkin ini kali ya yang namanya mati gaya,sebenernya ada banyak ide yang ingin di tulis tapi gak tahu kenapa..tiap liat laptop..bawaannya males aja…

ada yang pernah masuk UGD???

,saya sering dengar crita macam-macam soal buruknya pelayanan Rumah Sakit di Jakarta , tapi saya baru kali ini ngalamin sendiri…GILANYA..Rumah Sakit di Jakarta…

tadi pagi perut bagian sebelah kiri saya sakit, tadinya mau gak masuk kantor, tapi kerjaan lagi banyak jadi ya udah lah tetap ke kantor, ternyata pas di kereta sakit perutnya semakin parah saya sempat jatuh duduk di kereta, dan bikin heboh orang-orang yang berdiri di samping saya, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk turun di stasiun manggarai untuk kemudian naek ojek aja sampe kantor, ternyata ojek yang saya naiki bannya pake acara kempes dan kita masih harus tambal ban,

satu hal yang saya kagumi dari masyarakat jakarta…banyak yang bilang kalau orang-orang jakarta gak peduli dan hedonis, tapi hari ini saya melihat masih banyak orang yang peduli, waktu saya istirahat di tukang tambal ban, tukang tambal bannya nawarin minum teh manis, ngajarin baca doa biar sakitnya ilang, bahkan mendahulukan antrian motor tukang ojek , dan tukang ojek nya pun baik banget nganterin saya ampe kantor, mastiin saya baik-baik aja, sambil kasih nasehat kalau orang sakit gak boleh puasa. (*mungkin keliatanya sepele tapi bagi saya itu berarti.

sampe di kantor sakitnya makin parah dan saya harus muntah berkali-kali temen-temen di kantor panik dan mutusin buat bawa saya ke UGD sebuah Rumah Sakit Tekenal di Jakarta,..

sesampai di UGD saya langsung di tangani dokter yang bertugas, di kelilingi oleh satu dokter dan banyak perawat, dokter tanya ini-itu, perawat juga sibuk catet ini itu…       

tiba-tiba dokternya bilang gini,

“ya udah kamu harus di opname, cek darah, cek urine,

saya bingung dan jawab

“wadoh dok, kenpa harus di opname, saya sakit apa dok

dokter

“saya gak bisa kasih tahu kamu sakit apa, yang penting kamu harus opname,”

saya bingung dan ngak ngerti…

“saya memang sakit dok, tapi gimanapun saya harus tahu kalau saya sakit apa, kalau dokter mau opname dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut pasti saya terima, tapi kasih alasan “

dokter

“alasannya akan kamu ketahui, kalau kamu udah di opname (*dokternya mulai emosi dan bersifat maksa “

saya

“ya udah dok gak usah, kasih saya penghilang rasa sakit aja, saya gak mau di opname”

dokter (*marah-marah dan mulai ngancam

“oh itu ya yang kamu mau, ya udah kamu saya ksih obat penghilang rasa sakit, tapi saya jamin nanti sore kamu akan balik kerumah sakit ini, kamu juga harus tanda tangan kalau kamu menolak pemeriksaan  (*dokternya emosi dan kemudian langsung pergi “

pas dokternya pergi,saya langsung di kelilingi para perawat yang membujuk supaya saya mau opname,dan menjelaskan seribu satu resiko serta kemungkinan buruk yang harus saya hadapi.

gila..gila..gila…

saya benar-bener gak ngerti, kenapa semua orang di UGD itu memaksa saya untuk di opname, dan semua terkesan mencari untung, gak tahu dech gak ada hal positif yang saya dapat di sana,

harusnya tugas dokter dan perawat adalah menenangkan kondisi pasien, bukan maksa dan nakut-nakutin pasien kan..

apa semua orang yang di UGD harus tes darah dan cek urine dulu, penyakit dasarnya pasti bisa diketahui kan, tanpa harus melewati tes tersebut, atau paling gak dokternya kasih pengertian lah, apa penyakitnya, dan harus bagaimana selanjutnya.

setelah saya pulang dari UGD (*dengan sebuah resep dokter

saya memutuskan untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam dekat kantor, dan dokter tersebut amat sangat berbeda dari dokter di UGD tadi

dia menjelaskan dengan baik tentang penyakit saya, memberikan nasehat,memperlakukan saya layaknya manusia (*bukan target pasar) mendengarkan semua cerita dan keluhan saya, (*ini kan yang harusnya dilakukan oleh seorang dokter

dan satu hal yang amat membuat saya kaget, waktu saya kasih resep dari dokter UGD, dokter itu cuma bilang.. “Ini mah vitamin putri, bukan obat yang kamu butuhkan”