22

Karena Kota Terbaik ,,Adalah JAKARTA..


Kayu Agung,, 29 September 2011,,

Haiiii semua….

ada yang kangen sama tulisan saya ,,

saat ini saya sedang tugas ke luar kota,, di palembang tepatnya Kayu Agung,, Palembang,,,

Sumpah dah ah,,kota ini jauh sekali,, 2 jam dari pusat kota palembang,, dan jalanan menuju tempat ini bowww…berliku banget,,, perjalanan Palembang-Kayu Agung, 2 Jam, Jalanan Off Road,, dan berangkat ke Kayu Agungnya tengah malem..lumayan,, bikin jantung dag dig dug derr..

Kayu Agung,,itu salah satu kabupaten dari palembang ,,dan tempat saya bekerja,,itu letaknya masih harus naik mobil lagi,, 30 menit dari kayu Agung,, salah satu perkebunan kelapa sawit yang ada di Palembang,, terus saya ngapain disana,,saya jadi trainer boww,,, dan rasanya sumpah luar biasa,, capenya dua kali lebih cape di banding kerja normal.. salut empat jempol sama inyiak,, bener-bener, trainer tangguh.. cerita tentang dunia training mentraining ini saya skip dulu ya.. lagi gak nemu moodnya.. mau cerita yang lain ajah… :D :D :D (*di lempar massa..)

(*Trus yang lain pada nanya,, kalau gak cerita kerjaan,,cerita apa lagi neng,, jangan bilang cerita galau lagi yakk,,gampar bolak balik nich…

banyak orang yang bilang mereka gak suka jakarta,, kata mereka,,jakarta itu..

Macet,, Berisik,,Rutinitas yang menggila.. kehidupan konsumtif,, bahkan kadang kita cendrung jadi robot ketika tinggal di jakarta,,

tapi buat saya,, gak ada kota terbaik selain Jakarta,,,

di jakarta saya bisa menggantungkan mimpi,, berlari mengejar Matahari,, berjuang sekuat tenaga untuk meraih mimpi

Di Jakarta kita bisa belajar hidup ,,bahwa ALLAH maha Adil,, coba lihat pojok jalanan ,,atau di kolong jembatan,,ada banyak orang yang bisa tidur lelap di sana,, dan mereka baik baik aja,,tidur beralaskan rerumputan dan beratap langit,,beda ama kita,, yang kena angin dikit aja langsung masuk angin,, dari orang-orang ini saya belajar,,bahwa hidup itu harus tangguh dan kuat.

Di Jakarta kita belajar hidup adalah perjuangan,, segalanya adalah kerja keras,, bayangin aja, bangun pagi,, kita harus bermabok mabok ria dengan kemacetan, padatnya KRL,,atau berdesak-desakan di bis kota, gontok-gontokan di kantor,, rutinitas pekerjaan yang menggila,, pulang kantor, masih harus menghadapi gilanya kemacetan jakarta,,  semua hal adalah perjuangan, di mulai dari kita buka pintu keluar rumah,,sampai buka pintu masuk rumah lagi..

Di Jakarta kita juga bisa melihat sisi lain kebaikan manusia, ada banyak orang yang senin-jum’at gila-gilaan dengan rutinitas kerjanya,, kemudian di hari sabtu mereka mengabdikan diri untuk kepentingan sosial… ikut kegiatan keagamaan,,atau quality time dengan keluarga,, sabtu-minggu adalah hari dimana,,kita melupakan sejenak semua kegilaan itu..

Ada banyak keajaiban di jakarta,,dan itu yang membuat saya amat sangat mencintai jakarta,, orang lain boleh bilang banyak kota lain yang lebih baik dari Jakarta,, tapi buat saya,, gak ada yang lebih baik daripada jakarta,,,

Dan detik ini , saat ini saya amat sangat merindukan jakarta,,,

Di keheningan tempat ini,, saya merindukan keramaian jakarta,,

Di Malam yang sepi ini ,, saya merindukan moment dimana saya pulang kerumah terus rempong ngadu ke mama,,

Saya merindukan Jakarta dan Semua kerempongannya….

Senja,,Macet,, KRL,, Rempong,,Rutinitas,,Gedung gedung tinggi.. saya merindukan semuanya…. bahkan saya merindukan nulis di blog,, maklum ya boww,, kita di dusun..internet susah.. :D :D :D

45

,surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini,,,,,,,,


Kemacetan Jakarta 8 Oktober 2010, 19:40

surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini

gila..gila dan semakin gila…kemacetan kota ini kian hari kian menggila…

gak tahu siapa yang harus disalahkan..gak tahu siapa yang harus di komplain…

inilah jakarta, kota kecil yang menawarkan sejuta mimpi bagi setiap umat manusia.

inilah jakarta, kota kecil dimana saya, dan juga jutaan manusia menggantungkan hidupnya, berjuang meraih mimpi-mimpinya…

inilah jakarta, kota kecil yang orang orang bilang..lebih kejam dari ibu tiri, setiap pagi kami harus memulai hidup ini dengan perjuangan, menjalani rutinitas hidup yang semakin lama semakin menggila…

inilah jakarta, kota yang tak pernah berhenti bernafas, kota kami.. apapun itu kami harus belajar bersyukur dan mencintai kota kami…

tapi..saya sungguh ..sungguh tidak tahu kepada siapa lagi saya harus protes untuk semua hal gila..yang semakin hari semakin menggila..ini bukan cerita lebay, tapi ini fakta, silakan bapak cek berapa banyak diantara kami yang berubah menjadi semakin temperamen, sering sakit, dan darah tinggi karena kegilaan ini…

Saya tahu, bapak pasti akan berkata “coba cari alternatif lain dong, jangan hanya protes,” saya sudah mencoba nya pak…bahkan tanpa bapak suruh, karena saya juga sadar, tidak mungkin menyerahkan semua tanggung jawab ini kepada bapak…

BUSWAY

ya Busway awalnya mungkin menjadi alternatif untuk semua kegilaan ini, tapi tahukah bapak , busway tidak seperti yang kita bayangkan,space langkah antara shelter dan busway , terlalu luas, sehingga banyak ibu-ibu yang hampir terpleset disana,       antrian panjang,..karena ternyata jalur busway yang seharusnya untuk dirinya sendri, ternyata harus berbagi tempat dengan kendaraan lain, bukan pak bukan hanya itu pelecehan seksual, pencopetan dan supir yang suka ngerem mendadak, busway tidak menjanjikan kenyamanan seperti yang selalu bapak ceritakan, bahkan terkadang busway tetap sama dengan metro mini malaikat pencabut nyawa yang bisa menabrak pejalan kaki, kapan saja…

KERETA API…

Kereta Api mungkin terdengar sedikit lebih baik, saya telah mencoba nya pak,

Kereta Ekonomi harga tiket Rp 1.500 murah meriah untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, tapi pak tahukah bapak…murah selalu berarti tidak nyaman, lagi..lagi saya harus protes, kereta ekonomi itu, amat rawan pelecehan seksual, pencopetan yang semakin menggila,pedagang asongan hingga pengamen, semuanya mewarnai perjalanan kereta ekonomi, pasti bapak sekarang mau bilang..”mau enak, naik yang mahal dong, mau enak kok bayar murah”  iya,saya tahu kalau bapak benar, tapi surat ini belum selesai jadi bapak jangan potong dulu ya…

Kereta Ekspress, harga ticket Rp 10.000, dingin, kursi busa,, dan waktu tempuh menjadi lebih cepat…prinsip ekonomi, ada harga ada nyaman….

“terus udah ketemu dong solusinya, kenapa masih komplain”

tidak pak, cerita saya lagi..lagi belum selesai….

tahukah bapak apapun jenis kereta itu, mereka hobi sekali datang terlambat, terutama kereta ekpress hingga kami menjadi terbiasa dengan keterlambatan itu…15 menit,30 menit, bahkan satu jam..kami masih setia menunggu sang kereta besi, asalkan kami tidak harus berteman dengan kemacetan jakarta…
“so what’s the problem…”
belum pak, cerita ini belum selesai,bisakah bapak berhenti memotong cerita saya,

kereta itu tidak hanya hobi terlambat, tapi kereta-kereta itu amat teramat egois, dengan seenaknya membatalkan keberangkatan nya, dengan seribu satu alasan mulai dari pohon tumbang, gangguan signal , listrik mati,dan seribu satu alasan lainnya, bahkan kereta itu membatalkan kedatangannya tanpa meminta maaf terlebih dahulu….

apalagi yang harus saya lakukan sekarang pak…semua cara sudah saya coba untuk mengatasi semua kegilaan ini, tapi kalian tidak pernah memperbaiki diri , masih saya yang salah sekarang?????

bisakah bapak memberikan kami kenyamanan, hingga kami bisa menggantungkan hidup kami di kota kecil ini, atau kami harus pergi dari kota ini…

andai saja desa dan kota..kota lain nya mampu mengakomodir semua mimpi-mimpi kami, mampu menjadi kota semegerlap jakarta,desa dan kota kecil lainnya, tempat yang nyaman bagi kami untuk beristirahat tapi bukan tempat yang tepat untuk menggapai mimpi…semua kisah tentang mimpi kami ada di jakarta , kota kecil yang semakin menggila..

saya tidak berharap banyak ,bapak bisa menyelesaikan semua kegilaan ini, tapi tolonglah..sekali lagi saya minta tolong, berikan lah kami fasilitas dan solusi yang lebih baik, kami akan terus berjuang mencari alternatif lain…tapi..tolong bapak perbaiki kualitas dari alternatif ..alternatif itu…

salam saya untuk bapak…

Dari

Penduduk kota ini yang amat sangat mencintai jakarta

ps : gila..jakrta bener2 macet..dari tadi di mobil gak sampe-sampe sudah dua jam lebih, mobil..mobil bergerak bagai keong…kereta api di batalkan, nekat buka laptop dan nulis postingan ini, gak tahu dech berapa jam lagi harus sampe dirumah,,,

dan akhirnya sampai di rumah jam setengah sepuluh malam 3 jam perjalanan ..lumayan untuk mebuat punggung sakit, yang lebih sedih lagi saat mau online…modemnya belum di isi ulang…