26

Kualitas Vs Simpati,,#Indonesian Idol 2012


Bekesong City, 9 Juni 2012,,,

Selamat Malam semuanya,, bagaimana weekend kalian.. have a nice weekend ya semuanya. 

Siapa yang suka nonton Indonesian Idol, jujur ya dulu saya gak begitu suka sama ajang pencarian bakat ini , males aja, nontonnya,,tapi untuk Indonesian Idol 2012 kali ini , lumayan lah saya ngikutin …(*bosen sama sinetron yang makin gak jelas mutunya..

Indonesian Idol kali inil,pesertanya lumayan berkualitas, jauh beda dari peserta sesion sebelumnya,(*dan ini juga jadi alasan saya suka ngikutin spektakuler show nya,, walaupun jurinya tetap aja menyebalkan dengan commentar mereka yang kadang gak penting itu,

Tapi ada beberapa hal yang asli bikin saya geregetan bangettt sama acara ini

Ekploitasi Menjaring Simpati..

Aishh bagian paling menyebalkan dari acara ini adalah Eksploitasi, kisah haru yang sebenarnya gak penting di buat sedrama mungkin ,agar masyarakat menjadi simpati kemudian tergerak untuk kirim SMS ramai-ramai dengan alasan.. “Dia udah pernah susah dalam hidupnya, saat nya dia bahagia jadi mari kita kirim sms,,”

Juri yang gak mendidik dalam komentarya.

Ingat kan episode minggu lalu, saat salah satu finalis tersingkir,, Sean yang punya kualitas lebih di banding yang lain , harus pulang karena perolehan SMS nya rendah,,dan juri kemudian menggunakan hak veto untuk menyelamatkan Sean..

Sebenarnya sih bukan di episode kali ini aja, juri kasih komentar yang gak banget, di episode sebelumnya juga,tapi di episode kali ini , comentar juri makin menyebalkan, mungkin karena mereka geregetan sama masyarakat indonesia yang memilih bukan karena kualitas, tapi karena simpati , tapi komentar nya itu gak banget ,, salah satu komentar yang menyebalkan adalah

“Percuma aku kasih komentar tentang penampilan kamu, karena itu juga gak akan mengakibatkan apapun, harusnya masyarakat indonesia dengarnya pake kuping, pilih yang enak di dengar,,

banyak lah hari ini komentar juri yang menyindir perilaku masyarakat kita yang terlalu mudah bersimpati kemudian mengabaikan kualitas seseorang, saya maklum kalau juri juga geregetan sama fenomena ini , tapi gak gini juga caranyaa,, bukan dengan mendidik masyarakat dengan komentar yang gak sehat,,

Banyak hal yang bisa di lakukan oleh juri untuk mengatasi masalah ini ,, bisa kan juri yang usul ke produser nya Indonesian Idol, merubah mekanisme penilaian..agar lebih fair..

One man one vote misalnya.satu sms untuk satu peserta,,cara ini jauh lebih fair, karena gak ada lagi bagian bom SMS , satu nomor hanya boleh kirim satu kali,,

Prosedur Penilaian yang fair antara Juri dan pilihan pemirsa, atau merubah mekanisme juri , jika selama ini penonton yang punya peranan penting dalam menentukan siapa yang tereliminasi , mungkin mekanisme nya bisa di rubah,, selain pilihan pemirsa juri juga bisa memberikan nilai untuk para peserta, peserta dengan nilai terendah ( kombinasi SMS dan pilihan juri ) itu lah yang pulang..

Saya rasa cara-cara seperti ini jauh lebih fair, lebih adil,,dan mencerdaskan masyarakat..

Kualitas Vs Simpati..

Eksploitasi kehidupan yang di ekpos berlebihan, komentar juri yang mendiskreditkan salah satu peserta,,semua ini akan berujung dengan simpati dari masyarakat, melahirkan masyarakat yang memilih bukan karena kualitas dari peserta tapi memilih karena kasihan,,gak tega,, dan alasan-alasan yang kadang gak masuk akal lainnya..

Hari ini ,,Febri salah satu finalis yang punya kemampuan lebih dan layak di perhitungkan pulang karena perolehan SMS nya terendah,, dan hari ini kita juga harusnya belajar banyak hal,, bahwa Kualitas gak selamanya menyelamatkan,, hoki, keberuntungan dan juga simpati dari pemirsa itulah yang menentukan..

Tapi hari ini ,saya juga percaya,,mungkin Febri tersingkir dan harus pulang,,tapi saya percaya, di depan sana ada banyak kesempatan emas untuknya, perjuangan sejatinya baru dimulai ketika para peserta itu telah tereliminasi, yang dia butuhkan adalah berjuang hingga titik darah penghabisan,, melakukan yang terbaik,,