19

Karena Hidup Adalah sebuah pilihan…


my office room 6 Agustus 2010 15:11 (not feeling well

hai semua…makasih ya yang udah berkunjung dan ninggalin comment..maaf ya, belum sempat berkunjung balik dan selalu balesin commentnya dimalam hari, soalnya sekarang saya lebih suka edit coment yang ada baru ketik balesannya, lebih repot..tapi lebih nyenengin..karena comment yang tertera adalah comment yang bener-bener dari teman-teman semua.

belom jadi

ingat gak waktu kecil ada dongeng Putri Salju, ada moment dimana Putri Salju makan apel beracun terus dia tertidur panjang,dan kemudian berakhir dengan datangnya Pangeran Tampan yang menyelamatkan Putri Salju…kadang saya berpikir apa jadinya ya, jika Putri Salju, menolak apel tersebut dan balas menyuruh nenek sihir memakan apel tersebut, atau Putri Salju tidak memakan apel tersebut dan 7 kurcaci yang memakannya…he…he…eh..yah itulah imajinasi saya,andai Putri Salju melakukan pilihan yang berbeda..pasti ending ceritanya berbeda bukan…(^_^)

yah begitulah..kadang tanpa kita sadari setiap detik dalam hidup kita adalah pilihan, mulai dari bangun tidur,.sampai mau tidur lagi semuanya adalah pilihan dan setiap pilihan kita pasti ada resikonya….(^_^)

salah satu diantara sekian banyak cerita dalam hidup saya tentang memilih adalah kemarin…

kemarin pas mau pulang dari kantor, hujan turun lebat, teman-teman saya memilih menunda waktu pulang nya dan nongkrong di kantor sampai hujan berhenti dan saya..dihadapkan pada dua pilihan

  • ikutan nunggu hujan berhenti nongkrong dulu ama teman-teman dan artinya saya harus pulang naek omprengan melalui jalur darat di jakarta dan dipastikan akan bersahabat dengan kemacetan jakarta-bekesong..ehm…paling cepat perjalanan 2 jam, paling lama unpredictable..3 jam…bahkan mungkin 4 jam..akhir-akhir ini kemacetan di jakarta makin menggila….
  • tetap pulang naek kereta seperti biasa, gak punya payung..tapi pastilah di jalan banyak ojek payung, basah dan kehujanan tapi sampai dirumah lebih awal gak perlu nunggu dan gak ketemu indahnya macet jakarta.

dah saya lebih memilih pilihan kedua, tetap pulang walaupun satu kantor ngelarang dengan alasan hujan yang deras saya dengan polosnya hanya menjawab “Tenang aja,ini hujannya cuma sebentar kok..” dari kantor saya masih harus naek bemo dulu sebelum naek bus untuk kemudian turun di stasiun sudirman,jarak dari kantor ke pangkalan bemo cukup dekat, dan salah-satu dari OB saya berbaik hati mengantarkan saya hingga ke pangkalan bemo.

ternyata di benhil,pas turun dari bemo tidak ada satu orangpun ojek payung yang saya jumpai, (*saya  lupa kalau ojek payung malas beredar di pasar, mungkin mereka lebih suka di halte dan ditengah hujan deras seperti ini, ojek payung pasti laku keras. )hujan semakin deras dan gak ada pilihan lain..saya harus hujan-hujanan untuk menuju halte bus,(^_^) basah kuyup pastinya, untung lah saya segera dapat bus, dan kemudian menuju stasiun sudirman..ternyata cerita sedih saya belum berakhir, ada razia polisi di stasiun sudirman,jadi bis gak bisa berhenti di sudirman dan supir yang baik hati itu menurunkan saya di tosari, (*grand indoesia lebih tepatnya,..) hujan yang semakin deras, gak punya payung,..jalan kaki menuju stasiun sudirman…sendirian pula…alamak jay keren banget.. (^_^)

sesampainya di stasiun sudirman, ternyata kereta nya terlambat, hujan deras selalu mengakibatkan gangguan kereta, kereta gak akan bisa pakai kecepatan biasa, selalu lebih lambat, untuk menghindari anjiloknya kereta tersebut, dan distasiun sudirman saya jadi manusia yang amat sangat manis, basah kuyup untung cuma celananya aja yang basah, baju saya hanya lembab, karena msih di lindungi jacket yang saya kenakan..

satu setengah jam jarak tempuh yang harus saya lalui, setengah jam nunggu kereta, dan satu jam di perjalanan biasanya di perjalanan hanya 30 menit tapi kali ini kereta berjalan lebih lambat, dan tertahan di banyak stasiun,

kedinginan , kelaperan dan badannya mulai demam,serta radang tenggorokan yang sedang menyiksa, saat itu saya berpikir…apa jadinya jika saya memilih pilihan pertama menunggu hujan berhenti baru pulang kerumah, pastinya saya tidak akan basah dan kedinginan seperti ini , mungkin saya hanya harus berdamai dengan macetnya jakarta…tapi inilah hidup saya telah memilih dan setiap pilihan ada resikonya….

saya memilih tetap pulang naek kereta, dan resikonya adalah saya harus kehujanan,

sampai di bekesong .he…he..he…bekesong ternyata kering kerontang…bintang bersinar dengan terangnya, dan mama saya dengan polosnya bilang..”kenapa kamu basah-basah gitu, kecebur got neng.. :D

itulah hidup, semuanya adalah pilihan dan apapun itu pasti ada resikonya..semua ada ditangan kita sebagai manusia tetap melangkah tanpa memikirkan resiko di depan, atau memilih diam dan menunggu…

dan seperti hari ini kehujanan kemarin telah dengan sukses membuat badan saya demam, radang tengorokan yang makin hebat,