,surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini,,,,,,,,


Kemacetan Jakarta 8 Oktober 2010, 19:40

surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini

gila..gila dan semakin gila…kemacetan kota ini kian hari kian menggila…

gak tahu siapa yang harus disalahkan..gak tahu siapa yang harus di komplain…

inilah jakarta, kota kecil yang menawarkan sejuta mimpi bagi setiap umat manusia.

inilah jakarta, kota kecil dimana saya, dan juga jutaan manusia menggantungkan hidupnya, berjuang meraih mimpi-mimpinya…

inilah jakarta, kota kecil yang orang orang bilang..lebih kejam dari ibu tiri, setiap pagi kami harus memulai hidup ini dengan perjuangan, menjalani rutinitas hidup yang semakin lama semakin menggila…

inilah jakarta, kota yang tak pernah berhenti bernafas, kota kami.. apapun itu kami harus belajar bersyukur dan mencintai kota kami…

tapi..saya sungguh ..sungguh tidak tahu kepada siapa lagi saya harus protes untuk semua hal gila..yang semakin hari semakin menggila..ini bukan cerita lebay, tapi ini fakta, silakan bapak cek berapa banyak diantara kami yang berubah menjadi semakin temperamen, sering sakit, dan darah tinggi karena kegilaan ini…

Saya tahu, bapak pasti akan berkata “coba cari alternatif lain dong, jangan hanya protes,” saya sudah mencoba nya pak…bahkan tanpa bapak suruh, karena saya juga sadar, tidak mungkin menyerahkan semua tanggung jawab ini kepada bapak…

BUSWAY

ya Busway awalnya mungkin menjadi alternatif untuk semua kegilaan ini, tapi tahukah bapak , busway tidak seperti yang kita bayangkan,space langkah antara shelter dan busway , terlalu luas, sehingga banyak ibu-ibu yang hampir terpleset disana,       antrian panjang,..karena ternyata jalur busway yang seharusnya untuk dirinya sendri, ternyata harus berbagi tempat dengan kendaraan lain, bukan pak bukan hanya itu pelecehan seksual, pencopetan dan supir yang suka ngerem mendadak, busway tidak menjanjikan kenyamanan seperti yang selalu bapak ceritakan, bahkan terkadang busway tetap sama dengan metro mini malaikat pencabut nyawa yang bisa menabrak pejalan kaki, kapan saja…

KERETA API…

Kereta Api mungkin terdengar sedikit lebih baik, saya telah mencoba nya pak,

Kereta Ekonomi harga tiket Rp 1.500 murah meriah untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, tapi pak tahukah bapak…murah selalu berarti tidak nyaman, lagi..lagi saya harus protes, kereta ekonomi itu, amat rawan pelecehan seksual, pencopetan yang semakin menggila,pedagang asongan hingga pengamen, semuanya mewarnai perjalanan kereta ekonomi, pasti bapak sekarang mau bilang..”mau enak, naik yang mahal dong, mau enak kok bayar murah”  iya,saya tahu kalau bapak benar, tapi surat ini belum selesai jadi bapak jangan potong dulu ya…

Kereta Ekspress, harga ticket Rp 10.000, dingin, kursi busa,, dan waktu tempuh menjadi lebih cepat…prinsip ekonomi, ada harga ada nyaman….

“terus udah ketemu dong solusinya, kenapa masih komplain”

tidak pak, cerita saya lagi..lagi belum selesai….

tahukah bapak apapun jenis kereta itu, mereka hobi sekali datang terlambat, terutama kereta ekpress hingga kami menjadi terbiasa dengan keterlambatan itu…15 menit,30 menit, bahkan satu jam..kami masih setia menunggu sang kereta besi, asalkan kami tidak harus berteman dengan kemacetan jakarta…
“so what’s the problem…”
belum pak, cerita ini belum selesai,bisakah bapak berhenti memotong cerita saya,

kereta itu tidak hanya hobi terlambat, tapi kereta-kereta itu amat teramat egois, dengan seenaknya membatalkan keberangkatan nya, dengan seribu satu alasan mulai dari pohon tumbang, gangguan signal , listrik mati,dan seribu satu alasan lainnya, bahkan kereta itu membatalkan kedatangannya tanpa meminta maaf terlebih dahulu….

apalagi yang harus saya lakukan sekarang pak…semua cara sudah saya coba untuk mengatasi semua kegilaan ini, tapi kalian tidak pernah memperbaiki diri , masih saya yang salah sekarang?????

bisakah bapak memberikan kami kenyamanan, hingga kami bisa menggantungkan hidup kami di kota kecil ini, atau kami harus pergi dari kota ini…

andai saja desa dan kota..kota lain nya mampu mengakomodir semua mimpi-mimpi kami, mampu menjadi kota semegerlap jakarta,desa dan kota kecil lainnya, tempat yang nyaman bagi kami untuk beristirahat tapi bukan tempat yang tepat untuk menggapai mimpi…semua kisah tentang mimpi kami ada di jakarta , kota kecil yang semakin menggila..

saya tidak berharap banyak ,bapak bisa menyelesaikan semua kegilaan ini, tapi tolonglah..sekali lagi saya minta tolong, berikan lah kami fasilitas dan solusi yang lebih baik, kami akan terus berjuang mencari alternatif lain…tapi..tolong bapak perbaiki kualitas dari alternatif ..alternatif itu…

salam saya untuk bapak…

Dari

Penduduk kota ini yang amat sangat mencintai jakarta

ps : gila..jakrta bener2 macet..dari tadi di mobil gak sampe-sampe sudah dua jam lebih, mobil..mobil bergerak bagai keong…kereta api di batalkan, nekat buka laptop dan nulis postingan ini, gak tahu dech berapa jam lagi harus sampe dirumah,,,

dan akhirnya sampai di rumah jam setengah sepuluh malam 3 jam perjalanan ..lumayan untuk mebuat punggung sakit, yang lebih sedih lagi saat mau online…modemnya belum di isi ulang…

45 thoughts on “,surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini,,,,,,,,

  1. surat terbuka ini, alangkah lebih baik bila dimasukkan ke kolom ‘surat pembaca’ di koran2 terkenal di jakarta ,Usagi.
    agar ada yg membaca dan mungkin juga ada reaksi utk memberikan solusi🙂

    Kita tak pernah tahu kapan sih moda transportasi di ibu kota akan membuat aman dan nyaman para penggunanya.
    lihat saja, bolak balik kecelakaan kereta tetap saja terjadi, bus, metro mini, dan angkot sekalipun tetap saja ngetem seenaknya.
    salam

  2. xixixi… itulah salah satu alasan sy knp memilih tinggal dan bekerja agak jauhan dr jakarta🙂
    **ttp sebulan sekali kadang sy merasakan nikmatnya macet di jakarta kok.

  3. jadi ngeposting waktu lagi dijalan neh put??

    3 jam??wow.. kalo disini udah bisa jauh tuh perjalanannya..padang-payakumbuh..😀

    ada alternatif lain put..naek sepeda aja.. *bisa gede tuh betisnya*

  4. Hi Usagi…
    Indah merasa kasihan akan masa yang Usagi habiskan di dalam kemacetan tersebut. 3 jam adalah masa yang sangat panjang berada di dalam kereta. Untung ada laptop yang panjang umur baterainya. Indah sendiri tidak pernah merasai situasi ini, semuanya lancar aja. Ayuh… bertugas di desa. Nyaman udara dan segar badan.

    Miss you, friend. Salam indah dari Indahkasihku.😀

  5. dua postingan berturut2 tentang transportasi. kayaknya emang beneran stress ama kemacetan jakarta ya mbak put? hihi

    solusi nya emang perbaiki layanan transportasi umum biar pengendara2 kendaraan pribadi pindah pakai busway/kereta api🙂

  6. untungnya saya telah lolos dari cengkraman kota itu
    meski waktu kecil dulu tinggal di sana

    moga ada solusi dari para mereka yang biasa angkat bicara di ruangan bagus itu🙂

  7. Semoga bapak-bapak dan juga ibu-ibu yang disana, berkesempatan membaca dan meresponnya..🙂

    Alhamdulillah saya gak pernah merasakan kemacetan ini say, orang kantornya cuma didepan rumah.. ihiyyyyyyyyyy…. (tiap hari jalan, hihihi)

    Eh, jangan marah2 mulu ah, ntar cepet tua lho… heheheh

  8. Mbak usagi gimana kalau di terbitkan di surat pembaca😉
    Saya sendiri belum pernah mengalami kemacetan seperti di Jakarta, sulit dan dan memang sulit untuk mecari solusi yang baik, jika pusat pembangunan masih diprioritaskan di Jakarta, jika masih tetap dipusatkan di Jakarta, sampai kapanpun masalah akan terus terjadi dan mungkin akan menambahnya

  9. sangat indah tapi menyedihkan mebaca suratnya kak usagi …
    inilah fenomena sekarang … inilah akibat pemikiran banyak orang yg mengatakan jakarta adalah satu-satunya daerah yang sukses yang juga bisa memberikan kesuksesan … nam besar jakarta sebagai ibukota negara tidaklah menjamin setiap insan bisa meraih sukses …
    sukses bisa diraih dimana saja … tidak harus di jakarta … dan inilah akibatnya
    mungkin pola pikir inilah yang harus diubah …

    semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang

  10. Nduk, saya memahami kekesalan dan kecewaanmu ttg situasi di kotamu.
    Eyank dulu juga pernah kerja di Jakarta selama 7 tahun. Hal-hal yang kamu alami juga dialami jutaan orang lainnya. Mereka tentu juga mengeluh seperti kamu.
    Mengapa mereka semua mengeluh. Jawabannya hanya satu yaitu : mereka sering membaca blognya Tary-Ssi yaitu http://mengeluh.wordpress.com

    Sabar ya nduk, hanya itu yg bisa saya nasihatkan, soalnya kalau saya ikut mengeluh entar malah saya jadi kurus.

    Salam sayank untukmu selalu

    Salam hangat dari Plesiran-Blog untuk mempromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikelnya bahkan akan mendapatkan tali asih berupa sebuah buku yang menarik dan bermanfaat sesuai pilihannya.
    Silahkan bergabung dengan Plesiran

  11. Samaa… super capeeekk sama kemacetan..!!
    makanya saya setia sama Kang Ojek, biar ujan badai, saya milih naik ojek klo pulang kantor..

    Heran, katanya dulu “SERAHKAN PADA AHLINYA”
    Manaaaa buktinyaaa.. manaaaaaa?? Semprul!
    Situ enaak, tiap mau lewat ada yang bukain jalaan… lah sini, piye??!

    *esmosi + curhat colongan*😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s