Ilmu kepemimpinan sederhana dalam perspektif Islam dan Budaya Minang


Banyak ilmu maupun teori yang diperkenalkan oleh peneliti dari luar negeri yang sering jadi acuan oleh para pemimpin di Indonesia.

Bila di tilik dari sisi yang lebih dekat sebenarnya kita punya ilmu yang sangat sederhana yang bila dihayati dan di amalkan mungkin jauh lebih hebat manfaatnya dibandingkan teori dari barat.

  1. Ilmu Kepemimpinan dalam perspektif budaya Minang.

Pemimpin dalam minang merupakan orang yang dipilih secara mufakat oleh anggota persukuan (misal dalam pemilihan datuk-ketua suku).

Orang minang mengistilahkan seorang pemimpin sebagai orang yang ditinggikan seranting dan didahulukan selangkah”, ini maksudnya pemimpin ditinggikan kedudukannya dipatuhi perintahnya, karena telah dipilih secara mufakat bulat air karena pembuluh, bulat kata karena mufakat.”

Anggota harus mengikuti perintah dan aturan yang ditetapkan oleh pemimpin.

Satu hal yang patut di catat, meskipun anggota patuh pada pemimpin, ini bukan berarti pemimpin bisa semena-mena, karena ada istilahraja alim disembah, raja lalim disanggah”.

Oleh karena itu si Pemimpin yang telah dipercaya harus adil dan bijaksana dalam bertindak.

Si pemimpin juga harus pandai mengolah sumber daya manusia yang ada di sekitarnya, tidak ada yang dihilangkan perannya meskipun si anggota ada yang memiliki kekurangan sebagaimana pepatah yang buta penghembus lesung, yang tuli penembak meriam, yang lumpuh penjaga rumah”, ini mengisaratkan semua anggota bisa memberikan peran dalam kemajuan organisasi meskipun memiliki kekurangan dalam hal ini misalnya cacat.

Inti dari hal yang penulis utarakan diatas adalah

ð Jauh sebelum dunia barat mengutarakan ilmu kepemimpinannya serta teori demokrasinya, budaya demokrasi telah tertanam dan tercipta pada Masyarakat Minangkabau selama ratusan tahun yang lalu,

ð Pemimpin harus adil dan bijaksana

ð Semua orang tanpa terkecuali bisa memberikan sumbangsih nya, karena orang yang merasa diperhatikan dan sumbangsihnya dapat dirasakan dan dihargai oleh atasannya akan semakin giat dalam bekerja, ini akan berpengaruh akan kesuksesan organisasi dalam mencapai tujuannya.

  1. Ilmu kepemimpinan dalam perspekif Islam

Ini merupakan ilmu yang sangat sederhana, yang sebenarnya banyak dipraktekkan oleh semua umat Islam.

Contoh sederhana yang dimaksudkan disini adalah Sholat.

Hanya ada satu orang pemimpin dalam sholat yaitu imam, Imam dipilih karena kemampuan dan ilmunya dalam bidang agama yang lebih tinggi dibandingkan daripada yang lain (anggota-makmum),

Meskipun dianggap memimiliki kemampuan yang tinggi, bukan berarti menjadi imam itu mudah, satu hal yang patut diingat, bila imam salah ia akan berdosa besar, pertanggungjawabannya langsung kepada Allah S.W.T.

Setiap gerakan maupun ayat yang dibaca oleh imam harus sesuai dengan tuntunan agama, harus berurtan mulai dari takbiratul ihram sampai dengan salam, tidak boleh asal semaunya imam.

Satu hal yang menarik, bila imam salah (misal salah dalam gerakan dan hal ini masih dalam toleransi misal lupa jumlah rakaat) ia harus mengakui kesalahannya dengan melakukan sujud sahwi (sujud diakhir shalat) dan meminta maaf kepada jamaahnya sesudah shalat usai.

Sedankan bila kesalahan itu tidak dapat ditoleransi, yaitu hal yang membatalkan shalat si imam, dan hal ini tidak bisa di toleransi (misal kentut), ia harus membatalkan shalatnya, ini berhubungan dengan hati nurani, saya maksudkan disini hati nurani, karena bisa jadi kentutnya tidak mengeluarkan “aroma” dan hanya dia sendiri dan Allah S.W.T yang tahu, maka si imam harus berani mengundurkan diri sebagai imam dan segera digantikan oleh salah seorang makmum.

Dalam budaya Asia Timur ada istilah harakiri, yaitu pemimpin yang merasa gagal, biasanya dia akan melakukan bunuh diri.

Dalam Agama Islam, bunuh diri merupakah hal yang diharamkan, yang dituntut dalam Islam, bila pempimpin salah dan gagal, dia harus mempertanggunjawabkan kesalahannya dengan sujud sahwi maupun mengundurkan diri.

Dilihat dari sisi Makmum, bila seorang imam telah ditunjuk, maka para makmum harus mengikuti setiap gerakan dan ayat yang dibaca oleh imam, makmum tidak boleh mendahului imam, ini mengindikasikan bahwa anggota organisasi harus mematuhi atasannya.

Makmumpun memiliki tanggung jawab dalam mengingatkan imam bila imam melakukan kesalahan, misal imam salah dalam membaca ayat, maka makmum akan mengeraskan suaranya membimbing imam agar tidak salah, ini mengindikasikan makmum juga harus membimbing imam agar salat tidak salah.

Meskipun makmumnya perempuan, tapi ia harus mengingatkan imam agar tidak salah dengan menempuk punggung telapak tanggannya. Ini membuktikan bahwa dalam islam perempuan juga memiliki peran penting dalam shalat, (apalagi dalam kehidupan).

Inti dari hal yang penulis utarakan diatas ,

ð pemimpin harus orang yang memiliki pemahaman akan kepemimpinannya (ilmu yang tinggi),

ð pemimpin harus berada di jalur yang telah ditetapkan,

ð pemimpin harus memiliki berani mengakui kesalahan, dan bila ia telah keluar dari aturan yang ditetapkan ia harus mengundurkan diri,

ð Anggota organisasi wajib mengigatkan pemimpin bila telah keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

Semoga tulisan diatas bermanfaat dalam kehidupan kita, dan membuat kita bangga akan Agama dan kebudayaan kita

Bekasi, 15 April 2010.

pasti bingung baca tulisannya,,sejak kapan tulisan saya lurus gini..he…he..he..anda benar,,ini bukan tulisan saya,,tadi lagi beberes folder di laptop nemu tulisan si Abang,, mungkin ini bahan buat ngajar kuliah kali ya,,karena si Abang kan ngajar leadership,,tapi di publish aja,,lumayan buat ilmu..

21 thoughts on “Ilmu kepemimpinan sederhana dalam perspektif Islam dan Budaya Minang

  1. well done…

    dari awal saya sudah gak percaya ini tulisan lu put, solanya gw tau lu sibuk…. sibuk syuting jadi nting, wkakakakkaa…

    kaboooooooooorrrrr…..

  2. wow… local leadership as a local wisdom ya?

    saya yakin, mulai dari Aceh sampai Papua, orang-orang Indonesia punya kepemimpinan sendiri, dan saya yakin itu sangat bagus🙂

  3. What’s?? Nting nulis ginian?? gak percayaaaaaaaa….
    eh, ternyata bener, ini tulisan abangnya yang bijak ituh, hehehe,,,
    salute untuk si abang, kapan atuh bikin blog sendiri,, hehehe…

    @ mas prim n bli Arnaya… ikutan ngumpet dong… *dikejar-kejar nting*
    hahhahahahha

  4. How’re Anda lakukan? Aku berbahasa Indonesia juga untuk soal fakta. Dan aku mencintai posting cantik Anda. Saya suka bagaimana Anda informasi saya di Ilmu kepemimpinan tersebut. Plus, aku menikmati kenyataan bahwa Anda sebutkan banyak hal saya tidak benar-benar tahu pada usia saya. By the way, aku 11 tahun, dan itu bagus untuk bertemu dengan Anda. Saya memberikan blog ini bintang 5. TOP takik!

  5. Pantesaaaannn, aku agak2 curiga 😛
    kapan pula anakku yg lasak ini, tiba2 berubah gaya penulisannya , jadi ”jaim” ginih……..😀

    bilangin sama si abang Put, kapaaan berbagi melalui blog buat kita semua .
    tulisannya keren tauuuu…….🙂
    abang hebat euy……🙂
    salam

  6. tulisan lurus,,,emang ada tulisan keriting yaaa…
    qiqiqiqi….

    andai pemimpin kita seperti itu, maka tidak ada lg kerusuhan ya,,,
    (btw, husni mubarak belum mau mundur juga tuh, padahal sudah banyak korban di mesir…)

    pu3 bernyanyi: “aduh kasihan…kasihannnnn….^^”

    TOP postingannya,,,put,,,mmmuah,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s