Perjodohan dan bagaimana mereka memaknainya.. Part 2


Baiklah setelah kita membaca Part 1  tentang acara perjodohan di komunitas minang… sekarang saat nya baca Part 2 ya.. maaf..kalau nunggunya kelamaan..😀😀

cerita ini dimulai dengan kuatnya adat perjodohan di keluarga minang,, tentang dua orang anak manusia Buyung dan Upik yang akan di jodohkan.. bagaimana selanjutnya..mari disimak ya ..

Ketika kedua keluarga mulai memperbincangkan hal ini,, mempelajari bibit, bobot, dan bebet masing-masing keluarga,, lagi-lagi ada hal unik, ketika keluarga Buyung menyetujui tentang perjodohan yang ingin mereka lakukan,,bagian pertama yang diajak untuk berunding bukan lah Buyung , sang korban dari perjodohan ini, tetapi keluarga besar, ketika keluarga besar menyatakan setuju, selanjutnya tugas sang ibulah untuk membujuk anaknya agar mau menikah, si Buyung cukup liat foto, dengar promosi dari sang Ibu,, dan kemudian mengambil keputusan, setuju atau tidak setuju,,

Ketika Buyung menyatakan setuju, keluarga buyung akan melamar Upik, dan lagi..lagi seperti kasus diatas,, yang diajak pertama kali ngomong bukan Upik tetapi keluarga besar,, ketika keluarga besar bilang setuju, maka tugas sang Ibulah untuk membujuk upik agar setuju dengan perjodohan ini,,

Mungkin ada yang bertanya-tanya segampang itu ya, ya semuanya tergantung dari kemampuan seorang Ibu untuk mempengaruhi anaknya, menjelaskan Bibit, Bobot dan Bebet, latar belakang dan kepribadian Buyung,, dan di akhir semua nasihatnya sang Ibu akan mengeluarkan senjata rahasia,, nasihat klasik yang selalu di ucapkan oleh para Ibu ketika anak-anak mereka di jodohkan

/“ keputusan terakhir ada ditangan kamu,, tapi kita keluarga besar percaya kalau ini adalah yang terbaik,, kalau kamu masih ragu,,cobalah Istikarah,, temukan jawabannya,, biarkan ALLAH yang menuntun mu, menemukan jawabnya,,”

Dan nasihat ini cukup manjur,, kedua belah pihak melakukan istikarah,,dan 90 % dari semua cerita yang ada menyatakan setuju untuk di jodohkan,,

Waittt bentar,, pasti ada yang nanya,, si Buyung ama Upik udah ketemu belummm,, tidak saudara-saudara, mereka gak ketemu,, mereka Cuma tukeran foto, sama tukeran no Handphone,,dan semuanya berlanjut dalam komunikasi dan canggihnya teknologi, Telepon, Facebook, Yahoo Messenger,,

Gila ya,, mulai dari proses lamaran, tunangan,, hingga akhirnya menikah mereka belum ketemu,, Buyung dan Upik baru ketemu 2 minggu menjelang pernikahan mereka,, dan mereka cocok..cocok aja, , gak ngalamin apa yang di sebut “prewedding sindrome”

Gila dan bener-bener gila,… manusia memutuskan menikah hanya karena pengaruh keluarga,menjalin komunikasi yang Cuma by phone aja, hebat,,dan bener-bener keren,,

Bagi saya pernikahan adalah hal terpenting,,keputusan besar yang di buat sekali seumur hidup,, harus berpikir 1000 kali,, saya selalu berpikir,,andai saya meninggal di umur 60 tahun,,dan saya menikah di umur 26 tahun,,berarti saya akan menghabiskan 34 tahun hidup saya dengan orang yang sama,membangun sebuah kisah baru,,jadi saya akan selalu berpikir banyak sebelum memutuskan ya,,untuk menikah..

Tapi tidak bagi Buyung,,Upik bahkan mungkin bagi keluarga besar saya yang lain,, mereka memutuskan menikah melalui sebuah kata “Perjodohan” saya pernah bertanya, bagaimana dengan perasaan cinta,, apa cinta bisa di paksakan,, apa cinta bisa tumbuh kemudian.. dan mereka menjawabnya dengan bijakk.

“ semua nya di mulai dari kata percaya,,asal kita percaya dan mampu menjalaninya cinta itu akan tumbuh, semua nya di mulai dengan kata keyakinan,,yakin bahwa ini yang terbaik, yakin bahwa kita mampu,, dan asal semua tetap berjalan di koridor yang benar,,percayalah di jodohkan bukan lah hal yang buruk.. “

Lalu saya akan kembali bertanya.. kalau kemudia cinta itu gak tumbuh gimana, kalau ternyata proses perkenalan kalian yang seumur jagung itu ternyata gak punya impact apa-apa gimana,, kalau ternyata salah satu dari kalian jatuh cinta lagi gimana…(*saya nanya kaya wartawan ya..😀😀😀

Dan lagi..lagi mereka menjawab.

“mungkin cinta itu tidak tumbuh,, tapi ketika sudah ada anak.anak rasa sayang itu akan hadir dengan sendiri nya,, rasa di mana kita ingin menjadi yang terbaik.. kalau ternyata pasangan kita di luar harapan kita,, maka anggaplah itu ujian dan tantangan..

ujian agar kita selalu bersabar,,dan tantangan untuk membuatnya menjadi lebih baik lagi.. dan jika suatu hari nanti salah satu diantara kami ada yang jatuh cinta lagi kepada orang lain..maka bukan cintanya yang salah , kami lah yang salah,, percaya pada satu doktrin yang selalu di tanamkan para tetua-tetua kami..bahwa rumput tetangga hanya fatamorgana, ,rumput di halaman sendiri tetap lebih baik..”

Hebat kan.setiap ada salah satu dari keluarga besar saya yang menikah karena di jodohkan saya akan menanyakan pertanyaan di atas dan semua rata-rata menjawab dengan jawaban yang sama,,jadi teringat sama nasehat salah satu tetua kami yang selalu bilang…

“kelakk ketika kamu sudah semakin dewasa,,cinta bukan lah hal terpenting dalam hidup ada banyak hal yang lebih penting,,dan percayalah cinta itu bisa di paksakan,,ketika kalian melakukan segala sesuatunya dalam ketulusan.cinta itu akan muncul..”

Setiap manusia mempunyai pemahaman yang berbeda-beda tentang perjodohan dan jujur saya salut sama semua ini,,dan kadang ini yang lagi-lagi bikin saya percaya bahwa hidup adalah misteri

SELALU ADA RAHASIA DI BALIK RAHASIA..

Ada banyak kisah perjodohan dan pernikahan yang lebih heboh dari kisah upik dan buyung,,dan setelah mereka menikah,,keluarga mereka baik..baik aja.. nah kalau misalnya ada yang nanya..terus lo gimana put..lo di jodohin dong…ha..ha..ha..ha saya akan menjawab..no comment…liat ntar aja dah..😀😀😀

22 thoughts on “Perjodohan dan bagaimana mereka memaknainya.. Part 2

  1. ohh gitu ceritanya, koq mirip dg ajaran Islam ya, cinta tumbuh dg kebersamaan dalam ikatan yg halal (pernikahan). Karna cinta yg tumbuh sebelum semuanya halal, itu bukan cinta sejati. Dan jika cinta itu blm juga tumbuh, bersabarlah, dan minta pertolongan pada Allah. Jika pasangan yg dinikahi (wanita) tdk seperti yg diharapkan, bersabarlah, krn itu ujian dr Allah, bs saja ada 1 hal yg tdk km sukai tp ternyata dia memiliki 1000 kelebihan yg tidak km ketahui. Ahh tapi tetap saja semua itu berpulang ke manusia itu sendiri yg menjalaninya, akan dibawa kemana hidup ini, Allah telah memberikan 2 jalan untuk dia pilih, dan pilihan terakhir ada ditangannya sendiri…

  2. Pingback: Perjodohan dan bagaimana mereka memaknainya.. Part 2 « Rumah nya USAGI - Website Kumpulan Dongeng

  3. Ooh ternyata Buyung dan Upik akhirnya mau tooh, hehehe!
    dr kemaren nungguin akhir ceritanya..

    Well, basically aku sendiri ga menentang perjodohan, selama perjodohannya itu tetap memberikan kebebasan pada si anak untuk memutuskan.

    Karena kalo menurut aku, kehidupan pernikahan nanti baik pahit atau manis nya, yang merasakan adalah si anak.. jadi paling tidak, kalau ternyata pahit, si anak akan menjalani dengan ikhlas, karena itu pilihannya sendiri.

    Jangan dipaksakan.. itu saja pesanku buat ortu yang ingin menjodohkan anaknya😉

    Eh eh jadi penasaran lagi nih, kalo cerita akhirnya Mba Put gimana yaah? dijodohkan atau ngga yaaah?? hihihihi:mrgreen:

  4. Perjodohan memang hanya salah satu metode menemukan jodoh. Siapa yang tahu, kalau sebetulnya “ilham” untuk menjodohkan anaknya dengan “si anu” juga berkat “petunjuk” yang teramat halus dari Tuhan? Betapa halusnya skenario Tuhan terkait rejeki, jodoh dan mati.. Semua pasti tidak akan meleset dari “grand design” yang telah ditetapkan-Nya.

  5. iya ternyata sesuai ajaran islam yak,,,
    kebetulan aku dan suami jg minang jd gue mengikuti ajaran islam dan mengikuti adat juga yak,,,(cuma kelebihan gue udah kenal calon sebelumnya,,,kebetulan aja dikenalin juga,,,haha..)
    pantesan pernah keluarga besar akan mengenalkan dg seseorang,,tp gw ga kerayu put,,hehe,,kalo si upik ga sreg tetep aja ga akan jadi ya,,,

  6. menurutku perjodohan itu baik juga karena kalau kita ngotot menikah karena cinta yah lihat saja begitu banyak pernikahan yang katanya karena cinta itu kandas begitu saja
    wkwkwkwkwk

    jadi kapan dek?
    *kena timpuk*

  7. kalo ngomongin perjodohan banyak juga yang sukses membangun keluarga padahal gak saling kenal dulu
    tapi tetep, kalo mamah dijodohin mesti liat orangnya dulu n tahu karakter😀

  8. asal yang dijodohkan akhirnya bisa menerima dan menjalani dengan rela sih masih gpp ya. tapi kalo sebenernya di dalem hati nya gak suka gimana… bisa stres memendam rasa gak suka seumur hidup. mana bisa hidup bahagia kalo begitu…

  9. sekilas seperti itulah dalam ISLAM Put, gak ada istilah pacaran, yang ada ta’aruf (yang bahkan kadang hanya tau foto dan komunikasi jarak jauh), tapi mencari tahu info detailnya dari keluarga, teman dll seputar calon kita, lalu khitbah (melamar) jika sudah mantap melalui istikhoroh dan akhirnya nikah…

    sesimple itu Put, dan Oyen mengalaminya…

    Oyen ketemu cuman 2 kali sebelum merit, pas ta’aruf (karena rasul menganjurkan untuk melihat calon) dan saat lamaran…

    Allah maha pembolak-balik hati manusia, termasuk rasa cinta, yang jika semua kita lakukan karena Allah, maka mudah bagi Allah menumbuhkan rasa cinta pada keduanya…

    percaya deh, Oyen dan banyak kawan2 Oyen sudah mengalaminya, dan aturan Allah tak pernah salah🙂

  10. gw salut ama orang orang yang mau di jodohkan. karna mereka tuh menurut gw amang ikhlas mau nikah menuju kemajuan. trus pilihan orang tua emang yang terbaik. ngak mungkin orang tua mau jerumusin anak nya. tapi bwt yang udah ada pasangan. lebih seru ama pasangan nya lah asal baik. selamat lah buat si upik. karna si upic hihi bravoo upic

  11. Hehe. namanya pager ya harus diisi baterai sekali pakai, gak akan bisa bila dimasukin baterai lithium.
    Begitu pula pada Android, yang hanya menyala dengan lithium.
    Akan mati jika ditukar tukar.
    Ini sudah 2015, informasi meregas masa, pendidikan meroket, namanya adat pastilah bersifat lokal. Bukan global

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s