Selamat Jalan… Nting…


Bekesong City,, 19  Maret 2010

Masih ingat sama kisah Nting kisah cerita bersambung yang dimulai dari Dasrun yang ditulis oleh mbak Iyha dan kemudian kita semua di minta untuk melanjutkan cerita tersebut sesuai dengan imajinasi dan cerita masing-masing penulisnya

Saya bukan orang yang pandai untuk menulis fiksi, jadi apapun yang di tulis di Rumah ini adalah kisah nyata,,termasuk ketika saya kebagian kisah untuk melanjutkan cerita Dasrun saya memilih untuk menciptakan tokoh bernama “NTING” istri dasrun yang nyinyir, bawel, durhaka, matre dan rempong,, tokoh yang membuat akhirnya beberapa teman sering meledek saya dengan panggilan “NTING”

Segala penokohan tentang NTING, terinspirasi dari salah satu tetangga saya waktu masih tinggal di Tanah Abang, saya memanggilnya “Ncing Ape” seorang ibu yang juga mempunyai suami persis seperti Dasrun,,Pendiam , Sabar, dan Pasrah punya istri seperti Ncing Ape..

Ncing Ape,,, mungkin terdengar galak, menyebalkan dan selalu memusingkan tapi sebenarnya dia baik, Ncing Ape akan selalu menjadi orang yang paling pertama maju saat ada orang yang meremehkan Abah, (*suaminya,,) gak ada yang boleh menghina Abah kecuali dirinya,,,😀😀😀

Termasuk terhadap keluarga besar kami, Rumah Saya dan Ncing berdampingan,,

Saat kami kecil ,, Mama sama Papa sibuk berdagang di Tanah Abang, si Abang, sekolah sampai sore, tinggallah Saya berdua sama si Bungsu dirumah,, dan Ncing Ape lah yang selalu di titipin pesan sama Mama untuk selalu mengawasi kami,, jadi si Ncing udah kaya mata-mata mama,,

dia yang akan selalu kasih laporan ke Mama,, kalau saya bandel, mandi hujan,, bahkan saat saya berantem sama anak tetangga sebelah,, (*Saat itu saya menyebut Ncing sebagai Nenek Pengadu.. karena kalau Ncing udah ngadu pasti saya akan habis kena marah Mama…😀😀😀

terkadang saat saya sudah memulai hari dengan teriakan-teriakan karena perkelahian bersama si Bungsu dan Abang di rumah maka akan terdengar teriakan Ncing..

“Nonon…. suara lo gak bisa di kecilin ya…… ini udah malam…. teriakkk teriakkk kagak bisa tidor gw…”

tapi di balik semua hal yang menyebalkan itu,,Ncing juga selalu berbaik hati,, mengawasi saya dan sibungsu dirumah,, selalu mengecek setiap siang apakah saya dan sibungsu sudah pulang sekolah,, memastikan saya dan sibungsu baik-baik aja,, dan bahkan saat Ncing memasak masakan enak,Ncing pasti akan selalu mengantarkan kerumah kami semangkok dua mangkok,, dengan senyuman khasnya..

“”Semur daging buat si Nonon..” (*dan setelah itu Ncing kembali ke habitat aslinya,, Nyinyir, Menyebalkan , Rempong,, dan Rebek,,

Itulah Manusia,, selalu mempunyai sisi baik dan buruk,,gak ada yang sempurna,,tapi selalu memberi warna dalam kehidupan ,,

dan kemarin 18 Maret 2011 ALLAH SWT telah memanggil Ncing,, ke haribaannya,, ketempat peristirahatan terakhirnya,,Ncing telah pergi untuk selamanya,,

Semua yang bernyawa pasti akan pergi meninggalkan kita,, dan hari ini lagi-lagi saya belajar tentang hakikat cinta sejati,,hakikat saling memiliki,, saat saya berjumpa dengan Abah yang menangis terisak-isak di samping jenazah istrinya,, dengan getir Abah berkata,,

Mungkin Ncing adalah orang yang selalu marah,, mengeluh dan semua hal buruk lainnya,,tapi bagaimanapun Ncing adalah jodoh yang di kirim ALLAH untuk Menemani Abah menjalani hidup. Abah belum merasa siap untuk ditinggal Ncing,, perpisahan ini terlalu  menyakitkan,, Ncing telah mendampingi Abah selama lebih dari 35 tahun,,dan kita sudah terbiasa bersama,, Abah masih belum bisa membayangkan bagaimana menjalani hidup tanpa orang yang kita sayang..

Selamat Jalan Ncing,, Semoga Ncing diterima di Sisi-Nya,, dan semua kenangan tentang masa kecil bersama Ncing di waktu kecil akan Inon simpan dalam kotak kenangan terindah Inon..🙂

25 thoughts on “Selamat Jalan… Nting…

  1. kalau boleh jujur…
    saya tidak begitu nyaman..dengan cerita bersambung yang bilang…Nting itu tukang selingkuh,,Maniak dan yang lainnya,,,
    Mungkin Nting itu Menyebalkan,,tapi dia amat sangat mencintai keluarganya,,

    Dia hanya tidak mengerti bagaimana caranya mengungkapkan cinta..🙂

  2. terharu dengan kata2 Abah, biarpun Ncing punya hal buruk, tapi bagaimanapun dia adalah jodoh yang diberikan Allah
    kata2 sederhana ini menunjukkan kita harus siap menerima kekurangan pasangan, karena tak ada seorangpun yang sempurna

    aduh ,maaf ya put, ada nggak ya komenku yang jelek2in si Nting

    semoga almarhumah diampuni dosa2nya dan diterima amal ibadahnya, Amin

  3. jadi berpikir…
    ketika ibunya DIja masih ada, aku suka protes ketika dia datang. soalnya selalu bikin rumah jadi rame dan ribut.
    tapi setelah Ibunya Dija gak ada, jadi kangen ..kapan dia datang lagi, bikin rame lagi, bikin ribut lagi

    itulah,
    setelah ditinggal pergi,
    kita baru tau betapa pentingnya dia.
    sama seperti “NTING”…

  4. Itulah ajaibnya sebuah keluarga…
    Meskipun penuh caci maki, kadang dibalik itu malah penuh cinta yang tumpah ruah…
    semoga Ncing mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya…

  5. Innalilahi wa inna ilaihi roji’un…
    semoga ncing ape diterima disisi terindah Allah SWT dan abah diberikan keikhlasan juga ketabahan…

    kata-kata abah…
    Oh, bener2 terharu bgt bacanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s