Jika kamu harus melepaskannya


Bekesong City 22 Mei 2011

Sebuah pesan muncul di layar kurir yahoo saya

Teman: Kalau misalnya lo punya bunga kesayangan,,trus ada orang yang lebih membutuhkan dan meminta bunga kesayangan lo itu,,lo gimana..

Usagi : Ya udah ambil aja..kalau dia mau,,lagi gw gak suka bunga sich,,sukanya bunga bank atau bunga deposito *matre gak sich gw..*

Teman: Capek dah gw nanya sama lo,, emang elo mau kasih gitu aja,, emang lo ikhlas ngaasih barang kesayangan lo ke orang..

Usagi : *nyegir trus garukk garuk kepala* tadi lo tanya gw gimana,, giliran gw jawab elo malah complain gak jelas,, iya gw kasih ke orangnya kalao orang nya mau,,masalah iklas mah gw iklas aja..kan bisa beli bunga yang baru..

Teman : *Berdoa,,Tuhan ampuni teman hamba ini* gini,,gini,,andai nich ya..ada orang lain yang jatuh cinta sama Biru,,dan dia meminta Biru sama lo,,gimana apa lo akan mengiklaskan nya gitu aja.. ngebiarin Biru sama orang lain..

Usagi : Tergantung Biru itu masih jadi kisah yang gw jalani atau gw sudah menikah dengan dia,, Jika biru masih menjadi kisah yang gw jalani,, dan Biru juga menginginkan perempuan itu ya gw ngalah,, cinta itu di pilih cuy,,bukan memilih,, buat apa mempertahankan seseorang yang gak nyaman berada disamping lo lagi.. biarkan dia menemukan cerita baru nya ,,mungkin awalnya gw sulit..tapi gw percaya itu hanya sementara pada akhirnya gw akan menemukan kisah baru lagi..

Teman : *lap keringet akhirnya lo ngerti maksud pertanyaan gw..* kalau misalnya Biru sudah menjadi pasangan hidup lo gimana..apa akan sama aja..

Usagi : he..he…he. ini beda ceritanya.. egoisme harus di pasang disini, gw akan berjuang mempertahankan Biru agar tetap berada di samping gw,,mempertahankanya hingga titik darah penghabisan,, memperbaiki sesuatu yang salah agar bisa kembali bersama,, karena ada banyak hal yang harus di pertimbangkan, ini bukan tentang dia nyaman bersama lo atau tidak,,tapi ini tentang bagaimana kita menjaga komitmen,,,

He…he…he.. dialog gak penting diatas,, terjadi saat saya lagi iseng dan bingung mau nulis tentang apa.. ktika seorang teman bertanya bagaimana kita harus melepaskan sesuatu yang kita miliki karena ada orang lain membutuhkannya..

Menurut saya semuanya beda konsep tergantung barang apa yang diberikan ,jika orang tersebut memanng benar-benar membutuhkan maka saya akan merelakan barang kesayangan saya diberikan,,tapii sebelum memberikan dengan iklas *Atau mungkin terpaksa* saya akan memberikan alternatif barang-barang lain terlebih dahulu,,atau mungkin saya akan membantu teman saya itu untuk mendapatkan barang yang dia mau dengan usahanyaa sendiri,,

Tapi berbeda jika ini berhubungan dengan masalah hati,,maka saya akan melepaskanya,, karena saya ingat pesan seorang sahabat, ,

cinta itu memilih bukan di pilih,,ketika seseorang udah gak nyaman ada disamping lo,,dan dia menemukan kenyamanannya bersama orang lain,,maka lo harus belajar untuk melepaskannya,, jangan pernah memaksakan dia ada di samping lo,,karena sejatinya hanya fisiknya yang ada disamping lo tapi tidak dengan hati nya..


14 thoughts on “Jika kamu harus melepaskannya

  1. setuju!
    pertama ya tergantung dulu barangnya apa…
    dan gua juga setuju, sebelum langsung ngasih, lebih baik kita bantu ngasih jalan agar orang itu juga bisa berusaha untuk mendapatkannya sendiri…

  2. waduh…
    berat euy postingannya…

    tergantung barangnya sih…
    kalo mintanya cd drama korea…jelas jelas gak boleh laaaah…

    Kalo ada yang pengen minta Abah???
    akh..aku mah percaya abahnya gak bakal mau..hihihi…

  3. kalau saya …
    saya akan tanya pada diri sendiri …
    Ikhlas kah ?

    Ya … kasih …
    Nggak Ikhlas … ya jangan kasih

    (dan jujur saja … dimensi ikhlas itu kadang juga dipengaruhi erat oleh siapa yang meminta dan apa yang diminta)

    Salam saya Put

  4. waahh suka banget sama quotenya hehe.. soalnya untuk apa kita mempertahankan seseorang yang memang sudah gak mau sama kita, memiliki fisiknya tapi bukan hatinya, percuma juga..

  5. Lebih baik sih…kita mengikhlaskan untuk diberikan sama orang yang lebih membutuhkan daripada kita. Allah yang lebih tahu apa yang terbaik bagi kita, bukan kita yang lebih tahu. Apabila Allah menghendakinya tiada yang dapat menahannya. Percayalah, insya Allah kita ga akan sedih berkepanjangan…….*nyambung ga sih komentarnya?*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s