Saat Aku Lanjut Usia..


My Office 18 Juli 2011

Kalian suka perhatiin gak pasangan lanjut usia yang sudah nikah bertahun-tahun,,

Setiap hari kerjanya berantem terus kaya tom and jerry,,

Ada aja yang di debatin..

Ada aja yang jadi masalah..

Sampai kadang,, saya suka ngebatin gini..

“gila ya ini orang udah nikah puluhan tahun..berantem gak abis-abis… gak capek apa ya..”

He…he…he..he tapi kadang mungkin di situlah sisi romantisnya,, sisi dimana mereka saling mencintai,,

Kalau ketemu berdua,, berantem tiap hari,, debat kusir gak jelas,,,

Si ibu ngomell mulu,,sama suaminya… si bapak kadang ngebantah,,kadang manggut-manggut,,,

Selalu begitu setiap hari,,selama puluhan tahun….

Tapi ketika mereka di pisahkan..ketika salah satu dari mereka pergi..

Maka seperti dua jiwa yang menyatu,, salah satu dari jiwa mereka ada yang pergi,,

Maka mereka akan saling kehilangan , seperti anak ayam yang kehilangan induknya,, saling cari satu sama lain..

Riweh seriweh nya,, saling mengkhwatirkan,, merasa hidup mereka tidak berarti ,, pengen buru-buru ketemu dan kemudian saat mereka bertemu apa yang terjadi,, ya siklus itu akan kembali berulang,, kaset kusut yang selalu di putar setiap hari,,pertengkaran dan perdebatan yang gak pernah habis,,

Tapii sumpah ya saya sangat menikmati cerita ini,,menurut saya ini adalah cinta sejati,, inilah pelajaran tentang arti berbagi,,

Para pasangan tua ini,,tidak akan pernah mengeluarkan 1001 gombalan untuk mengungkapkan cinta mereka ,,  1001 rayuan maut untuk  membuat pasangan mereka terbang kelangit ketujuh..

Mungkin ya.. mereka malah tidak mengerti bagaimana seharusnya mengungkapkan rasa cinta itu,, dan cinta itu muncul melalui perdebatan,,pertengkaran yang gak berujung,,

Cinta itu hadir dengan mereka yang saling melengkapi,,saling mengisi,, dan saling berbagi,, mungkin juga saling membela saat salah satu pasangan mereka di ganggu oleh pihak lain..

Dan sore ini,,, dengan ditemani dua pasangan tua yang saling debat kusir yang jujur saya pengen ngomong gini..

pak buk,, udah napa debatnya ,, dua-duanya gak ada yang benar dah,, iki kuping pegel  lo dengernya….”

Tapi jauh di dalam hati saya ,,saya berdoa..

Kelak ketika saya menikah nanti,, saya ingin bersama hingga tua.. hingga mau memisahkan..

Sama seperti pasangan tua ini ,, yang saling melengkapi satu sama lain..

Yang selalu berbagi dan bersama,,,

Yang saat mereka di jauhkan mereka ingin segera kembali dan menemui kekasihnya..

Yang menikah puluhan tahun dan tidak berpikir untuk mendua…

Doa sederhana sebelum kembali ke rutinitas kerja…🙂

dan lagu ini pun berkumandang..

genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat kaki tlah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

19 thoughts on “Saat Aku Lanjut Usia..

  1. Hhmm..
    Awal-awal orang yang belum menikah biasanya melihat pernikahan adalah ujung kebahagiaan, yg baik-baik saja…
    Tapi setelah dijalani, akan semakin banyak kita tahu bahwa pasangan kita telah semakin “menjadi dirinya sendiri”. Dan di situlah peran kita untuk menjaga hati, karena memang rumah tangga adalah kehidupan baru. Benar2 kehidupan baru..🙂

    • Banget tante,,
      Karena semakin lanjut usia,, maka cinta itu akan semakin berkembang,,
      Kata mama ku ini bukan tentang cocok gak cocok,, karena kalau mau nemu yg cocok gak akan pernah nemu,,
      Ini tentang penerimaan apa adanya,, tentang bagaimana menjaga sebuah komitmen
      -LittleUsagi-

  2. Pernikahan memang gak segampang yang dipikir ketika sebelum menikah. Begitu dijalani ternyata ada banyak sekali hal yang tidak kita temukan sebelumnya. Permasalahan hidup menjadi lebih kompleks dan ribet, tapi kok anehnya hidup bertambah bergairah, karena segala sesuatu yang kita lakukan akhirnya benar-benar memiliki tujuan yang pasti.

    Tentang pertengkaran, hmm… Kalo saya pendapatnya agak beda yah. Berdebat bolehlah, tapi kalo dikit-dikit bertengkar, sayang bangeeettt karena kita tidak tahu akan berapa lama bisa bersama dengan orang yang kita cintai, karena kita tidak akan tahu bilamana salah satu dari kita dipanggil oleh-Nya🙂

    Mungkin karena saya pernah menjalani pernikahan jarak jauh, jadinya berasa banget betapa ‘mewahnya’ kebersamaan itu dan terlalu sayang kalo kebersamaan itu setiap hari diisi dengan pertengkaran🙂

    *maaf, komennya kepanjangan:mrgreen:

  3. jangankan yang masih hidup … yang sudah alamarhum pun masih meributkan untuk mendapatkan tempat yang layak disisi Nya …

  4. Aamiin.. itu juga keinginanku Put, bisa tetap saling mencinta sampai raga merenta, dan ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta lho hehe.. tidak berkata2 manis bukan berarti tidak sayang.. yang terpenting selalu saling mendukung, peduli dan mengasihi🙂

  5. Elo juga bisa koq put….just sharing sama eyang gue…mereka berdua punya karakter yang sama sekali berbeda…namun pernikahannya berakhir ketika mereka akhirnya meninggalkan dunia ini.
    Gw mau seperti mereka put….tapi jalan menuju itu sangatlah ga mudah dan penuh tantangan…nah mungkin ini yang bikin kita berusaha memberikan yang terbaik … kali yah??…..

  6. Pertengkaran pertengkaran kecil itu yang bisa mematahkan ketidak bahagiaan (Saya pernah mendengar kalimat ini, tapi entah dari siapa, lupa haha…)

    Top Markotop postingannya.. sederhana tapi inspiratif

  7. Aku suka lagunya SO7 yang ini..
    seperti ada energi baru setiap kali mendengarkan lagu ini..
    hmm… pertengkaran2 itu adalah cara mereka memaknai cinta dengan sudut pandang yg lain..
    hmm..indahhhhhhnya…
    aduh mbak,,,do’anya bikin aku terharuuuu
    hiks..hiks…
    Aminnnnnn

  8. suka lagu nya. sukaa bangeeet sama lagunya sheila yang itu

    kalau secara teori-nya Sternberg yang triangular love theory sih, yang tersisa dari mereka itu adalah intimacy dan commitmen, passion dari mereka udah gak ada.
    sedangkan kalau yang muda-muda itu biasanya malahan adanya cuman passionnya doang, intimacy adalah walau dikit, kalau commitmennya mungkin jauh lebih dikit.
    [hahahhahaha, kalau yang terakhir aku doang ding yang nambahin]
    hihihihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s