Sebuah kisah tentang Mr E


My Office, 3 Oktober 2011 (*finally… kembali ke jakarta…

Pemimpin…

Menjadi pemimpin..bukan lah sebuah tugas yang mudah,, banyak orang yang duduk di level atasan,, menjabat sebagai seorang kepala,, tapi kelakuan gak lebih kelakuan gak lebih dari seorang mandor yang suka perintah suka..suka,, yang hobi banget nyiksa bawahan,, punya prinsip… atasan selalu benar dan bawahan selalu salah..

Tidak semua orang dilahirkan menjadi pemimpin.. dan tidak semua orang mampu menjadi pemimpin.. dan hari ini izinkan saya menceritakan sebuah kisah ,, tentang seseorang yang saya temui di perjalanan tugas saya ke Kayu Agung,, seseorang yang di awal saya bertemu,tidak memberikan kesan apapun di mata saya,,dan di kemudian hari saya mengaguminya,,dan amat sangat mengapresiasi semua hal tentang dia,,

Mari kita Panggil beliau dengan nama Mr E, salah satu petinggi di perkebunan tempat saya melakukan training kemarin.. umurnya 47 Tahun, dan merupakan petinggi baru di perkebunan tersebut, sebelumnya beliau bekerja di tempat lain.. ada beberapa alasan yang amat sangat membuat saya mengagumi beliau

(*Ayo Tebak yang mana MR E

A) Mengayomi,,

Jabatannya sebagai Petinggi tak membuat beliau angkuh dan petantang petenteng sana sini,, sok kuasa,,atau merasa paling benar.. dimata semua…

Semua bawahan mulai dari level terendah di rangkul oleh beliau,, beliau amat sangat pandai menempatkan diri bagaimana harus bersikap,,

Saat ada bawahan yang mengalami masalah pribadi ,,menurun produktivitas,, maka beliau akan menjadi ayah dan sahabat yang baik bagi para bawahannya,,,

Saat ada bawahan yang nakal, mengelak,, dan ngeyel,, maka beliau akan tegas dan menegor para bawahannya,

Saat ada bawahan yang berprestasi dan melakukan hal-hal baik,,maka beliau akan memberikan pujian,, dan memotivasi para bawahan agar menjadi lebih baik lagi..

satu hal yang selalu saya ingat tentang nasihat beliau adalah..

Kita ini adalah Tim,, Semua mempunyai peran dan tugas masing-masing semua adalah bagian penting,,gak ada yang paling hebat,, ketika ada satu orang yang gak jalan,, dan keluar jalur,,impactnya bukan ke diri pribadi orang tersebut saja,,tapi ke semua Tim,, jadi kerjasama adalah yang terpenting,,karena kita adalah keluarga..

B) SEMANGAT untuk terus belajar,,

Terkadang saya suka under estimate sama orang tua,, karena orang kalau semakin tua,,semakin sulit untuk belajar,, terlebih ketika umurnya diatas 40 tahun,, ampun-ampunan dah kalau minta mereka untuk belajar,,

tapi beliau mematahkan semua teori saya tentang proses untuk belajar tersebut,, andai jempol saya ada 20 semua maka saya akan mendedikasikan semua jempol itu untuk beliau..

saya aja yang masih muda,, suka komplain dan protes ketika di hadapkan pada keadaan dimana saya harus belajar sendiri ,berada pada situasi dimana saya seperti berada di sebuah lorong gelap ,,gak ada penerang,,harus berjuang menemukan jalan keluar sendiri,,

tapi beda sama beliau,,saat ada di situasi tersebut,situasi dimana

di cemplungin ke kolam gede, gelap , banyak buaya, gak punya senjata,, gak ada yang kasih intruksi hal apa yang harus di lakukan..

Beliau berjuang seorang diri,, belajar dari banyak sudut,, gak malu untuk bertanya,,bereksperimen dengan banyak metode,,hingga menghasilkan sebuah hasil yang bikin saya bilang..

Sumpah ya pak,,gak semua orang bisa bikin sollusi kaya bapak,, bapak memulai nya dari nol..dari gak ngerti dari kosong dan berantakan,,hingga menjadi seperti saat ini,,sumpah ya pak,,top banget..

C) Menghargai,,dan Membuka diri terhadap siapa saja..

Tau kan kalau saya suka cengar cengir,,dan terkadang bersikap kekanakan, kadang sikap cengar cengir saya ini,,membuat banyak oraang meragukan kemampuan saya,, membuat saya sering mendapat tatapan sinis yang seolah bilang..

Emang elo bisa ngerjain itu,,kaya nya gak deh…

Tapi saat pertama kali,,beliau bertemu saya,,saya tidak menemukan tatapan itu,, beliau mengapresiasi saya,,bahkan membuka diri seluas-luasnya.,gak semua orang mau belajar,,terkadang saya sering di hadapkan pada keadaan resistensi yang tinggi keadaan dimana orang bilang..

Siapa sich lo,,gw tuch lebih tua daripada lo,,udah tahu semuanya,, gak butuh yang namanya belajar lagi,,lo tuch anak kemarin sore yang mau nunjukin diri dan sok ngajarin gw…

dan saya tidak menemukan ini dengan beliau,,beliau amat sangat welcome terhadap saya.. sumpah ini yang membuat saya amat sangat menghargai beliau..

inilah kisah tentang Mr E seorang pemimpin yang saya kagumi,, dua minggu bersama beliau membuat saya belajar tentang banyak hal,, membuat saya merasa malu akan semua sikap ego dan keangkuhan saya selama ini,,

Saya masih harus berproses untuk menjadi seorang pemimpin..dan di dalam doa saya,,terlantun sebuah harap agar saya bisa menjadi seorang pemimpin seperti beliau, pemimpin yang baik,,bukan pemimpin yang bertingkah lagaknya mandor atau hitler..


22 thoughts on “Sebuah kisah tentang Mr E

  1. Tampaknya kita semua harus siap kalau2 nanti di masa depan ditunjuk jadi pemimpin.🙂
    Memang mungkin diri ini merasa bukan pemimpin yang ideal, tapi cukuplah dengan kita berusaha meng-ideal-kan diri.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s