Ketika Inon Jadi Mpok Toyyib,,(*Episode Cinta Papa,


Bekesong City, 9 Oktober 2011 (9/10/11 *tanggal cantik ya…

Finally..home,,,,

Mpokk toyyib akhirnya setelah 3 minggu di deportasi dari satu tempat ke tempat lain,,akhirnya pulang juga kerumah…

3 Minggu yang amat sangat teramat sibuk,, dan membuat saya melewatkan banyak hal-hal penting dalam hidup,, Ulang tahun Abang,, Kepergian Biru,, dan yang paling parah ulang tahun Papa..

Ya Papa ulang tahun Papa 5 Oktober kemarin.. dan harusnya saya yang biasa di rumah,, merayakan nya dengan makan malam bareng keluarga,,tapi saat itu saya malah terdampar di Bumi Kalimantan..

Jika biasanya , ketika seseorang yang special berulang tahun maka saya akan menulis surat untuk mereka,, maka kali ini saya akan bercerita,, cerita tentang cinta Papa yang luar biasa,, (*ya saya sudah sering menuliskan tentang cinta itu,,tapi kali ini adalah cerita yang berbeda.. )

Seperti yang sudah sering saya ceritakan , jika Papa, adalah Pria tanpa kata, ,,laki-laki terhebat yang selalu menunjukkan cintanya lewat perbuatan,, kadang terlihat tak peduli,tapi dia akan selalu sibuk bertanya sama Mama,,tentang keadaan anak nya satu persatu..ya itulah Papa,, Laki-laki terhebat saya,,

3 minggu lamanya saya jadi Mpok Toyyib, tugas di luar dan gak nginep dirumah,,dan dalam masa 3 minggu itu lah saya melihat cinta papa yang amat sangat teramat besar,,

Minggu Pertama..

Minggu Pertama, saya menginap di salah satu wisma, di dekat kantor, saya menginap karena jika pagi saya harus jadi trainer , dan malam kembali bekerja seperti biasa,, ditambah untuk menghindari lagu lama saya yang selalu TELAT datang ke kantor,, jadi menginap adalah solusi terbaik,,gak telat,dan juga memperpanjang waktu istirahat,,

Nah di minggu pertama ini, hal kecil yang dilakukan Papa, setiap hari Papa bolak-balik Bekesong-Jakarta Cuma buat nganterin baju ganti saya,,cinta kasih yang teramat besar kan…

Setiap pagi,,Papa akan berangkat ke kantor saya dengan kereta pagi jam 6:15, kemudian menemui gadis kecil nya di Wisma, menyerahkan baju,, sekedar bertanya kabar kapan saya pulang,, cium tangan, dan kemudian kembali pulang dengan kereta berikutnya,,

Harusnya semua baju itu bisa di bawa saat saya memutuskan untuk menginap di kantor,,tapi Papa lebih memilih bolak balik Bekesong-Kantor , Pria terhebat itu, rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengantarkan Baju ganti, Teh Telor,,dan memastikan gadis kecilnya baik-baik saja..

Minggu Kedua,

Minggu kedua, saya jadi trainer di Kayu Agung Palembang, jadi jika di minggu pertama Papa masih bisa menjumpai gadis kecilnya di setiap pagi, maka kali ini,, Pria terhebat itu benar-benar berpisah dengan saya,,

Saya tahu Pria terhebat saya itu merasa sedih saat saya harus kembali berangkat,, meninggalkan rumah,, tapi seperti biasa,, Papa tidak akan mengungkapkan itu semua, hanya kepada Mama lah , beliau berkeluh kesah.. dan disalah satu keluh kesahnya Papa Bilang..

Nonon kaya bang toyyib ya gak pulang-pulang,, sekarang aja dia udah super sibuk kaya gitu, pulang sehari terus gak pulang seminggu,, apalagi nanti ketika karirnya sudah semakin maju,,apa anak itu akan ingat rumah,, ingat tempat dia di rindukan,,apa anak itu masih akan ingat kita orang tuanya.. jangan-jangan nanti hanya uang bulanan nya aja yang sampai,, tapi anak itu gak pernah pulang..

Laporan Mama tentang celoteh Papa, sungguh membuat saya merasa berasalah,,merasa sedih,,dan merasa takut jika semua kesibukan ini akan merampas kehidupan saya,, ingin rasanya menemui papa dan bilang..

Tenang aja Pa,,Inon janji,, Inon gak akan jadi anak durhaka,, yang Cuma kirim uang bulanannya aja,tapi yang punya uang gak pernah datang kerumah Papa,,lupa tempat dia di lahirkan,,lupa tempat dia dirindukan,,tenang aja Pa,,Inon janji,,,semua kesibukan ini,, hanya sementara,,akan ada masa dimana Inon kembali pulang,, ini hanya peperangan yang inon harus lewati untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita..

Ingin rasanya mengucapkan kata-kata itu langsung,,tapi apa daya,,sama seperti Papa,saya juga adalah manusia yang lebih suka mengungkapkan cinta itu dalam perbuatan bukan dengan kata,,jadi biarlah blog ini yang menjadi saksi akan janji saya itu..

Minggu Ketiga..

Belum hilang,, rasa lelah karena perjalanan panjang di dua minggu yang lalu,, perjalanan panjang ke Bumi Kalimantan sudah menunggu saya,, perjalanan terakhir dari rangkaian training yang harus saya lewati,,

Saya sampai di Jakarta hari minggu sore tanggal 2 oktober,, dan hari senin sudah harus kembali kekantor,, ditambah pula harus lembur mempersiapkan semua materi untuk perjalanan panjang  berikutnya ,, yang artinya pulang tengah malam jadi Cinderella lagi..

Malam itu 3 Oktober, Papa setia menunggu saya seperti biasa di depan gang, menanti gadis kecilnya pulang,, menanti dengan sabar,,ketika Taxi itu tiba,, Papa akan membuka pintu membawakan tas kecil saya dan hanya mengeluarkan kata.

Emang Inon gak cape ya,, besok kan inon harus pergi lagi,,(*hanya dua kata yang, saya jawab dengan cengiran panjang,, “abis kerjaan nya harus di kerjain,,” )

Pagi itu 4 Oktober,, ada perasaan bersalah melihat tatapan Papa yang seolah-olah bilang..

“baru juga ketemu sebentar udah pergi lagi..”

Bukan Cuma Papa,,tapi juga Mama, Abang dan si Bungsu,,semuanya protes atas kesibukan saya ini,,maka pagi itu saya yang biasanya paling anti bangun pagi,, saya rela bangun jam set 6 pagi,,dan menemani Mama ngobrol sambil mempersiapkan sarapan pagi,, mendengarkan celoteh si Bungsu tentanga penelitiannya,, cerita Abang tentang dunia mengajarnya,,dan Papa,, seperti biasa Papa hanya mendengarkan,, tak ada celoteh apapun dari Papa,, Pria terhebat itu hanya jadi pengamat dan pendengar yang baik atas semua cerita saya,,,

Jika biasa nya ketika saya sibuk bercerita maka Papa akan pura-pura tidur di ruang tamu tetapi khusyuk mendengarkan..(*karena ketika saya sudah meninggalkan rumah,maka Papa akan bertanya ini itu, sama Mama,,

Tapi Pagi itu,, Papa duduk manis mendengarkan semua celoteh saya,, Pria terhebat saya itu,mendengarkan semua celoteh panjang saya,, tanpa kata,,hanya dengan tatapan nya saya tahu bahwa pria terhebat saya itu merindukan saya,,

Tatapan nya mengatakan bahwa dia merindukan semua celoteh itu,, merindukan semua kehebohan rumah yang selalu hadir karena suara cempreng saya,, hanya dari tatapannya saya tahu dia merindukan saya,,

Jam 9 Pagi 4 oktober saya kembali harus meninggalkan rumah,,melanjutkan perjalanan saya,, Pria terhebat saya itu mengantar saya hingga Taxi yang menjemput saya,, seperti biasa tanpa kata,, hanya sebuah tatapan yang meminta saya untuk selalu menjadi yang terbaik,,

5 Oktober 2011, Hari ulang tahun Papa,, harusnya saya ada dirumah , merayakannya bersama,, tapi pagi itu saya terdampar di Bumi Kalimantan,, hanya sepatah kata yang dapat saya ucapkan,,

“Pa selamat ulang tahun yak,,”

Ya hanya kata itu yang dapat saya ucapkan di line telepon,, dan di jawab dengan..

Inon kapan pulang.. (*3 kata yang sungguh menyakitkan,jika saja saya punya pintu ajaib doraemon,,maka malam itu saya akan pulang,,dan merayakan ulang tahun Papa,

Ya itu lah sepenggal cerita tentang Papa,,Pria Terhebat saya,, cintanya yang luar biasa,, yang selalu membuat saya bersyukur karena saya memilikinya,,

Selamat Ulang Tahun Papa,,

Semoga panjang umur selalu,,

Semoga ALLAH yang baik,, selalu menjaga Papa..

Mewujudkan cita-cita papa untuk bisa  menikahkan  inon kelak,, duduk di depan penghulu dan melafazkan akad itu..(*Simple ya cita-cita Pria Terhebat saya..

Inon janji inon gak akan berubah,,selalu ingat pulang sesibuk apapun inon dalam hidup ini,,

24 thoughts on “Ketika Inon Jadi Mpok Toyyib,,(*Episode Cinta Papa,

  1. Nikmati semua selama masih bisa….
    suatu saat, kamu mungkin bukan mendapat jabatan tinggi
    tapi mungkin harus pindah kota, atau pindah negara
    baik sendiri atau bersama pasangan….
    akupun tidak menyangka akan pindah negara……
    Jalan hidup orang kan berbeda-beda.
    Yang penting pakai waktu yang ada semaksimal mungkin

  2. Komunikasi itu penting, Inon sayang…
    melalui ucapan atau tulisan..
    Ditambah kualitas pertemuan sangat pengaruh.
    (jangan sampe tiap pertemuan malah berantem😀 )
    **kayanya “si doi” juga ngga ngomong apa2, walaupun sudah banyak melakukan hal bersama, kan?

  3. Selamat ulangtahun buat Papanya Putri. Semoga sehat dan bahagia selalu..

    Masing-masing kita memiliki bahasa dan cara untuk mengekspresikan cinta. Karena ia adalah bahasa kalbu, maka sulit untuk diukur. Ia hanya bisa dirasakan, bukan didefinisikan.. Papa Putri telah menunjukkan itu semua..🙂

    Aku yakin, Papa Putri pasti bangga dengan anak gadisnya

  4. waaa bneer2 anak papi nih ya…
    duh sampe papa nya rela banegt nganterin baju tiap hari demi bisa nengokin putrinya ya…🙂
    itulah cinta orang tua ke anak ya.. luar biasa…🙂

    happy bday buat papanya ya!

    • Haaaa haaa haa
      Iyaooooo jadi malu,,
      Mas Arman juga ayah yg hebat
      Suatu hari nanti,, kalau andrew baca blognya mas arman,,
      Pasti dia bangga punya daddy sehebat mas arman
      my little usagi

  5. “jangan-jangan nanti hanya uang bulanan nya aja yang sampai,, tapi anak itu gak pernah pulang..”

    Jedeeeeeeeeeeer…*berasa kesamber geledek, :))*. Gue sebagai anak rantau ketampar banget sama kalimat itu, hahahahaha. Ah, jadi pengen pulkam.

    Selamat ulang tahun buat papanya yah😀

  6. kalo mpok usagi itu mpok toyyib…saya mah bang toyyib yah..hehehehe
    udah lama juga saya ke bekesong…ini aja lagi berkeliaran di pulau orang…
    udah berapa ulang tahu saya lewatin,,,udah berapa peristiwa saya lewatin juga..udah berapa stasiun saya lewatin (loh??…)
    yasudah, semangat aja yah mpok…
    salam selamat ultah juga untuk papanya….
    yang penting kan tetap bisa dapet hadiah…hehehe

  7. papa… kau tidak perlu menyayangiku… tapi… aku bebas untuk menyayangi papa, kan…?

    met ultah buat papa mu put, semoga selalu diberi kesehatan ya…:-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s