Ketika Hidup Berlalu Begitu Cepat,,, (*Episode Pengamen Kereta


My Office 4 November 2011 (*Alhamdulillah ya,,, JUM’AT,,,

A blind man sings in train and asks people some penny

gambar di atas saya boleh nyomot dari hasil karya nya neng dhilla

waktu saya liat gambar ini,,saya cuma comment di face book,,,

kamu nemu dimana dek,, kakak dulu sering ktemu dia

dan kemudian saya kembali melanjutkan aktivitas sperti biasa…. (*melupakan cerita tentang foto pengamen itu..

dan pagi ini pertemuan saya dengan dilla, kembali mengingatkan saya tentang foto yang di posting dilla.

Pagi ini Gambar ini membawa saya terbang kembali melintas lorong waktu saya,, memutar ulang Memori kehidupan saya..

2001,,

saya tidak ingat kapan persis nya ,, saya  pertama kali bertemu dengan sang Pengamen ini,, saat itu saya masih berseragam abu-abu,, masih SMEA,,(*Masih bau kencur kalau kata orang-orang mah…) Pengamen ini sudah wara-wiri di KRL Ekonomi Jakarta-Kota,, menyanyikan lagu ebiet G Ade,,  

2003,,

Saat-saat dimana saya memulai kehidupan saya sebagai MAHASISWA… saat dimana saya mulai mengalami sindrom ABG wanna be,, dan sang pengamen itu tetap ada disana.. dengan lagu Ebiet G Ade nya…

2005,,

Saat-Saat dimana saya merasa jatuh dalam kehidupan saya,,jika orang-orang bilang “hidup itu seperti roda berputar.. maka saat itu roda saya sedang ada dibawah… “ dan sang pengamen tetap ada disana.. kali ini saya ingat lagu apa yang dia nyanyikan..

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum…

Lagu ini menjadi Penyemangat dalam hidup saya,, bahwa setelah badai besar yang saya lewati,,selalu akan ada pelangi ,,dan ALLAH tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita…

2006,,

Finally badai itu sedikit demi sedikit berlalu..  saya yang dulu jatuh terpuruk,,sedikit demi sedikit mulai membangun tangga menuju mimpi saya,, saat dimana saya bersumpah..AKAN MENGEJAR MATAHARI SAYA,,Demi Mama,,Papa,,Abang dan Sibungsu,, dan Pengamen itu masih ada disana.. dengan lagu yang sama..

Juni 2011,,

Finally,, My Dream Come True.. mimpi Mengejar Matahari itu menjadi nyata,, dan sang pengamen itu masih ada disana.. dengan lagu yang sama…

November 2011,,

Jujur saya gak pernah memperhatikan sang pengamen ini,,saya hanya mengingat sang pengamen ini sebatas..oh iya dia Buta,,dan dia Ngamen lagu Ebiet,, that’s it,,, saya gak pernah kepikiran sudah berapa lama dia mengamen atau hal remeh temeh lainnya,,

Tapi postingan Dhilla, mengingatkan saya kembali pada pengamen ini,postingan dhilla membawa seperti membawa saya melewati gerbang waktu kehidupan saya..

Seperti gambaran slide power point,,sejenak membuat saya kembali melewati gerbang masalalu saya,,

Semua begitu cepat berlalu,, Rasanya baru kemarin saya lari-lariann ngejar kereta dengan seragam Abu-Abu saya,,curang gak bayar karcis di masa-masa bandel kuliah saya,, saya  yang bulak balik interview dari satu tempat ke tempat lain.. saya yang memulai hidup sebagai karyawn kantoran,, menyusun tangga mimpi saya,,meraih mimpi,,dan berlari mengejar semua ambisi saya…

dan sang pengamen itu ada disana,, dia selalu ada di kereta yang sama,,dengan lagu yang sama,, bahkan mungkin dengan kostum dan tongkat yang sama,, dia tetap ada disana.. apakah dia mengenal saya,, bahwa saya salah satu dari pendengar nya,, rasanya tidak,, mungkin dia hanya menganggap saya adalah satu satu dari bagian orang yang terkadang menyisihkan sebagian uang receh ke kantong kresek yang dia sodorkan,,sama seperti saya,, yang selama ini tidak pernah mengingat bahwa pengamen ini adalah salah satu bagian dari cerita hidup saya,, salah satu pemain figuran dalam episode yang saya lewati….

waktu begitu cepat berlalu,, atau saya yang berlari begitu cepat,,,

Pengamen ini mengingatkan saya,, bahwa ada banyak orang yang mendampingi saya,,atau mungkin ada di sekitar saya,, dalam perjalanan panjang saya berlari selama ini,, kemanakah mereka ,,

atau saya yang mengabaikan mereka,,,

kemanakah Petugas kereta yang dulu sering ngejar-ngejar saya karena gak beli karcis,,

Pedagang asongan yang selalu menemani saya bercerita,,

mereka mungkin pemain figuran dalam hidup saya..tapi dari mereka saya belajar banyak tentang hidup ,,saya janji suatu hari nanti ketika mood saya sedang baik,,saya akan berbagi cerita tentang para pemain figuran di episode kehidupan saya ini,,,yang mungkin gak penting,,tapi dari mereka saya belajar banyak tentang arti hidup..

31 thoughts on “Ketika Hidup Berlalu Begitu Cepat,,, (*Episode Pengamen Kereta

  1. kereta menjadi saksi kak (bukan cuma matahari) perkembangan kk dari hari ke hari hingga kini..
    sementara pengamen itu tetap pengamen yang sama. yang masih bersahaja.

    klo kemarin aku denger dia nyanyi ‘Insya Allah’ ~ Maher Zein

    Insya Allah… Insya Allah… Ada Jalan..

    aku yang setengah termenung pun langsung tersadarkan. bahwa hidup ini akan benar2 berjalan jika kita benar2 menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan; yakni beribadah (berpikir,bekerja&berdoa).😉

  2. diri kita saat ini adalah apa saja yang telah terjadi pada diri kita di masa lalu + pengaruh orang-orang dan lingkungan di sekitar kita…

    jadi termenung membaca blog ini.. hehe😀

  3. Itu Prameks apa KRL ya?
    Tapi kalo Prameks gak bisa gak bayar karcis, dan gak ada pengamen, berarti KRL. Btw, seru juga tuh pengamen sampe bertahun-tahun betah mengamen di kereta. Dari pendengarnya masih SMA sampe lulus kuliah lho, lama banget kan?

    Btw, salam kenal…

  4. figuran di hari2ku pernah juga cerita, entah di posting yang mana he..he..
    para PKL, kuli angkut, tukang jualan roti di bis yang sering kutanya bisku udah lewat belum..?
    mereka jadi mata2ku, kalau mereka bilang baru aja lewat, gampang tinggal ngejar aja di halte mana, naik ojek, malas nunggu bis lama2

  5. ebuah pembelajaran itu selalu didaptkan dari sebuah perjalan kehidupan. yang terpenting bukanlah siapa dia, namun apa yang dia sampaikan merupakan suatu hal yang dapat selalu memberikan kita semangat dalam bangkit dari sebuah keterpurukkan.

    Sukses selalu.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  6. subhanallah keren nih postingannya put. mengingatkan betul waktu cepat berlalu ya. dari 2001 sampai 2011 ya pengamen itu nyanyiin lagu sama. Kasian juga ya. terus ngasih duit gak ke orang itu? saya cuman beberapa kali ketemu beliau.

    emang kalau waktu sma suka gak bayar karcis, sekarang juga masih suka kabur-kaburan gak bayar karcis kan?

  7. Hebat banget postingan ini dan bener banget say,,, aku juga seringkali melupakan mereka-mereka (pemain figuran dalam perjalanan hidup gw)

    bahwa Allah SWT mengirimkan mereka untuk membawa pelajaran berharga bagi hidup kita… subhanallah,..

    merekalah cermin nyata bagi kita…

    salam kangen Iz..🙂

  8. Karena aku bukan komuter bis/kereta aku tak bertemu orang-orang seperti dia. Tapi banyak orang yang “lewat” dan “mampir” di depan rumahku di Jakarta…. dan aku sering teringat mereka, terutama 5 tahun terakhir ini🙂
    Mungkin….aku sudah merasa tua yah😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s