Day Three Dari Batu Caves hingga Menara KL (*Lost in Malaysia Episode 5


Bekesong city 20 November 2011

ini adalah postingan berseri,,supaya ngerti jangan lupa baca episode sebelumnya ya..

  1. Ketinggalan Pesawat… (*Lost In Malaysia Episode 1
  2. Terdampar di Negeri Pak Cik (Lost In Malaysia Episode 2
  3. Day Two Dari Berjaya Hingga Petaling.. (*Lost In Malaysia Episode 3
  4. Day Two,,Dari Little Indian Hingga Petronas.. (*Lost In Malaysia Episode 4

Haiiii haii haii,, jumpa lagi dengan cerita saya yang tak kunjung selesai episode nya.. baiklah setelah kemarin bercerita tentang petulangan di hari kedua.. maka kali ini saya akan bercerita tentang ada apa di hari ketiga..

Hari ketiga, personil kami sudah lengkap, agung dan fitri akhirnya bisa menyusul dan ikut liburan bareng sama kita., dan inilah laporan perjalanan kami… *check it out*

Commuter Line,,

Perjalanan menuju batu caves kami menggunakan KRL (*di bilangnya Commuter Line) dari KL Sentral,,krl di Malaysia,,sebelas dua belas dengan KRL di jakarta, harusnya KRL yang kami naiki berangkat jam 11:15 namun apa daya, kesalahan teknis, keberangkatan untuk jadwal tersebut di batalkan,, jadi kami harus naik KRL jadwal berikutnya, saya sempat ngobrol dengan salah seorang pengguna KRL dan jawaban yang saya terima adalah “ Oh emang biasa KRL nya terlambat,,atau di batalkan” (*pingsan..sama aja sama KRL di bekesong..),oh ya KRL nya juga punya gerbong khusus untuk wanita,, bedanya kalau di Bekesong gerbong khusus ada di rangkaian awal dan akhir,,kalau di malaysia gerbong khusus nya ada di bagian tengah ,

Kalau ditanya tingkat kenyamanan nya gimana..lagi lagi saya bilang sama aja sama yang di bekesong,,Cuma bedanya di sini kita gak akan nemuin orang yang bergelantungan di atap,, di pintu,,buat teman-teman yang biasa naik kereta , KRL Shortline Ciliwung,,nah persis tampilannya seperti itu,, KRL Malaysia sama dengan KRL Shortline Ciliwung., malah lebih bagus punya kita,,lebih dingin..😀😀😀 *bangga jadi anak KRL*

(*ada Gerbong khusus Wanitanya

Batu Caves

Batu Caves adalah tempat beribadah umat Hindu,, *googling sendiri ya buat sejarah dan ceritanya* jadi pas kita masuk itu ada patung hanoman yang tinggi sekali ,, saya gak bisa nebak berapa meter tinggi nya,,tapi yang pasti tinggi sekali

(*mejeng bareng agung di depan patung hanoman dan di depan kuil

(Kuil dan Patung dewa yang sedang di renovasi

(*begaya di depan tangga dan Patung Dewa

Jadi nih ya,, kita untuk sampai ke atas, kita harus naik tangga yang jumlahnya amat sangat banyakk 272 anak tangga.. (*kebayang kalau kesana sama mamih..pasti rempong minta pulang*), mendaki 272 anak tangga, dengan kondisi kaki yang lumayan pegel gara-gara kemarin seharian jalan kaki,, rasanya amat sangat luar biasa,, tapi semua rasa capai itu hilang,saat menyaksikan keindahan dari atas batu caves

(*sampai dipuncak,, langit dan stalaktit nya bagus ya

(*sedakep di depan kuil pemujaan,, :)

(*Pose dengan personil lengkap,, eh tahu gak itu si bungsu sama agung pakai baju kaos dengan model corak kalimantan.. *bangga jadi anak Indonesia*)

(*pose mangap di stalaktit dan tempat pemujaan ,

Suasana batu caves hari itu, lumayan ramai, karena sedang ada hari besar umat hindu yaitu depavali, jujur ya, saya merasa ironi dan bersalah berkunjung ke tempat ini,,ngerasa sedih aja,, khusyukny mereka beribadah terganggu dengan kami para turis yang sibuk foto-foto,,makanya saya juga gak berani pecicilan di tempat ini,,saya Cuma ngebayangin gimana rasanya kalau kita lagi sholat tahajud,,sedang ingin berdoa kepada ALLAH terus ada orang sibuk foto-fotoin kita.. bukankah itu akan mengurangi kekhusyukan kita dalam beribadah…

Setelah puas menikmati keindahan malaysia dari puncak batu caves, menyaksikan bagaimana saudara-saudara kita yang hindu berdoa kami pun turun,dan lagi lagi harus berpetualang dengan 272 anak tangga.. *nyengir*

(*foto bagian atas,,anak kecil yang berlari dan sukses membuat para merpati terbang tinggi,,dan tahu gak,,apa yang terjadi ketika saya yang memutuskan untuk berlari mengganggu kerumunan merpati,, merpati itu gak lari,,malah Cuma minggir tanpa dosa.. *sakit hati..* akhirnya karena kecewa sama merpati saya cukup main balon aja..

(*pas kita udah di bawah.. si bungsu sengaja minta foto bareng bule,,bule yang ada disana.. pas ditanya alasannya kata nya buat di pamerin di jakarta.. *pingsan lagi*

Menara KL the best place for galau

Tadinya kita mau menikmati senja di Menara KL, tapi berhubung hujan,,akhirnya kita hanya menikmati malam di Menara KL,,tahu gak apa yang ada di kepala saya tentang Menara KL,menurut saya tempat ini adalah tempat terbaik untuk bergalau-galau ria.. iya,,keren aja,, duduk sendirian, menikmati malamnya Malaysia, dan kemudian menuliskan semua hal galau yang ada di kepala..😀😀😀, oh ya tahu gak apa yang ada di kepala saya saat sedang ada di Menara KL, rasanya sama dengan ada di Puncak Monas atau Menara RRI jakarta,, menikmati kota dari ketinggian Malaysia..banyak lampu.. dan seruu

(*Menara KL, bersanding manis dengan Menara Petronas

(*Kuala Lumpur di Malam Hari

(*begaya di depan gambar tower-tower tertingi di dunia,, sayang Monas gak ada disana.😀😀😀

(*Begaya di jalan raya menuju Petronas,, kalau di tanya rasa kaki nya gimana,,rasanya luar biasa,

Yup demikian lah laporan jalan-jalan di hari ketiga, gak banyak tempat yang di kunjungi ,, gak ada jalan jalan ke pasar,,tapi saya cukup puas dengan menikmati sisi humanis masyarakat hindu di Batu Caves,, besok masih ada satu episode terakhir lagi tentang petualangan kami,,ya seperti biasa edisi jalan-jalan saya akan ditutup dengan bagian.. apa yang saya dapat dari perjalanan kali ini J

18 thoughts on “Day Three Dari Batu Caves hingga Menara KL (*Lost in Malaysia Episode 5

  1. kok tahu 272 anak tangga? kamu itungin ya? hihihi
    aku bakal nunggu kamu di bawah kalo gitu😀
    But di siu ada pegangan tangannya. Kalau di kuil-kuil Jepang tidak ada pegangan tangannya, dan itu menyebalkan😀

  2. ya emang nggak enak Put, datang ke tempat ibadah pas mereka sedang berdoa,
    rasanya jadi pengganggu banget

    pernah lihat sholat Ied di Parang Tritis difoto2in sama turis, bunda rasanya keki,
    jadi pas ke Tanah Lot ada upacara, bunda teringat perasaan itu dan nggak mau ganggu, cukup lihat dari jauh

    • Iya bunda,,
      Ironi bangett
      Aku makanya diem diem aja
      Hanya mengamati
      Kalaupun foto nyari yg jauh dri tempat mereka ibadah,,

      Beda banget sama masjid jamik,,
      Di masjid jamik,, turis boleh foto ada waktuunya
      Pagi itu,, dri jam 8 sampai jam 12

      Jadi gak ganggu yang mau sholat
      Ironi ya,,
      my little usagi

  3. Pingback: Apa yang aku dapat dari perjalanan kali ini.. (*Lost in Malaysia Episode 6 – Tamat | Cerita Usagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s