Menjadi Trainer


Bekesong City,, 22  Januari 2012,,,

Finally home,, kali ini rekor paling lama saya gak nulis,,tepat 8 hari biasanya dalam seminggu pasti ada satu atau dua tulisan..😀😀😀,,

Seminggu ini saya bertugas di Jambi,, tugas negara seperti biasa ,,jika biasa nya masih bisa curi-curi waktu untuk ngblog atau sekedar berisik di facebook atau twitter,,maka kali ini sukses gak bisa,,karena jadwal yang amat sangat padat..

Tugas ke jambi kali ini dalam rangka menjadi trainer untuk implementasi sistem yang sedang menjadi proyek saya..

Menjadi Trainer.. yang pasti saya bukan lah trainer sehebat si inyiak,, 😀😀😀 ,, training yang saya bawakan adalah tentang bagaimana user mengoperasikan sistem, memberikan pemahaman tentang apa yang mereka kerjakan, bukan hanya sekedar klak klik semata,, sebagai inputer,,tapi juga membuat mereka mengerti dan paham bahwa pekerjaan mereka adalah sebuah bisnis proses ,,sedikit kesalahan kecil yang menurut mereka gak penting..akan berakibat besar di kemudian hari.. (*Bahasa ai keren ya bow..😀😀😀

Dulu waktu awal-awal dapat tugas menjadi trainer,,saya seperti biasa panic,, dan langsung konsultasi sama inyiak, gimana menjadi trainer yang baik, gimana membuat audience gak bosan dengan cara kita berbicara..

Dan pada akhirnya,,saya menjalankan tugas ini dengan Learning by doing.. belajar dari setiap audience dan training yang saya jalankan…  setiap training memberikan kesan yang berbeda,,pelajaran yang berbeda tapi pada akhirnya selalu membuat saya,,jauh lebih mempersiapkan diri untuk training berikutnya..sedikit hal yang bisa saya simpulkan dari bagaimana menjadi trainer..

A) Membuat mereka percaya..

“PERCAYA” ya saya membutuhkan kepercayaan dari para peserta training,,bahwa saya yang akan memandu mereka untuk mempelajari sistem,,

Tahu kan bow,,karakter ai,,yang suka cengar cengir,, kaya anak kecil,, di setiap kesan pertama wajah wajah itu seolah bilang.. “ yakin orang kaya gini yang mau kasih training,,bikin ngantuk gak ya.. kalau gak bisa gimana”

Mengakrabkan diri dengan para peserta,,SKSD,, ngajak semuanya ngobrol,,gak mandang apapun jabatan mereka, cerita sama mereka kalau kehadiran sistem gak selamanya akan membuat fungsi mereka tergeser,,tapi malah membuat pekerjaan mereka jadi jauh lebih efisien.

Dan ketika mereka sudah mulai percaya,, merasa nyaman dengan training yang saya bawakan,,maka semua akan jauh lebih mudah..

B) Menurunkan kecepatan berbicara..

Tahu kan bow.. ai kalau ngomong itu kaya kereta..cepet,,, gak ada titik komanya…nah yang kaya gini juga harus di rubah kalau training,, kecepatan berbicara saya,,  harus di turunkan,, di setiap awal training saya akan selalu bilang… “ kalau saya berbicara terlalu cepat,, di potong aja,,dan jangan sungkan untuk minta saya mengulangi materi” jika di hari biasa saya berbicara dengan kecepatan 10,, maka pada saat training, saya akan berbicara dengan kecepatan 6-7 pelan.. pelan dan pelan..

C) Karena setiap training punya cerita,, setiap peserta punya karakter

Ya setiap training punya cerita,,  setiap training akan memberikan tantangan yang berbeda,, hari pertama adalah hari dimana saya mengenal medan perang saya..dan kemudian menentukan strategi apa yang harus dilakukan.. (*kayak perang ya bow.. )

Peserta yang defensive,, sok pintar,, atau merasa paling hebat diantara semua.. pertanyaan yang menyerang,, ingin terlihat pintar,  itu adalah bagian menyebalkan dari training yang saya lakukan.. tapi , saat peserta bilang.. “makasih ya buk, kita dari gak ngerti jadi mengerti,,” senyum mereka,,dan juga penerimaan mereka terhadap saya.. adalah bagian terbaik dari training..

dulu saya punya cita-cita menjadi dosen.. memberikan sedikit ilmu pada orang lain.. dengan prestasi tesis yang udah 2 tahun gak kelar-kelar seperti nya cita-cita itu mulai pudar..tapi Alhamdulillah ALLAH memberikan jalan lain..menjadi trainer, memberikan sedikit ilmu kepada mereka, bertemu dengan banyak orang.. itu adalah bagian terbaik dari pekerjaan saya…  dan juga merupakan bagian dari mimpi saya..

 

26 thoughts on “Menjadi Trainer

  1. Put …
    I tell you ya …
    Jadi trainer itu kadang perlu pecicilan juga …
    terutama pada saat jam setelah makan siang …
    hahahha …
    no saya tidak sedang bercanda … saya ngomong beneran ini …
    Justru saat itulah kita harus bisa sedikit pecicilan … Pertama supaya audience nggak ngantuk … Kedua … (yang lebih penting) supaya kita sendiri juga nggak ngantuk …

    Dan saya rasa … Jangan pernah merasa kehilangan wibawa sebagai trainer hanya gara-gara kamu pecicilan … this is what you are … !!! Jadilah dirimu sendiri …

    Yang patut kamu khawatirkan adalah … jika kamu jadi Trainer … tetapi tidak menguasai materi … Naaaaahhh … ini baru kamu wajib kuatir …

    So … Let’s rock and roll cyinnn …
    (bayangkan selalu kata-kata mereka yang berbunyi … “terima kasih ya Bu … kita jadi tau sekarang … “)(cam kan itu put … cam kan itu baik-baik … !!!)(itu sesuatu banget !!!)

    Salam saya Put
    (jiah histeris saya … panjang bener komennya)(qiqiqi)

    • Haaa haaaa haaa haa
      Panjang banget komentnyaaa

      Banget inyiakkk menguasai materi,,
      Kalau pas mereka jawab kita ngak ngerti,,
      Matilah,, langsung kehilangan tuh kepercayaan mereka,, yang ada dikepala mereka
      *jiahhh die aja kagak ngerti mau ngajarin kite*

      Jadi diri sendiri paling penting yakk
      Lagi aku kan emang gak bisa diem jadinya pecicilan dah,,
      Diemnya pas pidato pembukaan training sama penutupan
      *soalnya males disuruh ikut pidato juga*

      Abis makan siang,,
      Kalau gak gaduh,, yang ada pesertanya malah ngantuk atau sibuk sendiri :d
      my little usagi

  2. Eh, apakah perlu pasang alat pengukur kecepatan semacam speedometer di sepeda motor, Put?😀
    Keren, Put. Semakin banyak praktek, bakalan semakin pintar sebagai trainer🙂
    Sedangkan diriku, semakin kehilangan skill berbicara di depan umum😥

  3. iya awal2 ngasih training emang keder tapi lama2 jadi terbiasa ya.
    trus pindah ke US, keder lagi karena ngasih trainingnya harus berbahasa inggris. huahahaha.

  4. wew … ada cikal bakal om Trainer jadi trainer yak
    jadi pengen tau tuh yang speed berbicaranya bisa diatur sedemikian rupa hehehe
    emang sesuatu banget ya Put bisa berbagi lebih banyak lagi dengan orang lain
    semoga lancar ya urusan thesisnya #eh😀

  5. Menjadi trainer itu ngak harus serius terus…kadang humor kita sangat diperlukan, jangan merasa rendah ketika kita bisa duduk berdampingan dengan peserta,jangan sok wibawa…

    menguasai materi sangat penting..dan jangan menjadi orang-orang yang sudah terkenal..cukup menjadi diri kamu aja, sukses say

  6. Wah cepet mana sama aku kalau ngomong Put?😛
    yang terpenting bagiku adalah pede kali ya, kalau gak pede susah deh ngomong di depan umum apalagi sampai harus mengajari orang lain. Masalahnya gak pedenya karena merasa gak mampu atau mikir kalau orang lain mesti underestimate ke kita…

    pertama ngajar benernya bete juga karena pada ribut sendiri, sekalinya dia, ada yang suka nyolot… sebel… lama-lama jadi tahu cara mengatasinya,,, tapi yang suli itu adalah melontarkan ice breaker secara aku ini jayus kalau mau ngelawak😀

    Bravo Usagi!

  7. wah mulia sekali menjadi trainer itu, ngajarin ke orang-orang, harus sabar juga ya bu guru, apalagi nge training user yang biasanya kurang paham gitu, super duper harus sabar deh.

    jambi bo jauh aja ya..hihihi

  8. saya pengen jadi trainer,usia saya saat ini 18 tahun.
    apa terlalu muda?
    kalau ada yang bisa bantu ini nnmer saya 085335141818

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s