Gajian.. #Eps 11


Pulau Sebuku 29 Februari 2012

Finally Sebuku,, oh iya hari ini tanggal 29 Februari,, selamat ulang tahun ya buat yang merayakan..

4 tahun sekali,, semoga panjang umur dan selalu bahagia.. sampai jumpa di 29 Februari 2016

Happy aniversary juga buat semua yang sedang merayakan banyak hal,, mulai dari merayakan jadian, pernikahan..gaji pertama..apapun itu,, saya doakan kalian semua bahagia..

Gak berasa ya cerita 1000 kata saya sudah masuk di episode 11,, masih ada 169 hari lagi..he..he..he semoga saya tetap terus bisa konsisten untuk meneruskan misi ini ,,

Seorang teman pernah bilang gini sama saya…

“ Mungkin awalnya berat seribu kata, setiap hari,,terlebih lo yang anaknya moody dan pemalas,,tapi kalau lo punya tekad, dan membiasakan diri pasti lama lama terbiasa,, gak usah di paksain posting di blog, yang penting nulis aja.. dan seperti moto kita,, menulislah karena menulis itu menyenangkan.. “

Dan seperti yang sang teman bilang,, saya melakukannya dengan senang hati,, menulis karena menulis itu menyenangkan, menyempatkan diri dimana pun berada,, pada akhirnya semoga ini menjadi kebiasaan..

Buat yang lain..ayoo ikutan.. 1000 Kata perhari SEMANGAT!!!    

Good news,, disini emang gak bisa telpon,,tapi paling gak bisa internetan,walaupun sinyalnya byar pet,,he..he…he tapi masih bisa ym-an,,masih bisa berkomunikasi dengan dunia luar.. *elus elus dada*

Gajian.. apa yang ada di kepala kalian tentang gajian.. atau apa yang pertama kali di lakukan saat gajian..

Kalau saya nih ya.. hal pertama yang di lakukan saat gajian…

  1. Transfer uang dulu buat tabungan,, yup saya adalah orang yang sangat sulit untuk menabung,, jadi harus di paksa untuk menabung, kalau gak mah,gak akan bisa,,
  2. Makan siang diluar, he…he…he. konsumtif memang,, tapi kebiasaan aja kalau biasanya setiap hari bawa dari rumah, pas gajian makannya spesial di luar,, (^_^) menikmati uang gajian..
  3. Ngajak si bungsu jalan jalan dan bersenang..senang.. ke Mall, nonton bioskop,,belanja belanji,, 
  4. Beli novel terbaru

Gile yee gw ,,konsumtif abis kalau di awal bulan gajian.. mentang-mentang banyak uang bawaanya mau jalan jalan mulu..

Beberapa teman malah punya analogi gini …

Awal Bulan

Makan Siang  : di foodcourt mall terkenal

Transport : Naek taksi

Jalan – Jalan : Kemall  Belanja belanji

Tengah bulan

Makan Siang : AMIGOS (agak minggir got sedikit..)

Transport : Naik angkot , kereta

Jalan –Jalan : Kemall Cuma cuci mata aja,,gak pake belanja belanji,,cukup makan di food court aja..

Akhir Bulan

Makan Siang : Bawa dari rumah..

Transport : Cari temen yang bisa di tebengin..

Jalan-jalan : di rumah aja,nonton dvd ataupun tidur sepanjang hari..

Ha…ha..ha..ha. ayoo ngaku,,siapa yang ngalamin analogi gitu. *nyengir*

Itulah sedikit banyak cerminan kita anak –anak kota ,dengan segala dinamikanya,,terutama pas gajian..  rata-rata sama lah.. kalau kata si mama mah..

Kamu awal bulan tuch jadi orang kaya,, tengah bulan setengah kaya,, akhir bulan kembang kempis dah,, makanya nak,pinter pinter atur uang..financial planner kalau kata orang-orang di tipi mah..

Dan hari ini ,, saya menemukan dinamika yang berbeda dengan kata gajian.. ya gajian bagi para pekerja di Sebuku,,

Nominal gaji mereka mungkin gak seberapa ya,, paling banyak 2 jutaan.. standar umr Rp 1.200.000 ditambah lembur, premi dan tunjangan Mereka bisa menerima rata-rata Rp 1.800.000 – Rp 2.000.000 kalau lembur mereka banyak,, dan mereka bisa bekerja melewati target,, biasanya ada kelebihan dari gaji yang mereka terima…

Tapi Rp 2.000.000 itu bukan upah bersih yang harus di bawa pulang,, terkadang masih harus di kurangi potongan,, potongan pinjaman karyawan..logistik,, ataupun potongan karena mereka bekerja di bawah target,, mangkir dari pekerjaan..

Ya disini memang menerapkan sistem..

“ Jika kamu rajin maka kamu akan mendapat bayaran mahal,, jika malas maka tanggung resiko.. banyak potongan,, dan juga di bayar sedikit”

Rutinitas gajian mereka, beda sama kita yang di jakarta,, yang biasa nya uangnya langsung di transfer. Kita bisa cek gaji via ATM, Internet banking,, dan banyak teknologi lainnya…

Disini gajian itu di bayar cash.. ya iyalahh jeng.. gimana caranya mau di transfer secara ya boww..gak ada ATM disini ,, dan para pekerja juga gak melek teknologi, boro-boro mikir gimana caranya bisa nabung.. bisa hidup dan bisa makan aja sudah bersyukur..

Dan malam ini saya berkesempatan menyaksikan riuh rendah para pekerja yang gajian..

Gajian di bayarkan malam hari,, dikarenakan uang kas tersebut harus di bawa dari Nunukan,,dan di sepanjang hari para pekerja sibuk bekerja,, maka pembayaran gaji di lakukan malam hari mulai dari jam 7 Malam sampai selesai..

Para pekerja antri diluar kantor menunggu panggilan , masing-masing pekerja membawa ID Card yang akan menjadi bukti  pengambilan slip gaji,, sedangkan karyawan bagian payroll , duduk di dalam ruangan bertugas mendistribusikan gaji,,

Gak boleh ribut,,rusuh,, dan berisik,, karena proses penggajian di kawal polisi dan satpam..ha…ha..ha lebay memang,,mungkin untuk menghindari kerusuhan ataupun cekcok karena salah dalam pembayaran gaji,,

Yang antri gak boleh nyelak,, tadi saya yang gak ngerti aturan disana , main selonong boy aja masuk keruangan kantor, habis lah saya di celetukin sama ibu-ibu yang antri menunggu gaji..

“mbakk antri mbak,, kita aja antri “ saya Cuma nyengir aja dan bilang.. “gak bu , saya mau kedalem , mau kerja..”

Ada pemandangan unik disini,, mereka yang sudah menikah dan berkeluarga,, tidak datang sendiri dalam mengambil gaji,,Anak dan Istri mereka turut serta.. 

Pemandangan seorang bapak yang menyerahkan amplop gaji nya yang masih tertutup kepada sang istri dan disampingnya ada anak si bapak yang ikutan tersenyum saat wajah si ibu berbinar menerima amplop tersebut..

Ah ya.. saya menyukai pemandangan ini ,, entah apa yang ada di pikiran keluarga kecil itu,, mungkin bagi si bapak menyerahkan amplop langsung ketangan istri adalah kebahagiaan tersendiri dan kebangganya sebagai laki –laki , sebagai ayah dan pencari nafkah..

Bagi si Ibu saat menerima amplop langsung ,,mungkin yang ada di kepalanya.. “Tuhan terimakasih karena kami masih bisa melanjutkan hidup.. “ uang itu mungkin gak seberapa.. tapi itulah penyambung hidup mereka,,

Dan saya rasa bagi si anak yang ikutan tersenyum senang melihat sang ayah gajian.. mungkin yang ada dikepalanya.. “Gajian berarti bisa jajan permen di pasar,,atau gajian artinya bisa makan enak barang sehari di rumah..”

Entah lah kawan..saya bukan ahli nujum atau ahli ramal,, tapi melihat kebahagiaan keluarga kecil itu ,, menerima amplop gaji itu,, sedikit banyak membuat hati saya merasa tersentuh.. dan berpikir,,

Uang yang mereka terima gak seberapa,, hanya sekian persen dari gaji kita anak-anak Jakarta,,tapi senyum mereka,, rasa syukur mereka,,dan kebahagiaan mereka,, sepertinya kita anak anak kota,,tidak memiliki perasaan itu,, mungkin karena kita di manjakan oleh credit card, teknologi ataupun budaya konsumtif ,,jadi saat gajian datang yang ada di kepala adalah..Mau belanja di mana ya.. atau berapa tagihan yang harus di bayar..dan kemudian uang itu habis tak bersisa.. merasa gaji masih kurang.. upah tak layak,, mungkin itu bagian dari kurang bersyukur kali ya..


PS : Tulisan ini saya tulis waktu ada di pulau sebuku ,,alhamdulillah sekarang sudah kembali ke Nunukan, menunggu keberangkatan ke Jakarta. doakan saya ya teman bisa kembali ke Jakarta.. Postingan 1000 Kata terus jalan dan saya simpan di Draft, nanti satu persatu akan saya posting, tunggu yak.. *Berasa penting*

30 thoughts on “Gajian.. #Eps 11

  1. Pemandangan yang berharga banget ya Mput bisa lihat suasana si suami yang ngasih gaji langsung ke istrinya,hmm
    kalau aku lihat langsung, pasti berasa diketok-ketok deh..
    rasanya, DIA menyuguhkan pemandangan yang akan membuat kita untuk selalu mengingat
    tepatnya, dengan melihat kita akan selalu diingatkan…🙂

  2. sungguh ya non, dengan melihat sekitar kita, banyak pelajaran berharga di dapat….
    anakgadih mamih jeli sekali melihat momen diatas, betapa bersyukurnya mereka saat menerima uang jerih payah ….. 🙂
    dan, banyak dr kita yg kurang bersyukur ya nak….hiks😦
    salam

  3. ah Bunda sama dulu Put waktu masih sendiri dan jauh dari ortu, abis ambil gaji langsung makan enak, beli capcai sama sate, atau gulai otak, besok ya makan ikan asin lagi

  4. Aku pertama gajian, gajiku keciiiil banget tapi berasaaaa kayaaa banget….he…he…traktir makan orang rumah, beli baju, sepatu tp yg paling bahagia itu kasih mama sama Abah, tapi mereka ngga mau, maunya ditraktir makan saja….:)

  5. my best moment adalah waktu sang suami menyerahkan amplop ke istrinya dan disaksikan anaknya. terharu banget. jangan sampe ketauan Ram Pundjabi yah, ntar malah jadi sinetron gak jelas.🙂

    diriku kalo gajian, transfer sejumlah tertentu ke rekening khusus tabungan via internet banking. selebihnya di-manage sama nyonya rumah, doi yang pegang ATM-nya.

  6. wah terharu put, bagus artikelnya. iya ya harus banyak bersyukur. kalau gajian kayak gitu sistemnya, jadi inget di film2 ya yang kerja di pabrik atau kilangan apa gitu. ternyata emang gitu ya disana.

    mungkin di kalimantan bagian lain beda put?
    semoga saya makin banyak bersyukur put. kerja aja tadi pagi ujan malah males ya, harusnya tetep semangat supaya gak telat masuk kerjanya

    makasih put bagus postingannya

    • Heee hee hee
      Tahu dehh yg tadi pagi males-malesan ke kantor
      Di perusaahaan perkebunan umumnya emang kaya gini cuy,,

      Kita jauh lebih bersyukur yak
      Powered by Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s