Untuk Adik-Adikku Mahasiswa tersayang..#40


Nunukan 30 Maret 2012,,

Apa kabar kalian.. saat kakak menuliskan surat ini , mungkin kalian masih ada dalam rusuh huru-hura demo menentang kenaikan BBM..

Tenang dek,jangan defensif dulu, surat ini tidak akan menghakimi kalian, menggurui atau apapun itu,, kakak pernah ada di usia kalian. Di usia yang amat sangat muda,, dengan gejolak muda yang mungkin lebih wah daripada kalian..

Dek menjadi MAHASISWA itu adalah posisi paling terhormat dalam dunia pendidikan, kalian sudah tidak disebut siswa lagi,, tapi sudah di beri tambahan MAHA di depannya,,

Seru kan jadi Mahasiswa, Baju Bebas, tidak terikat dan dunia baru yang benar-benar luar biasa, ya dekk kakak juga pernah ada di masa itu , rasanya menyenangkan ,menuju dunia dewasa,, hidup dengan idealisme kita masing-masing,

Kalian adalah tunas-tunas pemimpin bangsa.. orang-orang yang kelak akan meneruskan pembangunan negeri ini , di pundak mu masa depan dititipkan,, Menjadi Mahasiswa juga membuat kalian melakukan banyak hal, termasuk salah satu diantaranya adalah DEMONSTRASI,,

Kamu tahu gak dek,, sekarang kakak sedang ada di satu tempat di ujung Negeri, terpisah dari keluarga, dari Ibu kota dan Cuma bisa geleng-geleng kepala melihat semua berita rusuhnya kota kita

Kampus kita dekk iya kampus kita , semalam, waktu kakak nonton berita, sedih rasanya melihat bentrokan yang terjadi di depan kampus kita..

Tapi kakak ngerasa lucu juga, bentrokan ini melibatkan banyak pihak,termasuk kampus kita dan kampus tetangga sebelah, jika selama ini , di tipi-tipi diberitakan tawuran antara kampus kita,,dan kampus tetangga sebelah, maka kali ini , berita yang di sajikan di televisi sedikit lebih berbeda yaitu ,, bentrokan antara aparat dengan mahasiswa kampus kita dan kampus sebelah.. yang bersatu menyuarakan suara rakyat..

Itu point positifnya jika selama ini kalian selalu tawuran gak ada habisnya,,kali ini kalian akur, damai dan menyuarakan satu suara, gak pake tawuran seperti biasanya.. *jempol deh buat si adek*

Belum dekk belum surat ini belum selesai, izinkan kakak meneruskan cerita ini sampa selesai dulu ya..

Demonstrasi ,, gak ada satu orang pun di Negeri kita tercinta ini , yang dapat melarang kalian untuk melakukan Demonstrasi,,itu hak kalian dek, sebagai warga negara, dan juga sebagai pemilik struktur tertinggi dalam dunia pendidikan..

Tapi masalahnya adalah cara kalian melakukan Demonstrasi itu dekk , Vandalisme,kekerasan,, itu yang salah dek,,,

Kemudian kalian menjawab.. “Tapi kami membela suara rakyat, kenaikan BBM itu semakin menyengsarakan rakyat”

Iya,,dek kakak tahu, kenaikan BBM itu akan menyengsarakan rakyat,,efek domino dek, ketika BBM itu naik , ongkos angkot naik , sayur mayur, semua kebutuhan pokok naik, itu pasti terjadi , karena kata si Mamah di rumah BBM belum naik harga daging sama cabe sudah melonjak naik,,

BBM kita per tanggal 1 April , akan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 kenaikannya 30 % , dan itu akan menyebabkan kenaikan harga di banyak pihak..

Menurut Kakak ya dek,, kebijakan menaikkan BBM itu gak sepenuhnya lebay,, daripada semua subsidi itu di habiskan untuk bensin akan lebih baik kan , kalau di gunakan untuk yang lain.. membangun sekolah bagi adik-adik kita, perbaikan kesehatan,, ataupun perbaikan infrastruktur Negeri kita..

Lalu kamu bilang.. “Tapi dimana-mana ada banyak kebocoran subsidi , korupsi semakin merajalela, coba lihat koruptor triluyanan rupiah di bebaskan sedangkan seorang bapak yang mencuri sendal di hukum bertahun..tahun,, kalau bukan kami siapa lagi yang akan membela suara rakyat kecil “

Untuk bagian ini kakak juga mengerti,, dan kita gak bisa berbuat apa-apa untuk hal ini , tapi daripada kita berteriak-teriak tentang perubahan menentang semua korupsi itu ,, tidak bisakah kita mulai dari diri kita sendiri ,,menjadi agen perubahan itu sendiri, kakak rasa itu jauh lebih baik daripada kita berteriak-teriak,,

Caranya,, ya kakak tahu, kalian akan bertanya tentang caranya.. bagaimana menjadi agen perubahan tanpa hanya berteriak-teriak tentang idealisme ataupun omong kosong lainnya..

Ketika kalian berteriak-teriak tentang kebencian kalian pada korupsi,, maka berhentilah memberi sogokan ketika kalian ditilang, ayo sini tunjuk tangan berapa banyak dari kalian yang ketika di tilang suka rela bilang “sidang aja pak “ pasti kalian akan bilang.. “Ayolah pak damai pakk, maklum mahasiswa uangnya tipis pakk” (*ayoo tunjuk tangan siapa yang ngelakuin ini ..

Menurut kakak ya dek, ini menurut kakak loh,, daripada kalian sibuk teriak-teriak menentang kenaikan BBM, berlaku vandalisme,, merusak semua sarana dan prasarana yang ada,,

Kenapa kalian gak jadi agen perubahan,, mengajak rakyat untuk lebih hemat,, hemat energi dek,, hemat BBM, misalnya gini ,, kalau dulu jarak 100 Meter dari rumah ke warung kalian manja naik motor,, gimana kalau kalian jalan kaki,, atau naek sepeda lebih hemat dan juga lebih sehat kan..

Gimana kalau kalian bikin kampanye menghemat energi , pakai kendaraan pribadi seperlunya, kembali naik transportasi umum, pakai listrik seperlunya,, itu pasti lebih seru,,dan itu jauh lebih hebat dari pada aksi aksi vandalisme kalian..

Bayangin ya, jika bagian yang kalau jarak dekat lebih baik jalan kaki daripada naik motor itu di praktekkan, kalau seminggu kita bisa hemat minimal 1 liter aja, coba kalau kamu kalikan itu dengan 100.000 rakyat indonesia yang turut serta, bisa hemat 100.000 liter minyak kan dek,, Keuntungannya banyak uang hemat , minyak bumi kita juga hemat,, dan kita juga jauh lebih sehat,

Adik-adikku Mahasiswa tersayang , ada banyak cara untuk membela rakyat,, bukan dengan vandalisme yang kalian lakukan, lakukan lah dengan cara-cara kebajikan,,

Kalian sedang ada di masa-masa idealisme kalian,, akan lebih baik jika kalian belajar yang benar ,lulus dengan nilai bagus, kemudian bekerja, membela keluarga atau yang lebih hebat lagi jika kalian bisa menjadi wirausahawan muda,, kalian menciptakan lapangan kerja, itu baru namanya MEMBELA RAKYAT,,dan kakak angkat jempol untuk bagian ini ..

Dek,, surat ini kakak akhiri ya, pesan kakak hanya satu,,dan mungkin kalian bosan mendengarnya..

Gak ada yang salah dengan DEMONSTRASI jika kalian melakukan aksi damai bukan dengan cara VANDALISME seperti sekarang,, kalau udah rusuh gini ,,rakyat tuh bukannya beruntung karena kalian bela,tapi malah merugi , coba dek di pikir berapa banyak fasilitas umum yang kalian rusak,, kendaraan pribadi yang kalian bakar.. kerugian materiil yang timbul akibat kalian memblokade jalan.. coba lah dekk itu semua di pikirkan..

Kalau semua omong kosong kakak ini gak ada artinya,,pesan kakak yang terakhir hanya satu dek,,

ORANG TUA yaa sebelum kalian sibuk melakukan demontsrasi sana-sini bisakah kalian memikirkan ORANG TUA kalian,,ingat dek UANG KULIAH itu mahall.. (*apalagi kampus kita terkenal kan mahalnya..)sebelum kalian melakukan aksi vandalisme itu ingatlah bagaimana perjuangan orang tua untuk kuliah kalian, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala dek,,

Sebelum kalian berpikir tentang membela rakyat alangkah baiknnya jika kalian membela keluarga kalian

 

38 thoughts on “Untuk Adik-Adikku Mahasiswa tersayang..#40

  1. siipphh, Ngai bakal nurut sama nasehatnya kk Inon.

    gak boleh anarkis, harus inget keluarga dan sekeliling
    orang2 tak bersalah yang harusnya kita bela malah bisa jadi korban.

    makasi sharingnya, kk Inon sayang.😀

  2. harusnya para aktivis yang demo anarkis, mikirin orangtuanya. gimana repotnya mereka nguliahin anaknya.

    kalao demo gak anarkis ya oke aja sih. tapi kalau sampe anarkis, ngerusak fasilitas umum, ngerusak banyak hal, ujung2nya luka-luka masuk rumah sakit. orangtuanya sendiri yang kasian ngeluarin biaya pengobatan.

    • Setujuuuuuuuu
      Andai mereka mikir ya
      Uangkuliah itu mahal,, belum lagi uang jajan,, dan semua pritilan mereka
      Berapa banyak dari para aktivis yang saat jadi anggota dewan bener-bener bela rakyat
      Kayanya jarang dah
      my little usagi

      • Yoi…kalau dia mikir betapa susahnya orangtua nyekolahin nguliahin sih gak kan anarkis kayak gitu.

        *miris jadi inget masa kuliah dulu nih kurang duit😀

  3. naik bbm gak mau…
    tapi ngerusak2 itu kan juga ujungnya bikin negara (rakyat) keluar duit juga buat ngebenerin…

    yakin lah sebagian besar mahasiswa yang demo itu mahasiswa yang gak bener. udah skeptis banget gua ama mahasiswa2 yang demo, sejak kejadian 1998 dulu. karena gua ngeliat dengan mata kepala gua sendiri, mahasiswa2 yang ikutan demo itu jatohnya jadi mahasiswa2 abadi di kampus yang gak bisa belajar, kerjaannya cuma nongkrong2, gak serius, cuma main2…

    bener2 mencoreng nama mahasiswa dan kampus!

    • Setujuuuuuuuuuuu Mas,,,
      Daripada heboh teriak teriak bela rakyart
      Mending mereka kuliah yang bener
      Lulus,, jadi wirausahawan ,, itu baru namanya hebat karena merka menciptakan lapangan kerja untuk rakyat
      my little usagi

  4. Kadang aku juga kasihan sama mereka. Mereka berdemo sudah izin belum, sih, sama orang tua mereka?
    Apa orang tua mereka ngga sedih, ketika melihat anaknya di terjang aparat? Luka2?

    dan yang amat disayangkan. Mereka demo tapi nyampah, dan merusak pagar. Apakah, ketika BBM ga jadi naik, mereka akan sama-sama membersihkan sampah dan memperbaiki pagar bersama-sama? Kalau sampai mereka “kabur”, mereka sama saja seperti anggota dewan, egois

  5. Kadang aku juga kasihan sama mereka. Mereka berdemo sudah izin belum, sih, sama orang tua mereka?
    Apa orang tua mereka ngga sedih, ketika melihat anaknya di terjang aparat? Luka2?

    dan yang amat disayangkan. Mereka demo tapi nyampah, dan merusak pagar. Apakah, ketika BBM ga jadi naik, mereka akan sama-sama membersihkan sampah dan memperbaiki pagar bersama-sama? Kalau sampai mereka “kabur”, mereka sama saja seperti anggota dewan, egois.

  6. hiks….
    terharu baca postingannya

    drpd mikirin bbm bagi emak2 kyk aq memutar otak mancari cara untuk menghemat bbm
    dan skrg ini lbh baik aq berlatih bersepeda siapa tau kuat mengayuh sepeda dengan jarak bolak-balik 20 km untuk mengantar jemput anak sklh…!
    hihihi….

  7. Tadi malam waktu nonton TV hati ini tercekat… antara takut dan sedih.
    Oh negeriku, entah kapan gejolak ini akan selesai.
    Yang korupsi makin banyak, yang miskin juga makin banyak…. ah….

  8. saya juga heran mbak Put.. opo sih hasile demo yang kata orang Jawa itu dibilang “koyok iyo-iyo’o”

    kenapa jarang terlihat sebuah demo dari massa untuk hal yang kongrit, bukan hanya sebatas pamer corongan tapi juga sebuah tindakan.. misal seperti yang diatas anda sudah tulis menjadi seorang agen perubahan dari diri sendiri dulu.. atau mungkin menggalang massa untuk sebuah aksi yang simpatik, macam bersih-bersih kali Ciliwung?

    Tapi ya sudahlah… semoga mereka memang benar-benar murni dengan dan atas nama rakyat, bukan karena sebuah kepentingan golongan. Sebab tak jarang saat dulu muda dan menjadi Mahasiswa selalu teriak pro rakyat, tapi setelah menjadi seorang politisi, eh malah rakyat dia kibuli.

    • Mungkin kodratnya seperti itu Om Lozz, analogi sederhana; kita berteriak wc umum baunya bikin muntah, tetapi setelah kita masuk dan beberapa saat didalamnya, masihkah bau itu terasa sangat menyengat? selanjutnya….wes trus no dhewe…

  9. Entah lah yah Put…
    aku gak pernah bisa simpatik sama yang namanya demo itu…mau dibilang demo damai sedamai apa pun…suka adaaaaa aja yang menunggangi….

    jaman aku kuliah, demo ituh lagi happening banget tuh Put…demo reformasi turunkan Soeharto…ah…eykeh mah malah sibuk pacaran ajah….hihihi…

  10. Pas jd mahasiswa dulu, heran jg kenapa ga pernah tertarik ikut2an demo beginih, bisa kuliah aja susah bgt soalnya, fokus gmn caranya bisa lulus cepet dg nilai bagus aja..

    Smoga banyak adek2 mahasiswa yg baca ya Put..

  11. Seluruh masyarakat sangat membutuhkan mahasiswa untuk demo, karena bisa mewakili mereka-mereka yang tidak berani menyeruakan hati nuraninya, namun apakah dibenarkan dengan merampas hak orang lain untuk menikmati kerja demi anak mereka di rumah?

    Justru masyarakat kecil jika ditanya dari hati ke hati mereka kurang setuju apa yang dilakukan adik-adik kita itu Put, Idialis? hee sebelum kita masuk dalam suatu sistem kita bisa berkata itu salah! namun ketika kita masuk dalam bagian sistem, maka kita hanya ngekor heee..

    Tapi setuju dengan pendapat kamu, jadilah agen untuk diri sendiri, membiasakan diri mengurus sesuatu tanpa calo itu merupakan suatu perubahan yang luar biasa, jika masing-masing orang berlaku demikian, minimal dapat mengurangi kesempatan untuk korupsi🙂

    Dan masih banyak lagi cara-cara yang luar biasa Put yach

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s