Tempatkan dia di sisimu ya Rabb


18:40:03 ,,Lintas Sumatera, Lahat, 23 desember 2012

Selamat Malam Kawan,,
Bagaimana kabar kalian hari ini,,
Sudah masuk musim liburan,, akhir tahun,, pada mau jalan jalan kemana rencananya,,

Kawan,, seperti cerita saya kemarin,, bahwa saat ini saya sedang menuju Bukittingi, lewat jalur darat,, sampai saat ini kami sudah menempuh hampir 26 jam perjalanan,, doakan kami selamat sampai tujuan,,

Kawan,, kita manusia bisa berencana,, tapi di balik semua rencana itu ALLAH jualah yang berkehendak,, Dia yang maha mengetahui,, Maha menentukan,, dan kita hanya bisa pasrah dan bertawakal,, untuk semua ketetapannya,,

10:00
Perjalanan kami sudah menempuh wilayah lampung utara,, saya menelpon mama bertanya bagaimana keadaan nenek,,dan Mama bilang
“Kondisi nenek mulai stabil,, semua akan baik baik saja”

Sepatah kata dari Mama,, membuat kami tenang,,
Semoga ada harapan untuk kesembuhan nenek,, setelah nenek sembuh, nenek akan tinggal di jakarta bersama kami,,

Sepanjang perjalanan saya selalu membuang jauh-jauh pemikiran buruk itu,, berpikir kalau semua ini akan baik baik saja,nenek hanya rindu pada kami cucu-cucunya,, dan setelah bertemu kami kesembuhan itu akan datang,,

Dulu tahun 2006, nenek pernah sakit kritis seperti saat ini,, dan alhamdulillah,, setelah sakit itu nenek baik baik saja,, saya berharap semoga sakitnya nenek kali ini,, sama seperti tahun 2006,, semoga mimpi buruk ini segera berlalu,,

12:30
Mobil kami berhenti di batu raja lahat,, beristirahat untuk shalat zuhur dan makan siang,,

Gak ada firasat apapun,, saat saya sedang menuju toilet,, Mama menelpon dengan panik,, menyambaikan kabar,, kabar yang paling kami takutkan kedatangannyaa

Innalillahi wa innalillahi roji’un,, Nenek tersayang hari ini 23 Desember 2012, jam 12:30,, berpulang menghadap sang pencipta,,

Kaawannn,, kalian pernah ditinggalkan,, pernah kehilangan,, atau pernah mendengar kabar duka,, saat salah seorang kerabat kalian berpulang,,

Tubuh ini rasanya lemas,, bingung mau ngomong apa,, otak saya kosong,, Abang, Si Bungsu,, hanya bisa duduk dan diam,,
Mama meminta kami untuk membacakan alfatihah,,jadi kami membacakan alfatihah dan mama menempelkan telepon itu ke telinga nenek,,

Rencana makan siang,, batal,, kami kembali melanjutkan perjalanan,, berusaha untuk sampai kampung secepat mungkin,,

Situasi cuaca sedang buruk,, jalanan licin,, jadi kita gak bisa ngebut juga,, sekrang jam 18:59:32 ,, estimasi kita bisa sampai bukittingi jam 3 pagi,, sekitar 8-9 jam lagi,,,

Kawan,, jujur ya dari tadi satu hal yang ingin saya lakukan hanya menulis, menumpahkan semua hal yang berputar- putar dikepala. ini,,

Di depan Abang- Si Bungsu- dan Meta saya berusaha untuk terlihat tegar,, meyakinkan mereka semua kalau ini memang harus terjadi,, kita sudah melakukan yang terbaik,, namun ALLAH yg punya rencana,,

Tapi di belakang mereka ,, saat saya sendiri maka semua kesedihan itu datang,,
Rencana-rencana indah untuk nenek buyar berantakan,,
Rencana ngajak nenek ke Jakarta,, beli mobil baru supaya transportasi nya gampang,,
Semua hancur berantakan,,

Kenangan-kenangan indah bersama nenek muncul seperti slide power point di kepala ini,,
 
Nenek dengan kecerewetannya saat saya terlambat mengirim uang jajan bulanan,, (*ahhh kawannn jika selama 6 tahun ini selalu ada nenek yang menikmati sebagian dari penghasilan saya,, nenek akan selalu complain dan ngambek jika uang kirimannya telat,,, ahhh kawannnnnn siapa lagi yg akan bertanya,,
“Alah bakirim pitih balanjo umak,, “
Atau saat uang gajian diterima,, nenek akan nelpon dan bilang,,
” Tarimokasih banyak-banyak,, dilancarkan Tuhan juo rasaki inon,, “
Kawannnnnnn siapa lagi yg akan melakukan itu,,ngerusuhin hidup saya cuma karena uang bulanannya belum dikirim,,

Gak akan ada lagi,, yg nelpon dan rusuh bertanya. Kapan saya memutuskan menikah,, nenek selalu bilang,,
“Alah tuh inon karojo,, beko mati umak beko,, di umak mancaliak juo lah umak inon baralek”
Kawannnnnnnn,, siapa lagi yg akan bertanya tentang itu,,

Semua kenangan itu hadir bagai slide power point,, menyayat hati ini,,  nenek dengan kain panjang dan kebayanya,, dengan kerudung yang selalu tabrak warna,,
Nenek dengan senyumannya,, dengan tawa nya,, atau overprotectednya yang selalu melarang saya bepergian jauh,,

Kawan saya terakhir kali bertemu nenek tahun 2011, waktu pulang kampung 2 tahun yng lalu,, kami menghabiskan waktu bersama, makan malam bareng, nganterin nenek belanja ke pakan, atau nganterin belanja emas di bukittingi

Terakhir kali saya bicara di telpon dengan nenek hari selasa,, saat tante bilang nenek mulai sakit,, dan terakhir kali saya mendengar suara. nenek hari jum’at malam, saat saya menelpon mama bertanya kabar nenek,, dan nenek sedang meracau dalam tidurnya,,

Kawan,, saya tahu bahwa semua ini telah di gariskan,, dan kita sebagai keluarga yang ditinggalkan hanya harus iklas dan pasrah,, dengan semua ketetapan-Nya,,

Saya tahu gak ada gunanya menangis,, atau meratapi karena yang sudah terjadi tidak akan pernah berubah,,

Saya tahu dan mengerti hal itu,, tapi ada bagian lain di hati ini,, yang belum bisa menerima kenyataan itu,, ada sebagian dari hati saya yang berharap bahwa ini hanya mimpi buruk yang akan segera berakhir,,

Hari ini saya belajar,, bahwa saya bisa meminta injury time untuk setiap permasalahan di kantor,,tapi untuk urusan ajal,, gak akan pernah ada injury time,, jika ALLAH sudah menentukan. Jalan itu,, meski alam jagat raya berkonspirasi,, ajal itu akan tetap datang,, gak bisa di tawar-tawar lagi,,

Saya tahu bahwa pada akhirnya semua kesedihan ini akan berlalu,, pada akhirnya hidup harus kembali berlanjut,, pada akhirnya saya harus kembali berjuang meraih mimpi-mimpi yang tertunda,,

Entah sampai kapan saya akan menjalani masa masa berduka,,
Mengenang setiap hal yang terjadi bersama nenek,,
Malam ini,, 23 desember 2012 19:27:00 ,,
Satu hal yang saya bisa lakukan hanya berdoa,

Ya Rabb,,
Tempatkan dia disisi-Mu,, di tempat terindah yang kau janjikan ya Rabb
Pertemukan dia dengan kekasih sejatinya,, yg telah pergi mendahuluinya 28 tahun yang lalu,,
Ampuni dia atas dosa-dosanyaa,, jangan hukum dia ya Rabb,, buka kanlah pintu ampunan mu untuknya,,

Ya Rabb ,, engkau Maha Pengasih dan Penyayang
Hamba percaya engkau telah mempersiapkan rencana terindah untuknnya,,

Engkau selalu tahu yang terbaik,, dan melindungi setiap umat mu,,

Ya Rabb,,
Berilah kekuatan pada kami,, melalui masa berduka ini,, kuatkan kami ya Rabb,, ajarkan kami ilmu ikhlas,,

*aminnn*
Powered by Telkomsel BlackBerry®

_____________________________________________________________

UmakInon mengirimkannya tadi via imel, daripada nangis aja dan gak bisa tidur memang lebih baik menulis, biar lepas semua sesak yang dirasakan.

Aku adalah salah satu yang menyaksikan betapa saling mencintanya antara nenek dan cucu ini, meskipun mereka berjauhan tapi komunikasi antara mereka begitu lekat. Nenek persis Inon, bertemu dengannya adalah jaminan kehangatan. Tidak ada kesunyian, karena nenek selalu punya cerita dan berkali-kali menawarkanku untuk makan bersama, menyantap hidangan yang dimasaknya sendiri.

Foto ini diambil saat aku bertemu nenek lebaran kemarin, di Koto Tuo.. yang aku ingat waktu itu, aku datang saat beliau sedang mendengarkan radio. Radio yang dibelikan oleh Inon..

Nek, selamat kembali ke pangkuan Ilahi Rabbi..
Doa dan Cinta dari semua anak cucu.

Review Film Bidadari-Bidadari Surga


My Office 6 December 2012

Bidadari-Bidadari Surga, sebuah film adaptasi dari novel Tere Liye,  hal paling sulit saat mengadaptasi sebuah novel kedalam film adalah

” Apakah sang sutradara mampu menerjemahkan imajinasi pembaca tentang apa yang digambarkan oleh pembaca kedalam sebuah film”

You know so well lah ya, saat sebuah novel diangkat menjadi film maka pembaca setia  novel tersebut akan sibuk membanding-bandingkan antara imajinasi mereka dengan apa yang ada di film dan ketika apa yang disajikan tidak sesuai dengan imajinasi mereka maka mulai deh yee orang orang ini sibuk berkomentar , kadang komentar mereka lebih pedas dari komentar para komentator atau kritikus film,,

Kawan, saya beritahu satu hal , sebelum kalian sibuk komentar tentang suatu film ingat satu hal,,

“Sebelum kalian kritik atau ngejudge film itu bagus atau jelek, coba deh kalian pikir dengan baik untuk menghasilkan sebuah film dibutuhkan kerja sama banyak orang, kerja keras siang – pagi – malam, siang jadi malam, malam tetep malam, nah sekarang bayangin dah gimana sedihnya mereka saat kalian seenak jidatnya aja comment negatif tentang film tersebut, sibuk membandingkan imajinasi kalian yang gak sesuai, kasian mereka yang sudah bekerja keras,,kenapa semua gak dibikin lebih simple, kalau suka ya nonton, kalau gak suka ya gak usah nonton ”

Jadi kawan saat kamu ingin menonton sebuah film yang diadaptasi dari  novel yang harus kamu lakukan adalah menghapus semua imajinasi kamu tentang novel tersebut dan menerima imajinasi yang ditawarkan oleh sang sutradara

*nyengir*

Bidadari – bidadari surga bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga Mamak Lainuri , Kakak Laisa, Dalimunte, Ikanuri ,Wibisana dan Yashinta . Laisa adalah sosok kakak yang secara fisik tidak sempurna namun secara hati amat sempurna dengan keterbatasannya laisa bekerja keras untuk adik-adiknya, di dalam salah satu janjinya 

“Suatu hari nanti kalian akan melihat berjuta kerlip cahaya lampu yang jauh lebih indah di luar lembah kita ”

Dalam ketidaksempurnaannya secara fisik laisa berhasil membesarkan adik-adiknya melihat mereka tumbuh besar dan meraih satu demi satu mimpi mereka, seperti janjinya,,tidak hanya membesarkan adik-adiknya tapi laisa juga membawa perubahan bagi warga kampungnya,

Tapi ya bowww, secara kita tinggal di Indonesia, dengan masyarakat yang selalu rusuh bertanya tentang pernikahan, *nyengir* laisa juga kebagian dirusuhin ibu ibu dikampungnya bertanya kapan laisa menikah,,Laisa sadar diri , dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna akan membuat dia sulit untuk menemukan cinta sejatinya secara ya bow kita hidup di zaman dimana kecantikan fisik adalah segalanya ,

Dan mulai lah orang -orang di sekitarnya sibuk menjodohkan dan mencarikan jodoh untuk Laisa, jauh di dalam hatinya Laisa tidak menginingkan perjodohan ini , hatinya selalu terluka saat para laki-laki itu menolaknya terlebih ketika mereka menolak karena fisiknya yang tidak sempurna,,

Namun kawan,,seperti kata Meggy Z, “Tidak semuaa laki laki itu menyebalkan ,,” tidak semua laki laki melihat seorang perempuan itu dari kecantikan fisiknya, selalu ada yang berbeda bukan, , dan Dharma adalah pria yang berbeda, sosok pria yang membuat Laisa jatuh cinta, karena keramahtamahannya , dan Dharma yang tak pernah melihat kecantikan Laisa secara fisik dalam salah satu celotehnya Dharma Bilang,,

“Bagiku kau secantik apa yang telah kau lakukan untuk perkebunan ini “

Duhai kawan untuk pertama kalinya Laisa merasakan indahnya jatuh cinta, selalu tersenyum, mulai berdandan dan selalu ceria seperti muda mudi yang sedang jatuh cinta,

Nah kawan ,, apakah pada akhirnya Laisa dan Dharma menikah, dan kisah mereka berakhir seperti dongeng klasik pangeran dan cinderella??

Atau kisah hidup Laisa lagi lagi berakhir dengan duka, karena sang pangeran meninggalkannya ??

Tonton sendiri ye jeng,, *nyengir*

Cerita ini sederhana tapi sarat mengandung makna, bagi saya Laisa adalah sosok kakak yang sempurna kakak yang selalu mencintai adik-adiknya ,, seorang kakak yang demi adik-adiknya berjuang hingga titik darah penghabisan dan kawan setiap hari saya selalu berdoa semoga kelak saya bisa menjadi seorang kakak seperti Kak Laisa, *peluk si bungsu.*

Nb :

Saya berkesempatan menonton film ini pada saat film ini diluncurkan , (kapan kapan saya cerita tentang perjuangan saya untuk mendapatkan tiket Gala Premiere Film ini ) saya bertemu dengan para pemain film ini , dan saya sangat mengapresiasi peran demi peran mereka di film ini ,,

Sutradara film ini adalah Sony Gaokasak, Sutradara film yang sama untuk Film Hafalan Shalat Delisa, dan menurut saya film ini jauh lebih bagus daripada Film Hafalan Shalat Delisa,

IMG01392-20121205-0021

(*Bareng sama Om Sony sang Sutradara

Nirina Zubir yang berperan sebagai kakak Laisa saat proses syuting ini sedang dalam tahap menyusui anak keduanya, dan saat proses syuting berlangsung Nirina membawa si kecil, dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ibu memberi Asi bagi si kecil,

Ayo Kawan tonton Film ini , kalau bukan kita siapa lagi yang akan bangga dengan Film Indonesia, sudah saat nya kita bangga dengan Film Indonesia yang berkualitas bukan Film Indonesia yang sibuk pamer tubuh ataupun pamer hantu-hantu yang gak penting itu,,

ash-h

1.000 kata dan Mendongeng (*update cyin


My Office 3 Desember 2012

Selamat Malam Kawan,,

Apa kabar kalian,, Kabar saya luar biasa,,,

Alhamdulillah, setelah satu minggu kerja rodi, presentasi hari ini berjalan dengan baik, tidak semenakutkan yang saya kira,, ah kawan semoga saja project ini lolos ya, walaupun project ini artinya kembali kerja rodi, dan kehidupan yang menggila..

*Fuihhhh*

*SEMANGAT*

Sudah hampir 1 bulan lebih saya tidak pernah menulis di blog ini , he.he.he, boro-boro nulis diblog, nengokin blog ini aja jarang,,

*nyengir*

Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan , tapi kayanya di kesempatan ini saya cuma cerita dua hal aja ya,

Tentang Project 1.000 kata

Seperti biasa kesibukan merenggut semuanya, dan seperti yang pernah saya bilang kemarin bahwa saya sedang dalam project menulis 1.000 kata perhari selama 180 hari,, Alhamdulillah saat ini tugas menulis saya tinggal 19 hari lagi, he..he..he gak nyangka ya 180 hari ini hampir terlalui *bangga*

Selalu ada hal yang harus dikorbankan, termasuk dalam project menulis ini , blog ini yang jadi korban, karena sulit bagi saya untuk menulis di dua tempat sekaligus ya nulis di blog ya nulis di project 1.000 kata,

*Terus ada yang nyeletuk*

“kenapa gak tulisan di 1.000 kata aja yang di posting ke blog”

*nyengir*

Pertama karena tulisan di 1.000 kata panjang apa iya kalian gak mabok baca tulisan saya yang udah kaya artikel koran , *nyengir*

Yang kedua saat menulis di 1.000 kata saya lebih bebas, nulis tanpa menggunakan parameter atau batasan apapun, mau marah ya marah, mau memberontak ya memberontak, di 1.000 kata saya menuliskan apapun yang ada di kepala saya, menjadi Putri Rizkia yang seutuhnya menuliskan dunia dari “my other side” dan jujur saya gak siap berbagi tulisan itu di blog ini , karena saya tidak ingin menyakiti siapapun dengan tulisan saya,

Tapi ketika saya menuliskan cerita di 1.000 kata saya melupakan satu hal, bahwa pada akhirnya semua tulisan saya itu akan dibaca oleh seorang tere liye, dan jujur saya gak siap ketika seorang tere liye harus membaca tulisan demi tulisan saya yang kadang berpikir irrasional, menentang banyak hal, mempertanyakan paramater demi parameter yang ditetapkan oleh lingkungan sosial kita,,

Pada akhirnya saya menjadi dilema dengan keadaan ini , dan mulailah saya meracau pada banyak hal, tentang ketakutan saya ketika tulisan demi tulisan saya dibaca oleh orang lain

Kata emak,,

“Apapun itu tulisan inon, emak pasti dukung, karena emak tahu anak emak bisa menulis dan selalu menempatkan hatinya di setiap tulisannya..”

Kata Si Merah,,

“Setiap manusia selalu punya “telanjang side” lo harus nya gak jadi pengecut ketika tulisan demi tulisan lo itu di baca orang lain, belum mulai melangkah udah nyerah..

Kata Senja

” Ya udah di kirim aja dulu ke si Abangnya, biarkan dia menilai tulisan kamu, kalau pada akhirnya si Abang jadi punya pemahaman lain tentang kamu ya anggap aja itu resiko, paling gak kamu udah buktiin , kalau kamu bisa ngelewatin tantangan ini “

*nyengir*

Doakan ya kawan, saya bisa menyelesaikan tantangan ini , dan menyerahkan tulisan ini sama si Abang , sekarang saya udah mulai mengkategorikan satu demi satu tulisan saya, tapi belum semuanya lagi lagi kesibukan merenggut segalanya,ada banyak konsep di kepala saya tentang tulisan yang akan saya serahkan kelak, tapi ya itu tadi, belum sempet cyinn *digampar masssa*

Tentang belajar Mendongeng

Selain hobi menulis saya punya hobi baru, gak hobi baru sih sebenernya saya udah mau ngelakuin hal ini dari dulu, tapi gak pernah pede untuk ngelakuinnya, ngerasa malu aja,,

*nyengir*

*pasang muka polos*

Tahuu gakkk pamirsahhh saya lagi belajar apa,

*nyengir lagi*

Saya sedang belajar mendongeng,, iyaa belajar menyampaikan cerita,, dongeng pertama saya tentang semut dan kepompong,,

Dari dulu saya ingin melakukan hal ini bercerita sama anak-anak ,mengajak mereka berimajinasi dengan dunia mereka, tapi ya itu malu aja, dan gak pede,,

Hingga saya berteman dengan istrinya teman saya, waktu itu si nyonya cerita kalau prihatin sama anak semata wayangnya yang lebih suka lagu dewasa dan gak punya lagu anak-anak,

Waktu itu mah saya polos aja bilang..

” Aku suka ngedongeng, boleh gak kalau aku kirimin dongeng buat adek-adek,, gak bagus bagus amat sich, tapi boleh lah, sebagai alternatif hiburan..”

Dan si nyonya bilang..

“Boleh..”

He..he.he waktu saya ngomong itu kenyonya saya gak punya bahan dongeng apapun , asal ceplos aja, dan karena udah janji mau gak mau lah ya bow,, saya harus menepatinya, *nyengir* dan hari minggu kemarin saat semua orang gak ada dirumah, dengan 1001 kepedeann saya mulailah saya mendongeng,,

*nyengir*

Silakan didengarkan ya teman-teman, di kasih comment yang paling jujur ya, saya tahu dongeng ini jauh dari sempurna, beberapa teman comment positif tapi yang lain malah ngeledekin saya bilang

..

“tuh tanda-tanda udah pengen jadi ibu,”

*pingsan*

Tenang kawan semua itu ada proses ,sama kan seperti proses menulis saya, kudu latihan dulu, pelan-pelan supaya mencapai hasil sempurna, ini kan dongeng pertama saya, jadi wajar lah ya kalau suaranay jelek ,tapi tenang aja tiap minggu saya akan latihan mendongeng,memperbaiki intonasi suara saya, dan kelak kalau udah berani baru mengupload video dongeng saya ke you tube,,

*nyengir*

Terus ada yang nyeletuk,

“kenapa tiba tiba kepikiran buat ngedongeng nyong..gara-gara perahu kertas,”

Jawabannya simple, karena waktu kecil mama selalu bercerita menjelang kita tidur , menceritakan banyak hal , tapi dongeng si Mama bukan tentang cinderella dan pangeran, dongeng si Mama tuh kisah para nabi, atau cerita surga dan neraka,

Dan sekarang saat saya besar, sedikit banyak dongeng-dongeng itu mempengaruhi alam bawah sadar saya, saat saya ingin melakukan sebuah kesalahan saya selalu ingat cerita mama tentang surga dan neraka, tentang kisah para sahabat

Dulu waktu kecil saya sering berpikir kalau semua itu bisa-bisa nya mama aja, merangkai cerita supaya saya gak tumbuh menjadi anak nakal atau sebagai teman pengantar tidur, tapi ternyata saya salah, 3 bulan terakhir saya kembali belajar membaca al-qur’an mencoba memahami al-qur’an dengan lebih baik lagi, dan saat saya memahami satu demi satu tafsir yang ada ,sungguh saya kagum sama mama, karena ternyata semua cerita masa kecil itu bukan bualan semata, semua cerita itu tertulis nyata dalam al-qur’an,,

Saya kagum sama Mama, mama tuh bukan orang berpendidikan,hebat atau wanita super power, seorang ibu biasa, tapi kok bisa ya, tahu bagaimana membuat cerita-cerita di al-qur’an itu menjadi menyenangkan untuk di dengar, gak bikin bosen, dan membuat kita selalu mengingatnya,

Dan kejadian demi kejadian itu yang akhir nya bikin saya ingin belajar mendongeng, belajar bercerita, walau mungkin gak sebagus si Mama,

Nah kawan, doakan saya ya, bisa belajar mendongeng dengan lebih baik lagi, bisa menyelesaikan tantangan menulis ini , dan kembali ke pelukan blog tercinta ini ,,