1.000 kata dan Mendongeng (*update cyin


My Office 3 Desember 2012

Selamat Malam Kawan,,

Apa kabar kalian,, Kabar saya luar biasa,,,

Alhamdulillah, setelah satu minggu kerja rodi, presentasi hari ini berjalan dengan baik, tidak semenakutkan yang saya kira,, ah kawan semoga saja project ini lolos ya, walaupun project ini artinya kembali kerja rodi, dan kehidupan yang menggila..

*Fuihhhh*

*SEMANGAT*

Sudah hampir 1 bulan lebih saya tidak pernah menulis di blog ini , he.he.he, boro-boro nulis diblog, nengokin blog ini aja jarang,,

*nyengir*

Ada banyak hal yang ingin saya ceritakan , tapi kayanya di kesempatan ini saya cuma cerita dua hal aja ya,

Tentang Project 1.000 kata

Seperti biasa kesibukan merenggut semuanya, dan seperti yang pernah saya bilang kemarin bahwa saya sedang dalam project menulis 1.000 kata perhari selama 180 hari,, Alhamdulillah saat ini tugas menulis saya tinggal 19 hari lagi, he..he..he gak nyangka ya 180 hari ini hampir terlalui *bangga*

Selalu ada hal yang harus dikorbankan, termasuk dalam project menulis ini , blog ini yang jadi korban, karena sulit bagi saya untuk menulis di dua tempat sekaligus ya nulis di blog ya nulis di project 1.000 kata,

*Terus ada yang nyeletuk*

“kenapa gak tulisan di 1.000 kata aja yang di posting ke blog”

*nyengir*

Pertama karena tulisan di 1.000 kata panjang apa iya kalian gak mabok baca tulisan saya yang udah kaya artikel koran , *nyengir*

Yang kedua saat menulis di 1.000 kata saya lebih bebas, nulis tanpa menggunakan parameter atau batasan apapun, mau marah ya marah, mau memberontak ya memberontak, di 1.000 kata saya menuliskan apapun yang ada di kepala saya, menjadi Putri Rizkia yang seutuhnya menuliskan dunia dari “my other side” dan jujur saya gak siap berbagi tulisan itu di blog ini , karena saya tidak ingin menyakiti siapapun dengan tulisan saya,

Tapi ketika saya menuliskan cerita di 1.000 kata saya melupakan satu hal, bahwa pada akhirnya semua tulisan saya itu akan dibaca oleh seorang tere liye, dan jujur saya gak siap ketika seorang tere liye harus membaca tulisan demi tulisan saya yang kadang berpikir irrasional, menentang banyak hal, mempertanyakan paramater demi parameter yang ditetapkan oleh lingkungan sosial kita,,

Pada akhirnya saya menjadi dilema dengan keadaan ini , dan mulailah saya meracau pada banyak hal, tentang ketakutan saya ketika tulisan demi tulisan saya dibaca oleh orang lain

Kata emak,,

“Apapun itu tulisan inon, emak pasti dukung, karena emak tahu anak emak bisa menulis dan selalu menempatkan hatinya di setiap tulisannya..”

Kata Si Merah,,

“Setiap manusia selalu punya “telanjang side” lo harus nya gak jadi pengecut ketika tulisan demi tulisan lo itu di baca orang lain, belum mulai melangkah udah nyerah..

Kata Senja

” Ya udah di kirim aja dulu ke si Abangnya, biarkan dia menilai tulisan kamu, kalau pada akhirnya si Abang jadi punya pemahaman lain tentang kamu ya anggap aja itu resiko, paling gak kamu udah buktiin , kalau kamu bisa ngelewatin tantangan ini “

*nyengir*

Doakan ya kawan, saya bisa menyelesaikan tantangan ini , dan menyerahkan tulisan ini sama si Abang , sekarang saya udah mulai mengkategorikan satu demi satu tulisan saya, tapi belum semuanya lagi lagi kesibukan merenggut segalanya,ada banyak konsep di kepala saya tentang tulisan yang akan saya serahkan kelak, tapi ya itu tadi, belum sempet cyinn *digampar masssa*

Tentang belajar Mendongeng

Selain hobi menulis saya punya hobi baru, gak hobi baru sih sebenernya saya udah mau ngelakuin hal ini dari dulu, tapi gak pernah pede untuk ngelakuinnya, ngerasa malu aja,,

*nyengir*

*pasang muka polos*

Tahuu gakkk pamirsahhh saya lagi belajar apa,

*nyengir lagi*

Saya sedang belajar mendongeng,, iyaa belajar menyampaikan cerita,, dongeng pertama saya tentang semut dan kepompong,,

Dari dulu saya ingin melakukan hal ini bercerita sama anak-anak ,mengajak mereka berimajinasi dengan dunia mereka, tapi ya itu malu aja, dan gak pede,,

Hingga saya berteman dengan istrinya teman saya, waktu itu si nyonya cerita kalau prihatin sama anak semata wayangnya yang lebih suka lagu dewasa dan gak punya lagu anak-anak,

Waktu itu mah saya polos aja bilang..

” Aku suka ngedongeng, boleh gak kalau aku kirimin dongeng buat adek-adek,, gak bagus bagus amat sich, tapi boleh lah, sebagai alternatif hiburan..”

Dan si nyonya bilang..

“Boleh..”

He..he.he waktu saya ngomong itu kenyonya saya gak punya bahan dongeng apapun , asal ceplos aja, dan karena udah janji mau gak mau lah ya bow,, saya harus menepatinya, *nyengir* dan hari minggu kemarin saat semua orang gak ada dirumah, dengan 1001 kepedeann saya mulailah saya mendongeng,,

*nyengir*

Silakan didengarkan ya teman-teman, di kasih comment yang paling jujur ya, saya tahu dongeng ini jauh dari sempurna, beberapa teman comment positif tapi yang lain malah ngeledekin saya bilang

..

“tuh tanda-tanda udah pengen jadi ibu,”

*pingsan*

Tenang kawan semua itu ada proses ,sama kan seperti proses menulis saya, kudu latihan dulu, pelan-pelan supaya mencapai hasil sempurna, ini kan dongeng pertama saya, jadi wajar lah ya kalau suaranay jelek ,tapi tenang aja tiap minggu saya akan latihan mendongeng,memperbaiki intonasi suara saya, dan kelak kalau udah berani baru mengupload video dongeng saya ke you tube,,

*nyengir*

Terus ada yang nyeletuk,

“kenapa tiba tiba kepikiran buat ngedongeng nyong..gara-gara perahu kertas,”

Jawabannya simple, karena waktu kecil mama selalu bercerita menjelang kita tidur , menceritakan banyak hal , tapi dongeng si Mama bukan tentang cinderella dan pangeran, dongeng si Mama tuh kisah para nabi, atau cerita surga dan neraka,

Dan sekarang saat saya besar, sedikit banyak dongeng-dongeng itu mempengaruhi alam bawah sadar saya, saat saya ingin melakukan sebuah kesalahan saya selalu ingat cerita mama tentang surga dan neraka, tentang kisah para sahabat

Dulu waktu kecil saya sering berpikir kalau semua itu bisa-bisa nya mama aja, merangkai cerita supaya saya gak tumbuh menjadi anak nakal atau sebagai teman pengantar tidur, tapi ternyata saya salah, 3 bulan terakhir saya kembali belajar membaca al-qur’an mencoba memahami al-qur’an dengan lebih baik lagi, dan saat saya memahami satu demi satu tafsir yang ada ,sungguh saya kagum sama mama, karena ternyata semua cerita masa kecil itu bukan bualan semata, semua cerita itu tertulis nyata dalam al-qur’an,,

Saya kagum sama Mama, mama tuh bukan orang berpendidikan,hebat atau wanita super power, seorang ibu biasa, tapi kok bisa ya, tahu bagaimana membuat cerita-cerita di al-qur’an itu menjadi menyenangkan untuk di dengar, gak bikin bosen, dan membuat kita selalu mengingatnya,

Dan kejadian demi kejadian itu yang akhir nya bikin saya ingin belajar mendongeng, belajar bercerita, walau mungkin gak sebagus si Mama,

Nah kawan, doakan saya ya, bisa belajar mendongeng dengan lebih baik lagi, bisa menyelesaikan tantangan menulis ini , dan kembali ke pelukan blog tercinta ini ,,

 

16 thoughts on “1.000 kata dan Mendongeng (*update cyin

  1. bakat bercerita itu Inon dapat dari Mama..
    mama adalah teman ngobrol yang luar biasa, beliau tau banget kapan bicara dan kapan mendengarkan. pokoknya masih belum puas ngobrol sama mama.. smoga emak segera ke bekesong yaa, menghadiri kawinan Inon. aamiin..

  2. “orang hebat” bukan berarti produk “pendidikan tinggi”
    liat tabel:
    1. Pendidikan Dasar: Pegawai, Buruh
    2. Pendidikan S1: guru, dosen, pegawai
    3. Pendidikan S2/ S3: dosen, peneliti, pegawai
    4. Bukan lulusan pendidikan tinggi: Pengusaha sukses seperti Steve Job (Macintosh) dan Bill Gates (Microsoft) de el el
    :ngakak guling2:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s