Review Film Bidadari-Bidadari Surga


My Office 6 December 2012

Bidadari-Bidadari Surga, sebuah film adaptasi dari novel Tere Liye,  hal paling sulit saat mengadaptasi sebuah novel kedalam film adalah

” Apakah sang sutradara mampu menerjemahkan imajinasi pembaca tentang apa yang digambarkan oleh pembaca kedalam sebuah film”

You know so well lah ya, saat sebuah novel diangkat menjadi film maka pembaca setia  novel tersebut akan sibuk membanding-bandingkan antara imajinasi mereka dengan apa yang ada di film dan ketika apa yang disajikan tidak sesuai dengan imajinasi mereka maka mulai deh yee orang orang ini sibuk berkomentar , kadang komentar mereka lebih pedas dari komentar para komentator atau kritikus film,,

Kawan, saya beritahu satu hal , sebelum kalian sibuk komentar tentang suatu film ingat satu hal,,

“Sebelum kalian kritik atau ngejudge film itu bagus atau jelek, coba deh kalian pikir dengan baik untuk menghasilkan sebuah film dibutuhkan kerja sama banyak orang, kerja keras siang – pagi – malam, siang jadi malam, malam tetep malam, nah sekarang bayangin dah gimana sedihnya mereka saat kalian seenak jidatnya aja comment negatif tentang film tersebut, sibuk membandingkan imajinasi kalian yang gak sesuai, kasian mereka yang sudah bekerja keras,,kenapa semua gak dibikin lebih simple, kalau suka ya nonton, kalau gak suka ya gak usah nonton ”

Jadi kawan saat kamu ingin menonton sebuah film yang diadaptasi dari  novel yang harus kamu lakukan adalah menghapus semua imajinasi kamu tentang novel tersebut dan menerima imajinasi yang ditawarkan oleh sang sutradara

*nyengir*

Bidadari – bidadari surga bercerita tentang kehidupan sebuah keluarga Mamak Lainuri , Kakak Laisa, Dalimunte, Ikanuri ,Wibisana dan Yashinta . Laisa adalah sosok kakak yang secara fisik tidak sempurna namun secara hati amat sempurna dengan keterbatasannya laisa bekerja keras untuk adik-adiknya, di dalam salah satu janjinya 

“Suatu hari nanti kalian akan melihat berjuta kerlip cahaya lampu yang jauh lebih indah di luar lembah kita ”

Dalam ketidaksempurnaannya secara fisik laisa berhasil membesarkan adik-adiknya melihat mereka tumbuh besar dan meraih satu demi satu mimpi mereka, seperti janjinya,,tidak hanya membesarkan adik-adiknya tapi laisa juga membawa perubahan bagi warga kampungnya,

Tapi ya bowww, secara kita tinggal di Indonesia, dengan masyarakat yang selalu rusuh bertanya tentang pernikahan, *nyengir* laisa juga kebagian dirusuhin ibu ibu dikampungnya bertanya kapan laisa menikah,,Laisa sadar diri , dengan kondisi fisiknya yang tidak sempurna akan membuat dia sulit untuk menemukan cinta sejatinya secara ya bow kita hidup di zaman dimana kecantikan fisik adalah segalanya ,

Dan mulai lah orang -orang di sekitarnya sibuk menjodohkan dan mencarikan jodoh untuk Laisa, jauh di dalam hatinya Laisa tidak menginingkan perjodohan ini , hatinya selalu terluka saat para laki-laki itu menolaknya terlebih ketika mereka menolak karena fisiknya yang tidak sempurna,,

Namun kawan,,seperti kata Meggy Z, “Tidak semuaa laki laki itu menyebalkan ,,” tidak semua laki laki melihat seorang perempuan itu dari kecantikan fisiknya, selalu ada yang berbeda bukan, , dan Dharma adalah pria yang berbeda, sosok pria yang membuat Laisa jatuh cinta, karena keramahtamahannya , dan Dharma yang tak pernah melihat kecantikan Laisa secara fisik dalam salah satu celotehnya Dharma Bilang,,

“Bagiku kau secantik apa yang telah kau lakukan untuk perkebunan ini “

Duhai kawan untuk pertama kalinya Laisa merasakan indahnya jatuh cinta, selalu tersenyum, mulai berdandan dan selalu ceria seperti muda mudi yang sedang jatuh cinta,

Nah kawan ,, apakah pada akhirnya Laisa dan Dharma menikah, dan kisah mereka berakhir seperti dongeng klasik pangeran dan cinderella??

Atau kisah hidup Laisa lagi lagi berakhir dengan duka, karena sang pangeran meninggalkannya ??

Tonton sendiri ye jeng,, *nyengir*

Cerita ini sederhana tapi sarat mengandung makna, bagi saya Laisa adalah sosok kakak yang sempurna kakak yang selalu mencintai adik-adiknya ,, seorang kakak yang demi adik-adiknya berjuang hingga titik darah penghabisan dan kawan setiap hari saya selalu berdoa semoga kelak saya bisa menjadi seorang kakak seperti Kak Laisa, *peluk si bungsu.*

Nb :

Saya berkesempatan menonton film ini pada saat film ini diluncurkan , (kapan kapan saya cerita tentang perjuangan saya untuk mendapatkan tiket Gala Premiere Film ini ) saya bertemu dengan para pemain film ini , dan saya sangat mengapresiasi peran demi peran mereka di film ini ,,

Sutradara film ini adalah Sony Gaokasak, Sutradara film yang sama untuk Film Hafalan Shalat Delisa, dan menurut saya film ini jauh lebih bagus daripada Film Hafalan Shalat Delisa,

IMG01392-20121205-0021

(*Bareng sama Om Sony sang Sutradara

Nirina Zubir yang berperan sebagai kakak Laisa saat proses syuting ini sedang dalam tahap menyusui anak keduanya, dan saat proses syuting berlangsung Nirina membawa si kecil, dan tetap menjalankan tugasnya sebagai Ibu memberi Asi bagi si kecil,

Ayo Kawan tonton Film ini , kalau bukan kita siapa lagi yang akan bangga dengan Film Indonesia, sudah saat nya kita bangga dengan Film Indonesia yang berkualitas bukan Film Indonesia yang sibuk pamer tubuh ataupun pamer hantu-hantu yang gak penting itu,,

ash-h

14 thoughts on “Review Film Bidadari-Bidadari Surga

  1. iya kakak, nanti aku nonton klo filmnya ud sampe bukik..

    jempol buat seluruh pendukung film ini,
    penasaran juga pingin liat nirina jadi kk laisa.

  2. bidadari-bidadari surga adalah buku fav aku..
    honestly aku jarang bgt nonton film2 yg di adaptasi dari novel..ya itu tadi karena takut ga sesuai dengan imajinasi saat membaca bukunya..

    tapi..tapi..jujur,penasaran ama film yg ini..

  3. hehehe…..yang baca novelnya banyak kepala, tentu imajinasinya berbeda-beda, kalau harus menyamakan dengan semua kepala, gak bakal jadi itu filmnya. Hehe……

    Sukses untuk film Bidadari-Bidadari Surga

  4. Haha… aku jadi kesindir. Aku ingat dulu ngomel2 waktu ternyata film The Firm beda dengan novelnya😀
    Aku belum nonton Bidadari-bidadari Surga. Rasanya lagi males ke bioskop. *nunggu traktiran aja😀

  5. bru mau nonton hari ini. kmrin2 sibuk kerja! semoga film2 bermanfaat seperti ini smakin bnyk. kalo perlu semua novel nya Tere Liye difilm kan! dripada bioskop qt dipenuhi film hantu2an dan cinta2an :p

  6. Pingback: Filosofi Durian | celoteh .:tt:.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s