Teman itu membebaskan,, tidak memaksa


Kantor Klien 8 April 2013

Selamat Siang Kawan,,

Bagaimana kabar kalian, gimana seninnya apa kah seninnya berakhir dengan menyebalkan,,atau malah baik baik aja? *nyengir*

Senin saya lumayan ,, sperti biasa sibuk ,,kalau boleh berharap saya pengen ada mesin waktu yang bisa bikin saya terbang ke bulan Januari 2014, sayangnya itu gak ada, jadilah ya mau tidak mau semua tantangan dan kesibukan ini harus dihadapi

Tenang,,tenang,,saya bukan mau membahas tentang pekerjaan saya dan kesibukan saya karena itu pasti basi , yang ingin saya ceritakan adalah,,

Tentang “Berteman,, Bersahabat,,” dan apapun itu kata yang melekat padanya,,

Kawan, apa konsep berteman di mata kalian???

Konsep berteman dimata saya adalah,,

“Teman itu membebaskan,, Tidak Pernah Memaksa,, dan tidak pernah meminta apapun dari mu”

Bingung yakk, jadi gini,,

Saya itu tipikal manusia bebas, paling males buat selalu keep contact,, bukan sombong atau gak peduli,,tapi yang ada di kepala saya adalah,,

” gw gak perlu jadi orang pertama yang hadir saat lo bahagia,,tapi gw janji gw akan jadi orang pertama yang hadir saat lo bersedih”

Saya gak suka sama yang namanya chit chat di YM, BBM, atauapapun itu,, males aja,, dan masih gak nemu serunya dimana,, gak suka ditelpon berjam-jam,, cuma buat bahas obrolan ngalor ngidul yang gak penting,,

*anehhh kannnn*

iyaa emang aneh tapi ya itu lah gw,, beda kan sama penampakannya yang selalu rame dimana pun berada,, saya selalu siap jadi pendengar, bikin heboh suasana,,tapi kadang untuk berbagi masalah pribadi,, apalagi yang detail, saya  tak semudah yang kamu bayangkan,,

Konsep berteman saya membebaskan, gak pernah maksa buat keep contact atau apapun itu,yang penting saat kita ketemu kita bisa bahas hal hal yang terlupakan di sela-sela perpisahan kita,,

Saya gak suka di paksa,, kalau saya bilang gak ya gak,, kalau iya ya iya,, maka akan menjadi hal yang menyebalkan ketika kamu memiliki teman dan sang teman memaksa mu untuk bisa mengerti dunianya,, atau yang lebih parah lagi masuk didunia nya,

Saya tahu kalian pasti akan bilang,,

“Elo mah egois,, orang egois kaya lo pasti sering kehilangan “

*nyengir*

yaa anda benar,, saya egois,, dan kehilangan sahabat terkadang adalah hal yang biasa bagi saya, saya menyebut siklus ini seleksi alam, ketika kita tak mampu untuk bersama maka berpisah adalah cara terbaik yang pernah ada ,,

Terkadang mudah melafalkan kata Sahabat tapi sulit untuk mengakui secara hati kalau kita adalah sahabat,, sehati dan sejiwa,,

Di perjalanan hidup saya saya pernah kehilangan sahabat saya, karena sikap ini ,, kita telah berteman dari kita masih pakai baju putih biru,hingga kemudian kita pakai baju kantor,, dari masih bego sampe udah lumayan pinter *nyengir*,tapi disaat kita harusnya berbagi kebahagiaan kita harus berpisah,, saling menyakiti, dengan satu alasan yang simple,,,

Saya gak suka di paksa, di minta untuk selalu keep contact,, ataupun dibawa ke dunia dia yang saya gak ngerti dan gimanapun saya mencoba saya gak pernah nyaman ada di dunia dia,,

*ini cerita putus sama sahabat apa putus sama pacar ya*

Sedih sih,,terlebih dia adalah satu satu nya sahabat perempuan saya, ya harusnya saya berusaha untuk mempertahankan persahabatan itu,,tapi lagi lagi jeleknya seorang putri rizkia saya lebih memilih diam dan ya udah,, kita jalan masing masing aja,, gak perlu ada kata selesai atau berusaha memperbaiki apa yang sudah terjadi,,

*fuih*

Rumit ya jeng,, tapi this is me,, inilah saya apa adanya saya, manusia bebas yang gak suka terikat pada apapun, beruntung ALLAH masih mempertemukan saya dengan Emak, Si Cetan,Bumi  ya saat ini mereka bertigalah  sahabat terdekat saya,,, kepada mereka lah saya berbagi,, dan mau tahu kenapa kita bisa berteman hingga detik ini ,,

Emak,, emak selalu menjadi pendengar setia,, gak pernah memaksa saya untuk selalu keep contact atau bertukar kabar, saat saya merasa sedih maka kontak bathin itu akan terjalin dengan sendirinya,, di saat saat galau, maka emak akan sms dan bilang,, ” Inon apa kabar nak,, baik baik aja kan anak gadih emak,,”  Emak selalu ada di ujung jalan sana, berdoa untuk saya, meskipun saya tak pernah bertanya “emak punya masalah mau curhat tak” ya karena bagi saya setiap masalah adalah privasi orang akan bercerita saat dia merasa nyaman, dia akan bercerita saat dia mau berbagi,, kalau gak mau ya udah jangan di paksa,, tahun ini hampir 3 tahun saya bersahabat sama emak,, dan saya selalu berdoa emak akan hadir di hari  besar saya , di hari saya melanjutkan langkah saya ke jenjang berikutnya,, *pelukk*

Si Cetan,, my partner in crime,, persahabatan saya dengan si cetan hampir 4 tahun,, jangan pernah tanyakan apa persamaan Saya sama Si Cetan, karena totally we are different,, dunia kita berbeda jauh, cara pandang semuanya beda,,tapi kita sama sama menghormati dunia kita masing-masing, saya gak pernah mengajak si Cetan masuk ke dunia saya, sama hal nya dengan si Cetan,, gak pernah sekalipun dia mengajak saya untuk ada di dunianya,,

Saat saya ataupun dia merasa bahwa kita perlu berbagi maka kita akan berbagi sama-sama berusaha mencari solusi dari masalah yang di hadapi,,tapi saat kita merasa lebih baik masalah itu di keep sendiri, maka gak ada satu orang pun yang memaksa untuk bercerita,  kita tetap berdiri di ujung jalan itu menunggu  kapan saja di butuhkan untuk menjadi pendengar setia

Bumi, saya dan bumi sudah bersahabat lebih dari 7 tahun dari kita sama sama kuliah, saya adalah tong sampah Bumi, pendengar setia untuk semua cerita dan kenakalannya,, tapi percaya gak saya gak pernah bahkan jarang berbagi masalah pribadi saya dengan Bumi, bumi pernah bilang,,

“kenapa harus selalu gw yang jadi pencerita  nyong, lo kalau mau cerita, cerita aja,,”

dan saat itu dengan diplomatis saya jawab,,

“ya sekali kali gw jadi pendengar lah, lagi pula gak ada yang perlu dibagi gw nyaman kok kita kaya gini,”

Dan sejak itu bumi tak pernah sekalipun meminta saya untuk membagi apa yang terjadi dalam hidup saya, Bumi membebaskan , gak pernah maksa,, dan dia tetap hadir dalam hidup saya dengan 1001 masalah dan kerumitannya,, *nasib ya nasib*

Kawan mungkin ini kedengaran nya egois dan menyebalkan, tapi inilah saya, dengan konsep berteman saya, terimakasih untuk kamu yang mau jadi sahabat saya, pendengar setia untuk ceracau kacau saya, menjadi dia yang selalu mabok mendengarkan saya dan mimpi-mimpi saya, terimakasih doa saya semoga kelak ketika hari itu datang kalian ada disamping saya,,

ash-h

One thought on “Teman itu membebaskan,, tidak memaksa

  1. eMak itu kan sebenarnya ngawasin terus.. tapi seringnya invis.. :))

    iyalah Inon sayang, silaturrahim itu adalah ikatan yang yang tak perlu dipaksakan.
    jika tak sempat kontak, titipkan ia pada Allah, yang Maha Menjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s