Hari ke lima #100 hari


image

Di commuter line,27 september 2013

Selamat malam kawan
Sudah di penghujung minggu,alhamdulillah minggu ini berjalan dengan baik,tak ada galau atau pun air mata (smile)

Kawan apa kalian sama seperti saya,selalu merasa bahagia saat weekend datang karena weeekend artinya menenangkan diri  untuk sejenak dari semua kekusutan yang ada,sabtu minggu artinya tidur sepanjang hari,waktu untuk memasak,bahagia bersama  keluarga,,

Bahagia disaat weekend dan selalu merasa sedih di awal minggu itulah yang saya jalani saat ini,mungkin menyedihkan tapi itu kenyataan  nya

Kadang ya saya heran sama orang-orang bahkan mungkin sama diri saya sendiri, kenapa betah banget tinggal di jakarta padahal ya menurut saya hanya orang-orang gila yang sanggup bertahan hidup di jakarta,,gila harta,,gila kerja,gila dunia dan mungkin gila-gila yang lainnya

Mau tahu kenapa bagi sebagian orang weekend itu menyenangkan karena weekend artinya bebas dari semua kegilaan hidup dijakarta

Bayangkan ya rutinitas  hidup pekerja di jakarta(mungkin rutinitas hidup saya tepat nya)

Pagi 1 jam berdesakan di kereta,pernah liat ikan sarden sperti itulah gambarannya entah sudah berapa banyak ibu-ibu hamil keguguran karena padatny kereta
Lepas berdesakan di kereta – turun kereta masih harus loncat – berdesakan lagi di pintu keluar -bermacet-macet ria di ojek menuju kantor

See memulai pagi aja udah mabok

12 jam kerja di kantor dengan 1001 masalah yang ada
Klient yang nyebelin,konflik rekan kerja,data yang ga ada,gerilya dari satu meeting ke meeting lainnya

Dan ditutup dengan perjalanan pulang kantor 1 jam,,tau gak kenapa terkadang saya lebih nyaman kalau lembur dan pulang malam selain karena emang kerjaanya banyak dan gak ke uber di kerjain di jam kerja,,pulang larut artinya gak perlu ngerasain macetnya jam pulang kantor,, bayangin ya kalau saya pulang tenggo jam setengah tujuh saya sampai rumah jam setengah sepuluh,,jam sembilan paling cepet kebayang kan gimana maboknya macet di jakarta

Buat kamu atau siapapun  yang baca postingan ini dan menetap di daerah,,
Gak usah bermimpi tinggal di jakarta ya,,beneran deh tinggal dijakarta itu gak enak,,

Jakarta hanya melahirkan robot-robot kehidupan yang sibuk dengan ambisinya masing-masing
Budak budak berkerah putih yang sibuk sikut kiri kanan demi terlihat baik dimata atasan…

Beruntunglah tinggal di desa,masih ngerasain rasanya jadi manusia,bisa ketemu keluarga tiap hari,,sumpah terkadang ya saya merindukan kehidupan yang sederhana

Bangun pagi – lari di pematang sawah –  bengong di beranda rumah – sambil ngemil pisang goreng dan minum kopi hangat aambil bercerita dengan keluarga berbagi mimpi dan idealisme

Kalau ada yang nanya

Terus lo masih sanggup hidup dengan semua kegilaan ini..

Jawab nya

Gw akan berjuang hingga titik darah penghabisan,hingga ga ada lagi cara untuk bangkit selain menyerah dan menemukan dunia baru di luar sana..

2 thoughts on “Hari ke lima #100 hari

  1. ya… aku di sini juga menghindari rush hour, krn pasti jadi sarden. Apalagi anak-anak kecil yg SD swasta shg jauh dari rumah dan harus naik kereta….

    Terus berjuang saja. Di mana pun kita berada, masalah selalu ada.

  2. iya bner jg sih..tp kebanyakan yg di desa pada merantau k kota mbk..berjuang nyari nafkah di kota..dan d desa kadang khidupanny lebih berat kok klo mslh sosialnya🙂 ah mnding macet bisa pulang nyampe rumah..ktemu kluarga, daripada pulang dah macet..di kosan sendirian.. pulang kmpung setaun cm bbrapa kali..hehe syukuri aja mbk haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s