Antara Pamer dan Iri Hati


My Office , 12 Agustus 2015, 30 menit sebelum kembali bekerja,,

Selamat Siang Kawan,,,,

Apa kabar kalian semoga semua dalam keadaan baik baik saja,,, seminggu terakhir saya menemukan dua kata di timeline saya yang bener-bener bikin gatel untuk melahirkan postingan ini,,,

Orang yang suka posting di social media tentang kehidupannya adalah orang yang pamer  karena terkadang apa yang mereka pamerkan tidak dimiliki oleh orang lain , sehingga bisa menimbulkan sikap iri hati bagi yang lain

Tentang Iri hati (Jealous) 

Ketika melihat ada orang lain yang posting tentang hal yang mereka miliki dan kita gak punya atau gak bisa mencapai itu ,, perasaan iri dan merasa kecil itu akan timbul

Saya adalah orang yang mudah merasa iri atau jealous terhadap apa yang orang miliki dan saya gak punya,, terlebih ketika orang itu terlihat amat sangat bahagia dengan apa yang mereka miliki sedangkan saya tidak bisa mendapatkan atau mungkin belum memiliki kesempatan untuk meraih hal itu,,

Saya bahagia ketika ada teman yang upload foto-foto prewedding, lamaran, pernikahan, kehamilan,,kehadiran bayi baru , dan juga setiap hari posting foto tentang anak-anak mereka, ada rasa seneng aja ngeliat foto-foto itu terlebih kalau saya tahu bagaimana mereka berjuang meraih semua itu,,Tapi saya juga gak muna,,kalau dibalik rasa bahagia itu,,ada rasa yang lain,, rasa jealous yang gak bisa disebutkan sedihnya kaya gimana,,kadang suka kepikiran gini,,

Kok mereka gampang ya meraih semuanya,, sedangkan gw gak,, giliran gw kapan ya ALLAH , sampai kapan harus menunggu dan menunggu,,

See saya juga jealous,iri,galau dan sensi melihat apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,tapi ya udah perasaan itu cuma sebentar aja, gak berlarut-larut,,gak bikin saya jadi oversensitive,menarik diri dari lingkungan atau hal lainnya, ketimbang saya harus galau dan menyalahkan ALLAH untuk semuanya,lebih baik menyibukkan diri dengan pekerjaan ,,karena kalau sibuk pasti gak kepo dan sibuk stalking kebahagiaan orang lain,,

Jujur saya suka kepo, stalking socmed teman-teman dengan keluarga kecil mereka, persiapan pernikahan mereka, ikutan seneng sama semuanya,tapi kalau perasaan iri itu udah datang mending tutup socmednya dan mikirin yang lain,,

Perasaan iri itu wajar  toh kita manusia bukan nabi juga, tapi jangan lama-lama cukup 5 menit siapa tau mereka yang upload foto itu juga iri dengan kehidupan kita,,,

Tentang Pamer

Mereka yang suka posting foto makanan, perjalanan, kebahagiaan yang mereka miliki di socmed adalah orang-orang yang pamer, butuh pengakuan dan eksistensi,

waktu baca quote diatas,ada perasaan yang bilang gini  “gak gw gak gitu kok gw cuma posting”  tapi pas di pikir-pikir dalam-dalam lagi, “apa iya gw pamer”

Sebenernya lo posting foto makanan itu buat apa? supaya mereka tau lo makan,makanan enak di restoran mahal,toh kalau lo makan di warteg lo gak posting kan

Sebenernya lo posting foto perjalanan itu buat apa? supaya mereka tau kalau lo udah mengunjungi banyak tempat sedangkan mereka hanya duduk diam dirumah

Lama saya berpikir tentang hal ini,apa iya saya pamer atau saya gak sadar bahwa saya sudah pamer,,

Saya posting foto di socmed alasanya ya gak muna sih karena saya butuh eksistensi juga,, pengen orang lain tau aja kalau saya lagi ada dimana, ngerasain apa , makan makanan apa,, lagi bener deh sayang kalau udah foto bagus-bagus, udah gaya jumpalilitan,, udah mengunjungi suatu tempat terus gak diposting ,,gak di publish di socmed gak dishare

terus ada yang nyeletuk,,,

Jadi intinya lo pamer juga kan put,,,

#nyengir,,,

#mangap…

#ampunihayatikakanda,,

Share social media buat saya adalah catatan perjalanan, dokumentasi tentang kota yang saya kunjungi, review singkat soal wisata kuliner disetiap kota, dan update foto narsis saya,,, tapi saya juga gak muna atau sok suci mungkin dibalik catatan perjalanan itu tersimpan kata pamer  ingin terlihat lebih baik dari orang lain

Jadi kesimpulannya adalah,,

Kalau saya masih suka pamer di socmed, masih suka nunjukin kehidupan saya lebih baik dari orang lain, kenapa juga harus iri atau complain sama orang lain yang juga posting di social media tentang apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,toh intinya juga sama kan,, sama-sama pamer,,, sama-sama pengen terlihat lebih baik dibanding yang lain,

Salam,,,Mari kita kembali bekerja,,

abc-h

25 thoughts on “Antara Pamer dan Iri Hati

  1. Tidak ada yang salah dengan “pamer”. Yang menjadi masalah adalah pada niat atau tujuan melakukannya.

    Dalam surat Adh-Dhuha ayat 11, Allah membolehkan kita untuk memperbincangkan nikmat yang telah ia berikan (tahaddust bin ni’mah). Tujuannya, agar kita bisa mensyukurinya. Memamerkan (posting) sesuatu yang kita miliki di sosial media ataupun blog jika bertujuan untuk menyombongkan diri, tentu itu salah besar. Tapi, bila berniat untuk berbagi kebahagiaan dan informasi, apa salahnya?

    Soal ada orang yang iri atau pun tidak dengan apa yang kita posting, itu bukanlah menjadi domain kita. Respon orang bisa berbagai macam bentuknya, kita tidak bisa membentuknya. Maka, jangan terlalu lelah dengan urusan respon orang terhadap kita, tapi waspadalah terhadap niat kita dalam bersosialisasi..🙂

  2. tau Timehoop gak Put?
    Nah, salah satu fungsi sering upload foto, lalu timehoop ngumpulin kejadian-kejadian kita di masa lampau pada tanggal itu. Jadilah catatan perjalanan. Januari kemarin pas aku mau bikin kalender dengan foto-fotoku, aku ngambilnya dari FB lho foto-fotonya….

    Lo punya instagram kan? Suka gk liat-liat foto di instagram? Bahagia gk liat-liat foto mereka? Menginspirasi or memberi informasi gk? Minimal bikin bahagia deh…. Kalau iya, there’s nothing wrong with uploading picture.. Menurut gw sih….

  3. Intinya eksistensi diri.. Aku buat akun sosmed memang untuk menampakkan diri bahwa aku ada di dunia ini. Ini yang aku punya, ini yang aku suka, dan itu yang aku inginkan juga. Hehehe ^0^ kurang lebih begitu ya makk jeritan hati kitaaahhh *loh,kitaaa* hahaha

  4. bagi sy mah apapun yg kita kerjakan.tergantung niat.. sy suka fotografi.. fotoin makanan apa lagi.. tp emg sy seneng aja.. klo pun diaplod sy lbh seneng itu sbg karya desain fotografi.. food blogger tu bikin envy bgt.. traveler blogger jg.. tp sy liat itu karya dan kerja keras mereka.. bkn pamer riya/ujub..

  5. Ada benernya juga.. hahaha. Ya manusia memang slalu pingin eksis dan butuh pengakuan 😀. Yang penting dibalik “pamer” di postingan tadi, masih ada terselip info yang mungkin ada manfaatnya buat orang lain.

  6. semua tergantung niat.berbagi kebahagiaan sih gak masalah..toh juga itu media sosial punya kita kan…yg jadi masalah ketika seseoran ngatain pamer dan nyinyir di status tanpa disadari org itu sendiri yg sering pamer.gimana cb perasaan kamu? hahahaha

  7. Masing2 punya pendapat dan pemikiran sendiri2. Yang memang niat pamer ada, yang cuma pingin sharing ya juga ada. Iya kan Mba? Salam,,,Mari kita kembali bekerja,,🙂

  8. Salken kk Putri…
    Ikut ninggalin jejak ya…

    Hmmmmnn memng susah ya Kita hidup di jaman sosmed..kadang menurut isi hati suka nanya. Aduh ga penting amat ya posting2 ini itu terlebih Yg kurang ada manfaatnya buat khalayak. Tapi, disisi lain hawa nafsu bermain 😰

  9. Iyasih, kadang iri juga. Apa lagi saat melihat gerombolan teman saya yang sering nongkrong di tempat hits. Tapi yang di foto tidak selalu sebahagia kelihatannya. Karena saya pernah ikut di dalamnya dan rasanya biasa saja, malah saya bosan karena mereka sering nunduk ke gadget masing- masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s