Dalam Kesendirian


Cheese Cake Factory ,, 6 November 2015 18:01

Selamat Sore,,,

Saya menulis ini di sebuah café di bilangan Tomang,,meeting sama client sudah selesai,, tapi saya harus melakukan sesuatu agar terus sibuk,, agar hati ini berhenti bersedih,,dan tangis itu tidak turun,,

Mungkin semuanya berpikir lebay,, atau saya terlalu dibawa perasaan,, but this is what I feel now, sunyi , sepi ,sendiri dan mungkin terpuruk,,

Saya bisa menangis di mana pun,,kapan pun,, ketika tubuh ini berhenti beraktivitas maka yang bisa dilakukan hanya menangis,, menangis dan menangis,,

Seperti sore ini ,, hal pertama yang saya lakukan adalah buka laptop – pesan leci ice tea – dan mulai menulis, menuliskan perasaan saya hari ini , dengan berlinang linang air mata,, – kebayang gak sih lo cewe duduk di café sendirian ,dan nangis,, entah apa yang ada di kepala orang-orang saat melihat saya,,

Menuliskan perasaan sudah selesai,meratapi nasib dan ketidak berdayaan ini ,tapi hari ini masih terlalu sore,,dan saya masih butuh untuk merasa lelah,,agar hati berhenti berpikir hal yang aneh-aneh,,

Minuman yang saya pesan tidak berkurang sedikit pun, padahal minuman ini adalah favorit saya,,entahlah kenapa rasanya sekarang makan bukan lah hal yang ingin saya lakukan,,makan dan minum bagi saya adalah pemenuhan kebutuhan terhadap tubuh,,bukan lagi hal yang menyenangkan,,

Sekrang saya sendirian,, ada 5 kelompok meja disini,,

Waitersnya bernama mas syawal dari tadi sibuk bolak balik mencatat pesanan atau request dari orang-orang ,sekali-kali dia melirik kesaya, bukan,,bukan curi-curi pandang,,mungkin dia heran melihat saya yang dari tadi sibuk dengan selembar tisu dan sebuah laptop ,,ah ya,,mungkin juga dia ingin bertanya mengapa saya tidak memesan makanan lain,,hanya segelas leci ice tea ,,dan minuman itupun masih belum berkurang dari 2 jam yang lalu,,

Disudut kiri ada seorang perempuan chinese, rambutnya sebahu,, rambutnya panjang, curly curly gitu,, kulitnya putih,bermake up tipis tapi tetap cantik, sibuk dengan gadgetnya,,sama seprti saya dia pun belum memesan makanan hanya minuman,, tapi minumannya sudah berkurang hampir setengah ,,sepertinya dia menunggu seseorang,,

Di depan saya ada 3 orang perempuan muda, chinese, menggunakan gaun terusan,, sepertinya mereka sosialita (pakaian nya branded, cantik ,dan full make up )  saat makanan datang hal pertama yang dilakukan adalah foto makanan – selfie – dan kembali sibuk dengan gadgetnya, prakiraan saya umur mereka dikisaran 25,, cewe-cewe feminin ya saat makanan pun menggunakan manner, pelan-pelan, gak berisik , beda banget dengan saya yang kalau ketemu temen-temen heboh kaya orang sekampung,,(*saya lupa kapan terakhir  bertemu dengan sahabat-sahabat saya,,

Dan disebelah kanan saya ada 4 orang berkebangsaan korea, 2 perempuan , 2 lelaki, sepertinya mereka pulang kerja, berpakaian rapi khas seperti pria korea kebanyakan , dengan blazer lengkap, dan kemeja putih, saat makan perempuan-perempuan ini duduk dengan tegak dada membusung kedepan,dan tangan membentuk garis lurus saat memotong makanan,(Beda banget ya sama saya yang kalau duduk bongkok udang, dan tangan pun gak ada garis –garis lurus acan )

Mereka memesan hotdog, pizza,hamburger dan 4 gelas minuman dingin,, tipikal orang korea,,saat bicara heboh,,terkadang bertepuk tangan,,tertawa terbahak-bahak,, entah apa yang dibicarakan,, tapi sepertinya seru sekali (*saya juga lupa kapan terakhir kali pergi makan siang bersama teman kerja,, sejak di kantor jadi satu-satunya perempuan, saya sudah tidak pernah lagi pergi hangout makan siang bersama teman,,

Saya masih disini,, menulis kan apa yang bisa saya tuliskan,,melarikan diri dari semua masalah-masalah saya, saat kamu dihadapkan pada masalah dan gak tahu harus gimana maka yang bisa dilakukan hanya menjalaninya,, meski perih, berdarah-darah,, saat ini hanya ALLAH satu-satunya pertolongan saya,,, hanya DIA tempat saya mengadu ,dan memohon kekuatan menghadapi semua ini ,,

Cheese Cake Factory 19:10 , sudah hampir 3 jam saya disini, penghuni meja-meja di depan saya pun sudah mulai bertukar, air mata sudah kering,,sepertinya saya harus pulang,

4 thoughts on “Dalam Kesendirian

  1. i’ve been on ur feet, Put…
    This too shall pass..
    Dulu ketika mengalami hal seperti Putri, hal pertama yang kulakukan adalah beli kamera saku supaya aku bisa mengalihkan sore yang biasa kulalui dengannya dengan kegiatan lain. Aku tau kalau itu hanya pelarian, tapi bagaimanapun, kita terkadang butuh untuk berlari dulu dari kenyataan sebelum akhirnya pelan-pelan bisa menoleh ke belakang dan berkata ‘i have to go through all that to become who i am today, stronger than before, wiser than before…”
    Tetap semantgat, Putri… You’re not alone. I’m ur friend.

  2. Gak ada kesedihan yang berlebihan put. Apalagi menyangkut kehilangan. Kita semua pernah merasakannya kan. Someday we’ll know the reason, put.

    Keep on faith yah 😊

  3. Kesedihan itu perlu, agar kita bisa mensyukuri kebahagiaan, sebagaimana kesendirian itu perlu, agar kita bisa mensyukuri sebuah kebersamaan..

    Semangat Inon..
    Habis gelap, pasti lampu nyala lagi…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s