Tak Ada Lagi Hati yang Kutuju (Pulang Kampuang Eps 1


Bekesong City 19 Januari 2014

Selamat Sore Kawan,,

Bagaimana Kabar Kalian Apakah di daerah kalian banjir,, seperti Jakarta yang sudah  kepung banjir sepanjang minggu,, saya Alhamdulillah bebas dari Banjir tapi hujan sepanjang hari membuat saya tidak bisa keluar rumah, akses jalan putus dan saya hanya ada dirumah sepanjang hari ,

Sudah lama saya tidak menulis di rumah ini , ya mungkin semua terdengar klise tapi kesibukan selalu menyita semuanya,, namun 10 – 14 januari 2014 saya melakukan perjalanan, perjalanan pulang kampuang ke ranah minang, tempat dimana saya dilahirkan kota kecil yang teramat saya cintai ,,

Awalnya saya ingin menuliskan cerita pulang kampuang kali ini sesuai dengan kronologis kejadian perkara tapi hati saya meminta saya menuliskan cerita ini sesuai dengan tuntunan hati saya, jadi kawan mari nikmati cerita saya ,, pulang kampuang ke ranah minang, meski cerita ini random tapi saya janji saya akan menuliskan setiap kenangan yang ada ,,

Pulang Kampuang,,,

Jujur sejak kepergian umak tersayang menghadap Ilahi,, pulang kampuang bukan lagi menjadi keinginan terbesar saya tak ada lagi hati yang saya tuju , tak adalagi senyuman dan celoteh hangat dari umak yang selalu mengisi hari-hari saya,, namun kali ini ,, saya harus pulang kampung menghadiri pernikahan emak ,, sahabat baik saya,,

Ketika Kaki ini menginjakkan kaki di Bandara,, hati saya seperti disusupi rasa linu,, linu karena teringat pada senyum umak,, tapi saya menepikan rasa itu,, saya berkata pada si Hati,,

” ayo jangan sedih,, kita mau liburan dan bersenang-senang,, ayo senyum..”

Sepanjang Perjalanan saya tertawa dan menikmati setiap detik kebersamaan bersama kawan,,bahkan kami menyempatkan diri untuk turun dan bernarsis-narsis ria di lembah Anai, spot wajib untuk di kunjungi ketika menginjakkan kaki ke ranah minang,,

Tapi semua keriaan itu hilang ,,,ketika perlahan mobil yang saya tumpangi memasuki wilayah kampung umak,, kenangan itu kembali hadir,,satu demi satu kenangan bersama umak hadir bagai rekaman film yang diputar di benak saya,,

Ngerjain Umak

Setiap saya pulang kampuang saya gak pernah bilang sama umak kalau saya pulang kampung,, sepanjang perjalanan menuju kampung maka benak saya akan
dipenuhi ide – ide jahil buat ngerjain umak, seperti saat saya pulang kampuang 2011 kemarin , Saya sudah menyiapkan skenario kejutan ,,

Siang itu umak sedang bersantai di dapur nya,,saya menelpon umak (di benak umak saat itu saya ada dijakarta

Saya : assalamualaikum umak iko inon,, sadang manga umak (*umak ini inon, lagi ngapain

Umak : Inon ko,, indak ado sadang duduak duduak di palanta dapua, ba a kaba inon (*lagi duduk-duduk di dapur , inon apa kabar

Saya : Lai sehat ,, umak ba a kaba (Sehat umak apa kabar

Kami pun berbincang di telpon umak sama sekali tak menyangka kalau saya sedang bersembunyi dibalik tembok rumah kami,, disaat umak sedang fokus dengan teleponnya saya pun mengendap-ngendap berjalan ke arah pintu dapur ,,kebetulan saat itu pintu dapur kami tidak dikunci jadi saya bisa menerobos masuk ,, memeluk umak yang sedang menelpon saya,,

Umak saat itu hanya diam,, shock karena sebelumnya masih berbincang dengan saya di telpon,, senang karena anak gadihnya pulang saya memeluk umak dan menghujaninya dengan pelukan bertubi –tubi,,

Umak tersenyum,, dan memeluk saya lagi ,, mencium kening saya dan berkata,,

“aden dikicuah nyo,, baraso barasian den,, aden sadang manalipon inyo lah mancigok sen,,”(*saya ditipu, berasa mimpi,, pas lagi nelpon kamu muncul

Kawan di kepulangan saya kali ini senyum bahagia umak,, celoteh bahagia umak disaat menyambut saya pulang,, pelukan hangatnya sudah tidak saya rasakan lagi,, semua itu kini hanya kenangan,,

Saat saya memasuki kampung kami,, kenangan itu membekas di hati saya,, hati kecil saya berkata,,

“Kepulangan kali ini siapa lagi yang akan saya tipu,, tidak adalagi umak yang selalu menanti saya,,,”

umak1[1](suasana riuh yang sempat terabadikan di kunjungan terakhir saya menemui umak 2011 kemarin

Kamar Umak Masih Seperti yang dulu

Kepulangan kali ini saya tak sempat mengunjungi makam umak , cuaca dan waktu yang tidak mendukung,, satu-satu nya tempat yang masih bisa saya kunjungi adalah kamar umak,, saat saya memasuki kamar umak,, rasanya umak masih ada,, semua masih sama seperti dahulu,, susunan bantal – guling, selimut dan seprai tidak berubah semuanya masih sama seperti saat umak masih ada,, bau kamar nya, remang-remang lampu kamarnya,, semua masih sama,, rasanya seperti melihat beliau ada disudut kamar itu dan tersenyum menyambut kedatangan saya,, dulu waktu saya masih ada di kampung,, setiap pagi saat saya tidur umak selalu mencium kening saya dan berkata,,

“Ibo Den Anak Gadih Den,, Di piarokan Tuhan ALLAH juo ,, (*kasihan anak gadis saya ,, semoga selalu dijaga ALLAH,,

Saat saya memasuki kamar umak,, ketegaran yang selalu saya simpan luluh bersama kenangan yang ada,, saya menangis dan mencium setiap detail yang ada di kamar itu ,, Lemari – Bantal – Guling – Selimut saya cium satu persatu,,saya peluk,, semua larut dalam kerinduan saya terhadap umak,

Suatu Sudut di Nasi Kapau Ni Er

Di Salah satu perjalanan saya saat pulang kampuang kemarin ,, kunjungan wajib adalah Nasi Kapau Ni Er,,

Nasi kapau Ni Er juga adalah kunjungan wajib saya saat mudik ke kampung mengunjungi umak,, saat saya bersama Bunda Monda menikmati Nasi Kapau Ni Er kenangan tentang umak kembali menghampiri saya ,,semuanya tergambar jelas di benak saya,,

Umak seperti ada disudut itu,,duduk di sisi kiri,, cemberut dan memasang wajah terburu-buru,, (*umak paling gak suka antri jadi kalau kita lagi belanja dan antri,,umak selalu bilang gini

????????????????????(*rasa nya umak masih ada di sudut itu,,menanti pesanan nasi kapau Ni Er

“anak ,,amak dulu dih,,rumah amak jauah ,,ndak ado oto beko.(* ibu dulu ya,, rumah ibu jauh nanti mobilnya gak ada,,

Ni Er si pemilik kapau biasanya akan menuruti permintaan umak menyegerakan permintaan umak satu bungkus nasi kapau beserta satu porsi gulai kapau,, ya nasi kapau bungkus pakai gulai tambumsu ,, akan kami makan berdua di rumah nanti satu bungkus berdua,,

Kawan linu rasanya hati ini,, saat saya menatap ke sudut itu,,rasanya seperti melihat umak sedang duduk disana dengan kebaya hitamnya,, dengan masygulnya menanti nasi kapau yang sedang dibungkus,, sayang semua hanya kenangan ,, siang itu umak tak ada disudut itu,,dan saya ke Nasi Kapau Ni Er bukan bersama umak,,tapi bersama Bunda Monda..

Jika dulu saat saya pulang kampuang,, maka tujuan saya adalah Umak,, pelukan hangatnya celotehnya ,, dan kini tujuan itu sudah tak ada lagi,,tak ada lagi pelukan hangatnya, perjalanan bersama ke bukittinggi,, celoteh celoteh hangat itu sudah tak ada,, kini saat saya pulang kampuang tujuan saya adalah kenangan ,, ya kenangan demi kenangan saat bersamanya kenangan itu bagai film yang diputar di benak saya kenangan yang akan selalu setia di hati saya,,

Titip Salam Untuk Umak DiSurga ….


Jalan Raya Jakarta Bekasi  Jum’at 2 Maret 2013 21:07:06

Rabb,,
Apa kabar lama sudah tangan ini tak menulis sepatah kata,,
Entahlah ada apa,, tapi kadang menulis tak lagi menarik,, semua terasa membosankan,,
Mungkin ini yang mereka bilang titik jenuh,,

Rabb,,
Malam ini inon,, datang,, rindu ingin bercerita,, rindu ingin mengadu,,

BeFunky_CrossProcess_1

Ya Rabb,,
Inon boleh nanya kan,,
Apa kabar ya umak inon di surga sana,,
Apa dia baik baik saja,,
Apa dia selalu tersenyum,,
Melemparkan gurauan kecil yang kadang garing dan tak penting,,

Ya Rabb,,
Inon yakin,, engkau akan selalu menjaganya,
Menempatkan dia di tempat terindah mu,,
Inon yakin itu,, karena umak adalah orang baik,, dan punya hati yang tulus dalam menyayangi,,

Ya Rabb,,
Titip salam ya buat umak di surga sana,,
Bilang sama umak,, kalau inon kangennnn,, kangen sekali,,
Rasa rindu itu tak pernah pudar,, ya rindu itu mungkin bisa di tepikan di keramaian,, tapi saat sendiri,, rasa rindu itu selalu hadir,,
Titip salam. Ya buat umak,,
Titip peluk dan cium juga,,
Bilang sama umak,,
Kalau buat inon dia adalah yang terindah,, perempuan terhebat no 1 di dunia,,

Ya Rabb,,
Umak kadang hadir dalam mimpi,,
Menyapa dengan senyumnya,,
Memberikan pelukan dan ciuman hangatnya,,
Bagi inon itu semua lebih dari cukup,,
Mimpi.-mimpi itu selalu jadi pengobat rindu,, penghapus rasa sesal karena tak bisa melepasnya di hari terakhir kepergiannya,,

Banyak yg bilang mimpi itu hanya bunga tidur,,dan 1001 alasan lainnya,, tapi kali ini boleh kan inon punya keyakinan sendiri.,

kalau mimpi itu adalah cara umak menyapa inon,, melepas rindu,, bukankah yang pergi hanya jasadnya,, tapi jiwanya dan rindunya akan selalu hadir di hatii ini,,,

Titip salam ya buat umak di surga sana,,
Bilang sama umak kalau inon selalu rindu sama umak,,
Kehadiran umak meski hanya dalam mimpi selalu berart besar dan izinkan dia selalu hadir di mimpi meski hanya untuk sesaat,,

Ya Rabb,,
Bilang juga sama umak,, kalau inon akan berjuang buat menuhin janj-janji  inon sama umak,, mempersembahkan yang terbaik untuknyaa

Ada cerita indah setelah kepergiannya (*Cerita untuk umak


Bekesong City, 20 Januari 2013

Assalamualaikum Umak,,,

Apa kabar disana,, apa semua baik baik saja,, *nyengir*

Umakk hari ini inon nulis surat ini tanpa menangis,, gak kaya minggu kemarin inon nulis surat berlinang-linang air mata, mengingat semua hal tentang umak,,

Umak buat inon nulis surat ini , seperti menyampaikan kabar sama umak,, inon percaya walaupun umak udah gak ada secara fisik,,tapi semangat ,,dan jiwa umak akan selalu ada menemani inon ,,kemana pun inon pergi,,lagi pula menulis surat ini seperti terapi diri menyembuhkan luka karena kehilangan,,

Hari hari ke 27 umak pergi, cepet ya semuanya berlalu,, tapi ya gimanapun kadang inon merasa umak selalu ada disamping inon, tahu gak si emak pernah bilang gini ,,

“inon tahu gak umak tuh sejatinya gak pernah ninggalin inon, sekarang dia malah bisa nemenin inon, ngedampingin inon dalam ngeraih mimpi inon,, percaya sama emak,, saat inon sedih pasti umak akan datang sama inon menyapa inon dalam mimpinya”

Oh ya kalau umak nanya si Emak itu siapa,, itu tuh bunda adel yang waktu itu datang ke rumah kita ke kampuang,, yang umak bilang,,

“makan lah disiko,, umak mamasak asam padeh ,, ”

Ha…ha..ha.ha gimana ingat gak,, inon masih inget waktu si emak datang kerumah trus umak nelpon inon dan bilang,,,

“handeh kawan inon tu a,, di foto foto kan nyo umak,, biliak umak di foto nyo pulo,, sagan awak diurang,,”

Gimana udah ingat kan,,

Umak tahu gak ,, selalu ada hal baik dalam setiap masalah yang dihadapi,, kepergian umak membuat kedekatan inon dengan sepupu-sepupu inon yang selama ini jauh menjadi lebih dekat,,

Iyaaa benar,, si Meta,, sekarang Inon sama si Meta lebih dekat daripada dahulu,, dulu kan kita sama sama sibuk,, jarang ketemu,, bahkan gak pernah bertukar kabar,, terakhir ketemu aja 6 tahun yang lalu,,,tapi sekarang ,, kita jadi jauh lebih dekat,sering bertukar kabar,, tahu gak mak,,kadang ya si Meta selalu nungguin inon pulang kerja,, nemenin inon selama dalam perjalanan iyaa bener walaupun nemeninnya Cuma pake BBM-an doang secara si Meta di bandung dan inon di Jakarta,,

Umak pasti seneng ngeliat hubungan Inon sama Meta sekarang,,karena kita sekarang udah kompak, selalu kasih kabar dan saling memotivasi satu sama lain,, inon belajar menginspirasi adik adik inon , mengajarkan mereka arti kerja keras,, berani bermimpi,,gak pernah menyerah dan selalu percaya bahwa apapun masalah yang diberikan kepada kita,, semua pasti ada solusinya,, inon selalu bilang kaya gini sama si Meta ataupun si Bungsu,,

“Kita semua punya kesempatan yang sama untuk berhasil,, untuk menjadi yang terdepan yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah, apakah kita mau bekerja keras atau tidak,,gw udah ngebuktiin itu sama kalian,, perjuangan gw from zero to be hero,, jatuh bangun gw ngeraih mimpi,,dan Alhamdulillah,, ALLAH gak pernah bohong ama janjinya, ambil yang baik dari gw,,tapi kalau yang jeleknya jangan ,,,”

He..he.he. hebat kan inon ,, ya biarkan lah adik adik itu mengambil hal baik dari inon ,,tapi penyakit malas mandi,, malas bangun pagi gak usah lah ya di tiru,,*nyengir*

Oh ya Mak, si Meta juga udah jauh berubah,, dari yang inon temui 6 tahun yang lalu,,jauh lebih dewasa,, dan sedikit lebih manis,, (*kalau bagian siapa yang paling manis inon tetap yang termanis, yakk),, walaupun masih suka sedikit judes kalau udah datang kumatnya,, *nyengir* ,,

Waktu berjalan begitu cepat ya mak,, rasanya baru kemarin bocah kecil itu lulus SMP,, dan jadi ABG labil yang menyebalkan,, eh sekarang dia udah mau lulus kuliah aja,, bentar lagi kerja,,dan mulai menata mimpinya,,

Tahu gak mak,, anak ini ya,, kalau pas ketemu masih kaya dulu, jarang ngobrol, ngobrol seperlunya ehh tapi kalau be be em an,,aish busyet panjang panjang bet,,udah kaya nulis paragraf pelajaran mengarang,,ha..ha..ha..ha. mungkin karena waktu itu kita ketemu cuma beberapa hari trus pisah lagi,,dan sekarang lebih banyak komunikasi pake be be em, oh ya satu lagi,, inon kan dulu paling males ya kalau be be eman pake bahasa minang ribettt,tapi sekarang inon udah fasih dong chating pake bahasa minang,,

Si Meta titip salam sama Umak,,salam sayang kata nya,, dia selalu bilang

“Rasonyo umak tu ndak pernah pai do ni,,rasonya umak tu masih ado disiko mandampingi awak ni,,”

Doain inon mak, punya rezeki yang banyak,, nanti inon mau beli mobil,,trus abis itu inon mau mudik pas lebaran,,nanti inon bakal ngajak semua anak dan cucu umak ziarah bersama,, umak pasti seneng ngeliat kita datang bareng,,bareng,, walaupun sedikit ironi,,waktu umak hidup kita malah jarang mudik bersama, eh pas umak udah pergi baru kepikiran buat mudik bersama,,

Umak tahu gak,,kalau Inon sama Meta punya mimpi,,nanti kita bakal nabung,, dan kita bakal patungan , ngerenovasi rumah umak yang dikampung,, nanti kita akan pasang semua foto anak cucu disana, rumah itu akan selalu jadi tempat kita pulang,,tempat kita mengenang semua hal baik tentang umak,, inon yakin,, Umak pasti senang,,

Oh ya Umak tahu gak inon kan punya mimpi ,, mimpi inon tentang dunia menulis,, inon tuh ya kemarin ikut tantangan menulis 1.000 kata selama 180 hari,, dan Alhamdulillah,,anak umak yang satu ini berhasil melewati tantangan itu,, dan yang paling kerenn nya adalah si Abang bilang gini ,,

“udah saat nya kamu mulai bikin konsep buku buat tulisan kamu,, mulai lah berpikir jauh kedepan,,,”

Huaaaaa senangnyaa,, walaupun inon gak tahu apa mimpi inon untuk membuat sebuah buku itu akan menjadi nyata atau gak,,tapi paling gak inon udah mulai melangkah, he..he..he walaupun jujur inon masih sedikit bingung tulisan seperti apa yang akan inon buat,, *nyengir*

Tantangan 1.000 kata ini punya kenangan tersendiri buat inon, karena tantangan ini selesai 2 hari sebelum umak pergi,, iyaa inon menyelesaikan tantangan ini tanggal 21 desember,,dan umak pergi tanggal 23 desember,,dan tahu gak tulisan terakhir inon di 1.000 kata adalah tentang umak,, ya tulisan inon tentang umak yang sedang kritis,, dan doa inon agar ALLAH menjaga Umak dengan baik,,

Umak doain inon ya,, supaya mimpi ini menjadi nyata,, kelak ketika mimpi ini menjadi nyata,, dihalaman pertama buku itu akan inon tulis,,

“Mimpi ini aku persembahkan untuk umak,, untuk dia yang pergi,,ketika mimpi ini baru dimulai,,”

Inon percaya setiap mimpi akan menjadi nyata,, kalaupun mimpi itu tidak menjadi nyata,, ALLAH pasti sedang mempersiapkan rencana yang lebih indah buat inon,,

Umakkkk ,, inon rindu ,rindu sekali,,tapi hari ini inon gak nangis kok beneran deh,,inon nulis surat ini sambil senyum,, di dunia imajinasi inon,,inon ngebayangin umak nerima surat ini dan ngebacanya bertiga,, bareng Inyiak dan Om As.. oh yaa, ada  anak anak umak yang sudah pergi lebih dulu,, titip salam ya buat mereka,,

Sebenernya ada banyak hal yang mau inon ceritain,,tapi udah dulu ya,nanti umak pegel bacanya,, peluk cium selalu,, kalau dulu inon selalu transfer uang belanja bulanan buat umak,,sekarang inon akan transfer doa dan Alfatihah buat umak ,, berdoa supaya umak mendapat tempat di Surga sana,,

Oh ya,, minggu ini inon bakal sibuk banget,, bukan banget deng,,tapi sekali,,doain inon ya,,selalu kuat dan mampu bekerja dengan baik,, bekerja keras meraih mimpi,, jakarta juga lagi musim banjir,,tapi rumah kita di bekesong gak kena banjir sih,,oh iya satu lagi inon lupa si bungsu kemarin baru pulang dari Ambon,, cucu umak yang satu itu resolusinya tahun ini,, melintasi 3 pulau di Indonesia..dan seperti nya mimpinya berhasil,,

Inon selalu sayang umak,, dan dihati inon nama umak gak akan pernah terganti,, minggu depan tungguin surat inon lagi yakkk

#peluk cium selalu ,,

#inon yang selalu merindukan mu