24

Apa susahnya….


Kepada Biru,,,

kadang gw heran,,,

Kenapa harus protes sana sini bilang.. “Mungkin Si A suka lo,,makanya dia hobi banget gangguin lo..” atau ,, “Emang lemburnya harus berdua doang ya,,” atau,, “kenapa harus pergi sama dia,,kenapa gak ama yang lain”

Apa susahnya bilang.. ” Ok gw cemburu,,gw gak suka lo sama Si A , atau harus lembur berdua doang..” itu lebih gampang,,kan daripada harus berasumsi macam-macam,,,

Kadang gw heran,,,

Kenapa harus ngoceh panjang lebar,,tentang hal-hal yang gw lakuin dan mungkin lo gak suka,,,  apa susahnya bilang.. ” Kayaknya aktivitas itu gak baik deh..” itu lebih baik daripada harus menjadi manusia yang sarkas..

Kadang gw heran,,,

Daripada lo sinis soal gw yang baru nongol di layar si kurir yahoo,, atau sibuk nanya gw ngapain aja kenapa harus meeting ampe malam.. apa susahnya sich kalau lo bilang.. ” ok,, gw kangen,, dan gw mau lo nongol di layar kurir yahoo”

Apa susahnya sich membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah..

Apa susahnya sich bertingkah layaknya manusia dewasa

kata orang,,

Mau lo es tong..tong,,wanita karir, atau manusia yang pinter sekalipun,,tetap aja saat harus berhubungan dengan masalah hati semuanya menjadi lebih rumit,,, padahal kalau kita mau,,benang kusut ini bisa di buat menjadi lebih mudah kan..


11

Bekerja dengan Manusia..Vs Bekerja dengan Data..


Bekerja dengan Manusia VS Bekerja dengan Data which better,,,,

Pada dasarnya setiap pekerjaan akan menuntut kita bekerja dengan dua hal diatas Data dan Manusia, namun pada beberapa kejadian, setiap pekerjaan ada proporsinya siapa yang lebih besar,

Saya sudah mulai bekerja sejak tahun 2003,bekerja didunia Akuntansi, dunia yang mungkin bagi sebagian orang pekerjaan saya membosankan,, ada beberapa teman yang bilang,,,

Accounting tuch kaya orang gila tahu, setiap hari kerjaanya ngitungin duit aja,, padahal itu bukan duit mereka, senjata nya gak jauh-jauh dari penggaris sama kalkulator, gak seru,,makanya orang accounting lebih cepet tua dan kebanyakan kuper , karena mereka cuma ketemu sama data aja, gak bergaul dengan banyak orang,,

Gak ada salahnya sich pendapat diatas,, survey membuktikan anak-anak akunting lebih cupu, dan kadang kurang gaul, perhitungan, dan selalu mengutamakan angka diatas segalanya,, senjata rahasianya adalah pulpen sama kalkulator, kemana-mana yang di pikir untung sama rugi

Anak-anak akunting biasanya selalu terobsesi sama masa lalu, karena setiap hari yang kita kerjakan adalah mengolah masa lalu, dan menjadikannya pedoman untuk masa depan..

Tetapi dunia akuntansi bukan dunia yang membosankan,, ada serunya,,Accounting adalah sebuah proses bagaimana kita mengolah data mentah , yang berupa lembaran-lembaran kertas dan angka gak jelas, hingga menjadi laporan akhir yang akan digunakan untuk menentukan langkah ke depannya seperti apa,,

Akuntansi mengandung prinsip “balance” seimbang., segalanya harus seimbang,, kalau ada yang salah kita harus cek lagi dari atas, harus teliti, dan pintar berimprovisasi,ngerasa mumet gak karuan kalau ada angka yang gak ketemu, tetapi puas yang amat teramat sangat jika masalah itu dapat terpecahkan..

Hampir 3 tahun saya bekerja di dunia yang memang mentah-mentah berjudul Akuntansi di mulai dari mengerjakan pekerjaan secara manual pakai excel aja.. (Akuntansi Tradisional) hingga kemudian bekerja dengan sistem (Akuntansi Modern)

Selama 3 tahun saya lebih banyak berhubungan dengan Data, daripada dengan orang, mengolah data bukan pekerjaan yang mudah, karena saya harus mengolah data yang mentah, hingga berakhir menjadi sebuah laporan, tetap ada pekerjaan saya yang mengharuskan saya berhubungan dengan Manusia , tapi itu hanya 30 % dari total pekerjaan saya, saya jarang berhubungan dengan pihak luar selain teman-teman kantor, interaksi saya dengan pihak luar untuk masalah pekerjaan saya hanya saat kita harus di Audit, atau laporan akhir tahun.

Dan sekarang sudah hampir 2 tahun, saya berpindah dari dunia Akuntansi yang kebanyakan ngolah data, ke dunia yang mengharuskan saya berkomunikasi dengan orang lain, berkomunikasi dengan pihak luar, (*sesuatu yang jujur saya kurang suka dari dulu,,

Pekerjaan saya saat ini tetap ada hubungan nya dengan dunia Akuntansi tetapi akuntansi yang lebih luas, lebih rumit, dan harus berhubungan dengan pihak luar “user”

Pekerjaan yang mengharuskan saya berinteraksi dengan banyak Manusia, banyak karakter, banyak kepentingan, Setiap orang dengan egoismenya masing-masing, ingin selalu menjadi yang nomor satu untuk dilayani,Pekerjaan yang tidak semata-semata menguras tenaga dan pikiran tapi juga mengurus hati,

Kebayang kan gimana sakit hatinya, kita sudah bekerja mati-matian, lembur siang malam, tetapi usernya masih protes,masih aja ada yang kurang, tetapi terkadang ada rasa haru yang mendalam saat saya lagi capek-capeknya tiba-tiba ada salah satu user yang bilang..

“Makasih ya Putri buat bantuannya.. “ (*saat ada yang bilang makasih..semua rasa capek dan lelah itu akan hilang.. :) berasa ada yang menghargai dan menggangap bahwa hubungan saya dengan mereka bukan cuma hubungan pekerjaan semata, tetapi lebih dianggap sebagai sahabat.. :) :) 

Bekerja dengan Mengurus Data atau Manusia sama sulitnya sama susahnya, dan sama riwehnya, memberikan sensasi tersendiri, kalau ditanya apa yang lebih saya suka, mungkin saya lebih suka bekerja dengan Data, tetapi saya juga harus tetap belajar untuk mencintai pekerjaan saya saat ini, karena ini adalah tantangan, dan dunia baru bagi saya,,

Belajar mengelola emosi, memisahkan kapan saya harus menggunakan perasaan , kapan saya harus menggunakan logika dan tetap melakukan yang terbaik… mungkin saat ini saya masih bolong sana sini, masih jauh dari sempurna,, namun saya harus terus belajar,, karena sebaik.baik manusia adalah manusia yang selalu belajar…belajar dan belajar

gimana dengan teman..teman, lebih suka pekerjaan yang seperti apa,, ???