22

Antara Pamer dan Iri Hati


My Office , 12 Agustus 2015, 30 menit sebelum kembali bekerja,,

Selamat Siang Kawan,,,,

Apa kabar kalian semoga semua dalam keadaan baik baik saja,,, seminggu terakhir saya menemukan dua kata di timeline saya yang bener-bener bikin gatel untuk melahirkan postingan ini,,,

Orang yang suka posting di social media tentang kehidupannya adalah orang yang pamer  karena terkadang apa yang mereka pamerkan tidak dimiliki oleh orang lain , sehingga bisa menimbulkan sikap iri hati bagi yang lain

Tentang Iri hati (Jealous) 

Ketika melihat ada orang lain yang posting tentang hal yang mereka miliki dan kita gak punya atau gak bisa mencapai itu ,, perasaan iri dan merasa kecil itu akan timbul

Saya adalah orang yang mudah merasa iri atau jealous terhadap apa yang orang miliki dan saya gak punya,, terlebih ketika orang itu terlihat amat sangat bahagia dengan apa yang mereka miliki sedangkan saya tidak bisa mendapatkan atau mungkin belum memiliki kesempatan untuk meraih hal itu,,

Saya bahagia ketika ada teman yang upload foto-foto prewedding, lamaran, pernikahan, kehamilan,,kehadiran bayi baru , dan juga setiap hari posting foto tentang anak-anak mereka, ada rasa seneng aja ngeliat foto-foto itu terlebih kalau saya tahu bagaimana mereka berjuang meraih semua itu,,Tapi saya juga gak muna,,kalau dibalik rasa bahagia itu,,ada rasa yang lain,, rasa jealous yang gak bisa disebutkan sedihnya kaya gimana,,kadang suka kepikiran gini,,

Kok mereka gampang ya meraih semuanya,, sedangkan gw gak,, giliran gw kapan ya ALLAH , sampai kapan harus menunggu dan menunggu,,

See saya juga jealous,iri,galau dan sensi melihat apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,tapi ya udah perasaan itu cuma sebentar aja, gak berlarut-larut,,gak bikin saya jadi oversensitive,menarik diri dari lingkungan atau hal lainnya, ketimbang saya harus galau dan menyalahkan ALLAH untuk semuanya,lebih baik menyibukkan diri dengan pekerjaan ,,karena kalau sibuk pasti gak kepo dan sibuk stalking kebahagiaan orang lain,,

Jujur saya suka kepo, stalking socmed teman-teman dengan keluarga kecil mereka, persiapan pernikahan mereka, ikutan seneng sama semuanya,tapi kalau perasaan iri itu udah datang mending tutup socmednya dan mikirin yang lain,,

Perasaan iri itu wajar  toh kita manusia bukan nabi juga, tapi jangan lama-lama cukup 5 menit siapa tau mereka yang upload foto itu juga iri dengan kehidupan kita,,,

Tentang Pamer

Mereka yang suka posting foto makanan, perjalanan, kebahagiaan yang mereka miliki di socmed adalah orang-orang yang pamer, butuh pengakuan dan eksistensi,

waktu baca quote diatas,ada perasaan yang bilang gini  “gak gw gak gitu kok gw cuma posting”  tapi pas di pikir-pikir dalam-dalam lagi, “apa iya gw pamer”

Sebenernya lo posting foto makanan itu buat apa? supaya mereka tau lo makan,makanan enak di restoran mahal,toh kalau lo makan di warteg lo gak posting kan

Sebenernya lo posting foto perjalanan itu buat apa? supaya mereka tau kalau lo udah mengunjungi banyak tempat sedangkan mereka hanya duduk diam dirumah

Lama saya berpikir tentang hal ini,apa iya saya pamer atau saya gak sadar bahwa saya sudah pamer,,

Saya posting foto di socmed alasanya ya gak muna sih karena saya butuh eksistensi juga,, pengen orang lain tau aja kalau saya lagi ada dimana, ngerasain apa , makan makanan apa,, lagi bener deh sayang kalau udah foto bagus-bagus, udah gaya jumpalilitan,, udah mengunjungi suatu tempat terus gak diposting ,,gak di publish di socmed gak dishare

terus ada yang nyeletuk,,,

Jadi intinya lo pamer juga kan put,,,

#nyengir,,,

#mangap…

#ampunihayatikakanda,,

Share social media buat saya adalah catatan perjalanan, dokumentasi tentang kota yang saya kunjungi, review singkat soal wisata kuliner disetiap kota, dan update foto narsis saya,,, tapi saya juga gak muna atau sok suci mungkin dibalik catatan perjalanan itu tersimpan kata pamer  ingin terlihat lebih baik dari orang lain

Jadi kesimpulannya adalah,,

Kalau saya masih suka pamer di socmed, masih suka nunjukin kehidupan saya lebih baik dari orang lain, kenapa juga harus iri atau complain sama orang lain yang juga posting di social media tentang apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,toh intinya juga sama kan,, sama-sama pamer,,, sama-sama pengen terlihat lebih baik dibanding yang lain,

Salam,,,Mari kita kembali bekerja,,

abc-h

27

Mudik….Silaturahmi,Rutinitas atau Ajang Pamer?????


my office, 7 September 2010

ingat lagu ini “lebaran sebentar lagi…baju baru belum dibeli”

yup lebaran tinggal 2 hari lagi, dan jakarta pun sudah mulai sepi, kemacetan secara perlahan berkurang, arus ke jakarta sepi dan yang ramai adalah arus ke cikampek, ke pantura, ke merak…

terminal,stasiun kereta,bandara,pelabuhan semuanya di penuhi oleh orang-orang yang ingin mudik ke kampung halaman,saya pernah membaca di salah satu majalah kalau mudik adalah tradisi khas dari Indonesia, hanya di Indonesia pada saat mudik semua orang ramai untuk pulang kampung, berlebaran di kampung halaman, istirahat sejenak dari rutinitas jakarta yang selalu membuat emosi jiwa, melupakan tugas kantor yang hobi banget kejar-kejaran sama deadline, mudik bagi saya hakikatnya adalah menyepi,istirahat untuk sejenak dan melupakan semua rutinitas di jakarta tercinta.

diantara semua etnis yang ada di Indonesia,saya paling salut sama orang jawa, karena kebanyakan orang jawa selalu mudik pada saat hari raya, mereka melakukan segala cara supaya bisa pulang ke kampung halaman,kaya miskin,semuanya berbondong-bondong untuk pulang kampung si kaya bisa naik mobil pribadi,bis excekutif,kereta excekutif bahkan pesawat, lantas bagaimana dengan si miskin apakah mereka tidak kebagian acara mudik? yup mereka melakukan segala cara untuk mudik, naik motor, naik bis ekonomi,desak-desakan kaya ikan pepes di kereta, segala cara akan mereka lakukan agar bisa berhari raya di kampung halaman,segala kelelahan dan perjuangan akan berakhir begitu mereka menghirup indahnya udara desa.

Continue reading