20

Antara Pamer dan Iri Hati


My Office , 12 Agustus 2015, 30 menit sebelum kembali bekerja,,

Selamat Siang Kawan,,,,

Apa kabar kalian semoga semua dalam keadaan baik baik saja,,, seminggu terakhir saya menemukan dua kata di timeline saya yang bener-bener bikin gatel untuk melahirkan postingan ini,,,

Orang yang suka posting di social media tentang kehidupannya adalah orang yang pamer  karena terkadang apa yang mereka pamerkan tidak dimiliki oleh orang lain , sehingga bisa menimbulkan sikap iri hati bagi yang lain

Tentang Iri hati (Jealous) 

Ketika melihat ada orang lain yang posting tentang hal yang mereka miliki dan kita gak punya atau gak bisa mencapai itu ,, perasaan iri dan merasa kecil itu akan timbul

Saya adalah orang yang mudah merasa iri atau jealous terhadap apa yang orang miliki dan saya gak punya,, terlebih ketika orang itu terlihat amat sangat bahagia dengan apa yang mereka miliki sedangkan saya tidak bisa mendapatkan atau mungkin belum memiliki kesempatan untuk meraih hal itu,,

Saya bahagia ketika ada teman yang upload foto-foto prewedding, lamaran, pernikahan, kehamilan,,kehadiran bayi baru , dan juga setiap hari posting foto tentang anak-anak mereka, ada rasa seneng aja ngeliat foto-foto itu terlebih kalau saya tahu bagaimana mereka berjuang meraih semua itu,,Tapi saya juga gak muna,,kalau dibalik rasa bahagia itu,,ada rasa yang lain,, rasa jealous yang gak bisa disebutkan sedihnya kaya gimana,,kadang suka kepikiran gini,,

Kok mereka gampang ya meraih semuanya,, sedangkan gw gak,, giliran gw kapan ya ALLAH , sampai kapan harus menunggu dan menunggu,,

See saya juga jealous,iri,galau dan sensi melihat apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,tapi ya udah perasaan itu cuma sebentar aja, gak berlarut-larut,,gak bikin saya jadi oversensitive,menarik diri dari lingkungan atau hal lainnya, ketimbang saya harus galau dan menyalahkan ALLAH untuk semuanya,lebih baik menyibukkan diri dengan pekerjaan ,,karena kalau sibuk pasti gak kepo dan sibuk stalking kebahagiaan orang lain,,

Jujur saya suka kepo, stalking socmed teman-teman dengan keluarga kecil mereka, persiapan pernikahan mereka, ikutan seneng sama semuanya,tapi kalau perasaan iri itu udah datang mending tutup socmednya dan mikirin yang lain,,

Perasaan iri itu wajar  toh kita manusia bukan nabi juga, tapi jangan lama-lama cukup 5 menit siapa tau mereka yang upload foto itu juga iri dengan kehidupan kita,,,

Tentang Pamer

Mereka yang suka posting foto makanan, perjalanan, kebahagiaan yang mereka miliki di socmed adalah orang-orang yang pamer, butuh pengakuan dan eksistensi,

waktu baca quote diatas,ada perasaan yang bilang gini  “gak gw gak gitu kok gw cuma posting”  tapi pas di pikir-pikir dalam-dalam lagi, “apa iya gw pamer”

Sebenernya lo posting foto makanan itu buat apa? supaya mereka tau lo makan,makanan enak di restoran mahal,toh kalau lo makan di warteg lo gak posting kan

Sebenernya lo posting foto perjalanan itu buat apa? supaya mereka tau kalau lo udah mengunjungi banyak tempat sedangkan mereka hanya duduk diam dirumah

Lama saya berpikir tentang hal ini,apa iya saya pamer atau saya gak sadar bahwa saya sudah pamer,,

Saya posting foto di socmed alasanya ya gak muna sih karena saya butuh eksistensi juga,, pengen orang lain tau aja kalau saya lagi ada dimana, ngerasain apa , makan makanan apa,, lagi bener deh sayang kalau udah foto bagus-bagus, udah gaya jumpalilitan,, udah mengunjungi suatu tempat terus gak diposting ,,gak di publish di socmed gak dishare

terus ada yang nyeletuk,,,

Jadi intinya lo pamer juga kan put,,,

#nyengir,,,

#mangap…

#ampunihayatikakanda,,

Share social media buat saya adalah catatan perjalanan, dokumentasi tentang kota yang saya kunjungi, review singkat soal wisata kuliner disetiap kota, dan update foto narsis saya,,, tapi saya juga gak muna atau sok suci mungkin dibalik catatan perjalanan itu tersimpan kata pamer  ingin terlihat lebih baik dari orang lain

Jadi kesimpulannya adalah,,

Kalau saya masih suka pamer di socmed, masih suka nunjukin kehidupan saya lebih baik dari orang lain, kenapa juga harus iri atau complain sama orang lain yang juga posting di social media tentang apa yang mereka miliki dan saya gak miliki,,toh intinya juga sama kan,, sama-sama pamer,,, sama-sama pengen terlihat lebih baik dibanding yang lain,

Salam,,,Mari kita kembali bekerja,,

abc-h

18

Berhentilah Mencaci Di Social Media..


My Office 11 Mei 2012,

Selamat Siang kawan,, Selamat hari Jum’at,, Bagaimana kabar kalian,, semoga semuanya selalu baik baik saja..

Social Media,, siapa sih diantara kita yang gak ikutan dalam social media, entah itu twitter ataupun facebook, saya rasa kita semua adalah pengguna dari social media..

Facebook  adalah social media pertama yang membantu  menemukan teman yang sudah hilang  puluhan tahun, ataupun upload foto dan bernarsis-narsis ria,, di Facebook juga kita bisa membangun sebuah komunitas tersendiri , banyak hal yang bisa di lakukan di facebook,

Kemudian di 201o , Indonesia mulai di ramaikan dengan social media baru bernama Twitter, lebih ringkes gak ribet dan lumayan buat berisik nyampah atau apapun itu,, dengan 140 karakter kita bebas berkoar-koar di dunia maya..

Jika di suruh memilih antara Facebook dan Twitter saya lebih suka dengan facebook, karena teman-temanya lebih nyata, di Facebook gak ada yang namanya anonymous atau tidak di kenal semua orang punya identitas, (*Walaupun mungkin palsu) di facebook interaksi social itu lebih nyata..  tapi belakangan facebook semakin menyebalkan karena terlalu banyak orang yang jualan di facebook, status-status yang terlalu ambigu,, atau foto-foto gak penting yang di tag sembarang orang..

Twitter si burung biru,dibuat sebagai tempat bagi  kita untuk berkicau, seruu bisa di jadiin tempat sampah, tempat paling pas buat ngegalau, karena sedikit yang kenal saya di twitter, (Beda dengan facebook yang diakses semua orang ya keluarga besar, rekan kerja, klien hingga teman-teman blogger)

Hal yang saya suka di twitter adalah ketika membaca banyak quote bagus tentang meraih mimpi , doa-doa indah ,atau mantengin para ABG yang hobi ngegalau,, jujur ya, membaca timeline para ABG yang hobi ngegalau itu seru, karena adik adik kita itu amat sangat kreatif kalau disuruh ngegagalau , semua hal bisa di jadikan bahan buat menggalau bersama..

Memiliki akun di social media itu menyenangkan, membunuh waktu kosong, dan bikin hidup lebih seru, gak kebayang deh kalau kita hidup di jaman gak ada social media, hidup hanya terbatas pada kotak-kotak tertentu, pada limitasi-limitasi yang di tetapkan manusia, social media membuat kita menjadi lebih bebas untuk berekpresi,,

Tapiiiiii pada akhirnya kebebasan berekpresi itu tidak selamanya menjadi sesuatu yang menyenangkan , kebebasan itu menjadi sesuatu yang tidak terkendali,, dan membuat kita kebablasan.. Gak percaya ini contohnya..

a) Budaya keipo yang semakin menggila…

KEIPO, rusuh dan selalu pengen tahu urusan orang,, dengan adanya twitter, maka para KEIPOERS ini semakin memiliki akses untuk  ngurusin hidup orang,  yang bikin makin geregetan adalah saat para KEIPOERS ini rusuh menghujat , menghakimi dan berasumsi banyak hal..

Kadang saya mikir, emang enak ya ngerusuhin hidup orang , selama orang itu gak ngerusuhin hidup kita, gak menggangu hajat hidup orang banyak , maka biarkan lah saja lah.. salah satu tweet dari aurel hermansyah (*Salah satu artis yang  selalu di keipoin orang orang dan saya juga gak ngerti kenapa

Don’t judge me if you don’t know me you just know my name not my story

Walaupun ya saya gak tahu kenapa dia selalu di keipo-in orang, tapi kadang saya mikir aja perasaanya ,,gak enak kali hidup lo di rusuhin terus-terusan , di hakimi dan di cap gak bener,,

b) Banyaknya anonim yang tidak bertanggung jawab..

yup,, di twiter belakangan makin banyak aja anonim , orang-orang yang gak berani buka jati diri, tapi berkoar-koar menghujat agama tertentu, partai , negara bahkan golongan tertentu,,

menurut saya menjadi anonim adalah tipikal pecundang yang sesungguhnya, kalau emang mau complain,berteriak atau mengungkapkan sebuah kebenaran tunjukin dong jati diri nya,, jangan cuma berani berkicau aja,, sujiwo tedjo, wimar witolar, adalah pengguna twitter yang saya kagumi, mereka berani complain.. berani berkicau dan berani menunjukkan siapa diri mereka,,

c) Budaya Memaki yang semakin parah..

Dan yang terakhir ini adalah hal yang paling saya gak suka dengan adanya social media, semakin banyak orang yang hobi complain, hobi memaki ,berasumsi ini itu atas suatu peristiwa.. Seperti cerita tentang musibah yang menimpa pesawat sukhoi,, ini bener-bener gila , harusnya kita simpati dan berdoa untuk semua korban dan mereka yang berjuang melakukan evakuasi pesawat itu,,

Tapii apa,, di social media, facebook, twitter, BBM, yang beredar malah lawakan garing tentang kecelakaan,, cacian karena petugas SAR nya yang lambat,, bahkan ya , yang lebih parah lagi,, saya di kirimin satu foto yang asli gak senonoh banget,, dan jadiin itu sebagai lelucon yang gak penting…

Kawann ayolllahh kita bijak dan menjadi orang yang gak gampang untuk mengeluarkan sumpah serapah terutama di dunia maya,, kawan.. semua sumpah serapah kita itu akan menjadi jejak dan selalu dikenang sepanjang masa,,,

Sebelum kalian mulai mencaci , memaki, atau menghujat sebuah komunitas, coba deh bayangin kalau kalian yang jadi obyek dari hujatan tersebut pasti gak enak kan,, kemajuan teknologi mari kita barengi dengan kemajuan otak dalam berpikir, think smart before speak :)