Selamat Menua Ratih Anindya Enggar Putri


My Office 3 September 2015

Dear My Best Friend,,Kifat..  

6

Saat gw menulis ini,, gw masih terjebak dikantor,, terjebak dalam rutinitas kerja dan target demi target yang ga ada habis nya,,di antara semua kesibukan itu gw ingat satu hal,,hari ini adalah hari yang istimewa,, hari yang mungkin kita takuti datang nya tapi pada akhirnya hari ini tetap akan datang tanpa kita bisa menolak hari ini (*gw make kata kita,,karena besok juga gw akan melewati hari itu 

Congky ,, kita sudah bersahabat 6 tahun lamanyaa,, memulai persahabatan dengan 1001 drama yang ada,,kadang kita tertawa  dan kadang kita menangis bersama,, kadang kita berlari bersama atau kadang gw yang berlari terlalu jauh meninggalkan lo dibelakang gw,, cong lo tahu gak,,diantara 1001 drama dalam hidup gw yang ngalah-ngalahin drama korea itu ,,lo selalu ada disana,, menjadi pendengar setia,,membela gw apapun keadaannya,, bahkan ketika gw salah sekalipun lo akan selalu membela gw,,

Congky,, dalam hidup gw yang udah berkepala banyak ini,, gw sadar kalau gw bukan orang yang bisa mempertahankan sahabat perempuan gw disamping gw,, Ego, Kesibukan, Ketidakpedulian,dan 1001 alasan lainnya selalu hadir saat satu persatu sahabat gw pergi dari hidup gw.. ya mungkin gw yang salah ,,atau mungkin keadaan yang salah,, atau mungkin keduanya entah lah,, tapi gw selalu berharap diantara 1001 cerita kehilangan gw akan sahabat perempuan gw itu,, gw gak akan pernah kehilangan lo,, karena buat gw lo sahabat terbaik gw,,

Congky,,buat gw lo adalah sahabat terbaik yang pernah ada,, lo menemani gw saat gw melangkah dititik nol, meraih satu demi satu matahari gw,,dan nanti saat impian terbesar itu menjadi nyata,,gw harap lo ada disana ,,menemani gw saat gw jadi sang juara,,atau mungkin saat itu gw akan berakhir menjadi pecundang..

C360_2014-03-28-15-36-15-668

Dear Ratih Anindya Enggar Putri,, Congky,,Kifat,, dari lubuk hati gw yang terdalam,, gw cuma mau bilang..

Terimakasih untuk semua hal yang udah lo berikan dalam persahabatan ini ,, Terimakasih untuk 1001 cerita yang ada,,Tawa,,Tangis,, Galau,,Drama,,Suka,,Duka,,menjadi pendengar setia.. Maafinn gw kalau  gw gak bisa jadi sahabat yang baik buat lo,,tapi percayalah lo selalu memiliki tempat istimewa di hati ini,,, 

Selamat Ulang Tahun… Semoga yang terbaik selalu mendampingi hari -hari lo,,,

Semoga mimpi-mimpi itu menjadi nyata.. kalau orang bule bilang,, 

I wish nothing but the best for you tooo,,

i love you Ratih Anindya Enggar Putri,,,

Best Regard….

Gebot su Gebott

#marikitakembalikerja

Mengapa Aku Memilih mu,, (*Surat untuk Ibu Kinkin Mulyati


Jakarta 2 April 2014

Assalamualaikum Warahmatullah hi Wabarakatuh

seranganfajar_optional (1)

Salam kenal Ibu,, (smile) ini adalah email pertama saya untuk ibu , sebelum saya bercerita panjang lebar tentang kenapa saya menulis email ini , izinkan saya memperkenalkan diri saya terlebih dahulu

Nama saya Putri Rizkia, ibu bisa memanggil saya Putri atau Inon , saya adalah salah satu relawan dari Turun Tangan Bekasi, komunitas ini digagas oleh Pak Anies Baswedan ,dengan misi mendukung orang baik masuk ke dunia politik

Kami adalah relawan 0 Rupiah bergerak murni karena panggilan hati nurani, tanpa di danai oleh pihak manapun, bahkan pihak Pak Anies sendiri, setiap gerakan yang kami lakukan adalah totalitas dan kontribusi kami bagi negeri,

Continue reading

,surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini,,,,,,,,


Kemacetan Jakarta 8 Oktober 2010, 19:40

surat terbuka untuk siapapun yang merasa bertanggung jawab atas semua kegilaan ini

gila..gila dan semakin gila…kemacetan kota ini kian hari kian menggila…

gak tahu siapa yang harus disalahkan..gak tahu siapa yang harus di komplain…

inilah jakarta, kota kecil yang menawarkan sejuta mimpi bagi setiap umat manusia.

inilah jakarta, kota kecil dimana saya, dan juga jutaan manusia menggantungkan hidupnya, berjuang meraih mimpi-mimpinya…

inilah jakarta, kota kecil yang orang orang bilang..lebih kejam dari ibu tiri, setiap pagi kami harus memulai hidup ini dengan perjuangan, menjalani rutinitas hidup yang semakin lama semakin menggila…

inilah jakarta, kota yang tak pernah berhenti bernafas, kota kami.. apapun itu kami harus belajar bersyukur dan mencintai kota kami…

tapi..saya sungguh ..sungguh tidak tahu kepada siapa lagi saya harus protes untuk semua hal gila..yang semakin hari semakin menggila..ini bukan cerita lebay, tapi ini fakta, silakan bapak cek berapa banyak diantara kami yang berubah menjadi semakin temperamen, sering sakit, dan darah tinggi karena kegilaan ini…

Saya tahu, bapak pasti akan berkata “coba cari alternatif lain dong, jangan hanya protes,” saya sudah mencoba nya pak…bahkan tanpa bapak suruh, karena saya juga sadar, tidak mungkin menyerahkan semua tanggung jawab ini kepada bapak…

BUSWAY

ya Busway awalnya mungkin menjadi alternatif untuk semua kegilaan ini, tapi tahukah bapak , busway tidak seperti yang kita bayangkan,space langkah antara shelter dan busway , terlalu luas, sehingga banyak ibu-ibu yang hampir terpleset disana,       antrian panjang,..karena ternyata jalur busway yang seharusnya untuk dirinya sendri, ternyata harus berbagi tempat dengan kendaraan lain, bukan pak bukan hanya itu pelecehan seksual, pencopetan dan supir yang suka ngerem mendadak, busway tidak menjanjikan kenyamanan seperti yang selalu bapak ceritakan, bahkan terkadang busway tetap sama dengan metro mini malaikat pencabut nyawa yang bisa menabrak pejalan kaki, kapan saja…

KERETA API…

Kereta Api mungkin terdengar sedikit lebih baik, saya telah mencoba nya pak,

Kereta Ekonomi harga tiket Rp 1.500 murah meriah untuk jarak tempuh yang lumayan jauh, tapi pak tahukah bapak…murah selalu berarti tidak nyaman, lagi..lagi saya harus protes, kereta ekonomi itu, amat rawan pelecehan seksual, pencopetan yang semakin menggila,pedagang asongan hingga pengamen, semuanya mewarnai perjalanan kereta ekonomi, pasti bapak sekarang mau bilang..”mau enak, naik yang mahal dong, mau enak kok bayar murah”  iya,saya tahu kalau bapak benar, tapi surat ini belum selesai jadi bapak jangan potong dulu ya…

Kereta Ekspress, harga ticket Rp 10.000, dingin, kursi busa,, dan waktu tempuh menjadi lebih cepat…prinsip ekonomi, ada harga ada nyaman….

“terus udah ketemu dong solusinya, kenapa masih komplain”

tidak pak, cerita saya lagi..lagi belum selesai….

tahukah bapak apapun jenis kereta itu, mereka hobi sekali datang terlambat, terutama kereta ekpress hingga kami menjadi terbiasa dengan keterlambatan itu…15 menit,30 menit, bahkan satu jam..kami masih setia menunggu sang kereta besi, asalkan kami tidak harus berteman dengan kemacetan jakarta…
“so what’s the problem…”
belum pak, cerita ini belum selesai,bisakah bapak berhenti memotong cerita saya,

kereta itu tidak hanya hobi terlambat, tapi kereta-kereta itu amat teramat egois, dengan seenaknya membatalkan keberangkatan nya, dengan seribu satu alasan mulai dari pohon tumbang, gangguan signal , listrik mati,dan seribu satu alasan lainnya, bahkan kereta itu membatalkan kedatangannya tanpa meminta maaf terlebih dahulu….

apalagi yang harus saya lakukan sekarang pak…semua cara sudah saya coba untuk mengatasi semua kegilaan ini, tapi kalian tidak pernah memperbaiki diri , masih saya yang salah sekarang?????

bisakah bapak memberikan kami kenyamanan, hingga kami bisa menggantungkan hidup kami di kota kecil ini, atau kami harus pergi dari kota ini…

andai saja desa dan kota..kota lain nya mampu mengakomodir semua mimpi-mimpi kami, mampu menjadi kota semegerlap jakarta,desa dan kota kecil lainnya, tempat yang nyaman bagi kami untuk beristirahat tapi bukan tempat yang tepat untuk menggapai mimpi…semua kisah tentang mimpi kami ada di jakarta , kota kecil yang semakin menggila..

saya tidak berharap banyak ,bapak bisa menyelesaikan semua kegilaan ini, tapi tolonglah..sekali lagi saya minta tolong, berikan lah kami fasilitas dan solusi yang lebih baik, kami akan terus berjuang mencari alternatif lain…tapi..tolong bapak perbaiki kualitas dari alternatif ..alternatif itu…

salam saya untuk bapak…

Dari

Penduduk kota ini yang amat sangat mencintai jakarta

ps : gila..jakrta bener2 macet..dari tadi di mobil gak sampe-sampe sudah dua jam lebih, mobil..mobil bergerak bagai keong…kereta api di batalkan, nekat buka laptop dan nulis postingan ini, gak tahu dech berapa jam lagi harus sampe dirumah,,,

dan akhirnya sampai di rumah jam setengah sepuluh malam 3 jam perjalanan ..lumayan untuk mebuat punggung sakit, yang lebih sedih lagi saat mau online…modemnya belum di isi ulang…